BINGKISAN LEBARAN: Berawal Hobi Koleksi Pernak Penik Lucu, Kini Bisnis Hampers

Salah satu yang menjalankan bisnis hampers adalah Susan Budiman lewat Choose Me Design. Berdiri pada akhir 2012, sekarang hampers buatannya tidak hanya dikirim ke berbagai daerah di Indonesia tapi bahkan sampai ke luar negeri
Annisa Margrit | 18 Juni 2017 07:48 WIB
. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Salah satu yang menjalankan bisnis hampers adalah Susan Budiman lewat Choose Me Design. Berdiri pada akhir 2012, sekarang hampers buatannya tidak hanya dikirim ke berbagai daerah di Indonesia tapi bahkan sampai ke luar negeri.

Dia memulai bisnis bingkisan ini setelah memutuskan berhenti bekerja kantoran. “Pada dasarnya, saya suka desain dan hobi mengoleksi pernak pernik lucu. Ternyata, setelah barang-barang tersebut digabungkan menjadi lebih unik dan punya nilai jual lebih,” papar Susan.

Choose Me menerima jasa pembuatan hampers untuk berbagai acara. Mulai dari lamaran, pernikahan, kelahiran bayi, ulang tahun, hingga perayaan hari besar keagamaan seperti Idulfitri.

Per bulannya, Choose Me bisa mendapatkan 5-10 pesanan dari konsumen. Namun, momen hari raya turut memberikan berkah bagi sang pemilik. “Kenaikan pada momen-momen khusus seperti hari besar keagamaan memang ada,” sebut dia.

Untuk merayakan Idulfitri, Susan sengaja menyiapkan tiga jenis hampers khusus yang desain dan warnanya terinspirasi dari ciri khas Turki. Semua bingkisan Lebaran tersebut dikemas dalam paket khusus dengan warna-warna cerah.

Menariknya, bingkisan Ramadan yang dibuatnya tidak melulu berisikan makanan khas Lebaran seperti kue kering dan bolu. Choose Me pun menyediakan hampers yang berisi perlengkapan rumah, yaitu bantal, taplak meja, dan tatakan gelas.

Adapun hampers untuk momen perayaan lainnya ada yang berisi mug, kue kering, tumbler, hingga perlengkapan menggambar.

Harga hampers buatan Susan dibanderol dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp50.000, dan dapat disesuaikan dengan anggaran tiap konsumen. Personalisasi hampers atau penyesuaian desain serta produk dalam bingkisan berdasarkan keinginan masing-masing konsumen memang menjadi keunggulan Choose Me.

Dengan demikian, tiap pesanan menjadi unik. Hal ini juga membuat bingkisan yang dibuat lebih ekonomis.

Dalam membuat hampers, Susan dibantu oleh empat orang karyawan. Berawal dari modal Rp5 juta, sekarang dia bisa mendapatkan omzet antara Rp25 juta-Rp50 juta per bulannya.

Proses pembuatan satu bingkisan rata-rata memakan waktu tiga minggu, bergantung pada jumlah dan tingkat kesulitan desain. Untuk barang-barang yang dimasukkan dalam hampers, sebagian merupakan hasil produksi Choose Me dan sebagian lainnya diambil dari supplier.

Ke depannya, Choose Me berniat memperluas jaringan di media sosial sembari terus mengembangkan varian produk yang ditawarkan.

Tag : parsel
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top