Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BCA Gelar Operasi Katarak Gratis

BCA menyelenggarakan operasi katarak gratis di berbagai daerah, bekerja sama dengan SPBK Perdami sebagai organisasi profesi dari dokter spesialis mata, salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang Selatan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 02 Maret 2017  |  14:29 WIB
operasi Katarak gratis BCA - dokumentasi
operasi Katarak gratis BCA - dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA-BCA menyelenggarakan operasi katarak gratis di berbagai daerah, bekerja sama dengan SPBK Perdami sebagai organisasi profesi dari dokter spesialis mata, salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang Selatan.

Hadir untuk membuka pelaksanaan Operasi Katarak Gratis ini, Vice President Pengembangan Solusi CSR BCA Rizali Zakaria, Kepala BCA KCU Blok A Cipete Hengki Paulus, Kepala BCA KCP Pamulang Farida Yanuar, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Direktur RSUD Kota Tangsel Suhara Manullang, dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel Tarmizi di RSUD Kota Tangerang Selatan, Banten. Operasi katarak gratis yang merupakan perwujudan dari program Bakti BCA Solusi Sinergi ini dilakukan oleh 15 dokter spesialis mata.

“Beberapa faktor turut menghambat upaya pemberantasan katarak di Indonesia diantaranya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mata yang masih terbatas terutama di daerah terpencil, perbatasan dan  kepulauan yang belum memiliki fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk keberadaan dokter spesialis mata. Kondisi ini membuat BCA konsisten bekerjasama dengan SPBK Perdami sebagai organisasi profesi dari dokter spesialis mata untuk menyelenggarakan operasi katarak secara berkesinambungan di berbagai daerah, bahkan hingga ke pelosok dan pesisir Indonesia,” ujar Rizali dalam siaran persnya

Katarak merupakan penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia dan di dunia. Dari semua kebutaan pada masyarakat, lebih dari 50% disebabkan oleh katarak. Katarak merupakan proses degeneratif yang sangat dipengaruhi oleh faktor usia, oleh karena itu resikonya akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah lanjut usia.  

Kementerian Kesehatan memperkirakan setiap tahun kasus baru buta katarak di Indonesia akan selalu bertambah sebesar 0,1% dari jumlah penduduk atau kira-kira 250.000 orang/tahun. Sementara itu kemampuan pemerintah Indonesia untuk melakukan operasi katarak setiap tahun diperkirakan baru mencapai 180.000/tahun sehingga setiap tahun selalu bertambah jumlah penderita katarak di Indonesia.

“BCA tidak hanya fokus pada perekonomian, namun kami juga peduli akan kesehatan yang menjadi salah satu penentu tingkat kesejahteraan rakyat. Operasi katarak gratis pada hari ini diharapkan dapat semakin menunjang aktivitas warga Tangerang agar dapat semakin produktif dalam berkarya. Kegiatan yang dilakukan BCA ini juga sejalan dengan visi pemerintah mewujudkan Indonesia Bebas Buta Katarak 2020,  bahwa pada tahun 2020 diharapkan setiap penduduk mempunyai hak untuk dapat melihat secara optimal,” tambah Rizali.

Sebelumnya, BCA juga telah menyumbang kepada SPBK Perdami 1 buah mikroskop senilai Rp385 juta pada tahun 2014, menyumbang 13 alat bantu operasi dan 2 alat biometri senilai Rp450,45 juta pada tahun 2015, serta donasi senilai Rp500 juta pada akhir tahun 2016 dalam rangka pembelian dua buah mikroskop yang dibutuhkan untuk operasi katarak gratis di berbagai daerah di Indonesia.

“Besar harapan kami semoga Operasi Katarak Gratis yang dilakukan BCA dan SPBK Perdami secara berkesinambungan dari tahun 2001 sampai sekarang dapat berkontribusi menekan angka buta katarak di Indonesia,” tutup Rizali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca katarak
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top