Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WADAH PROFESI: Kemenlu Akan Bentuk Organisasi Diplomat

Kementerian Luar Negeri menyatakan akan membentuk organisasi profesi diplomat seiring dengan upaya untuk memberikan pemahaman terkait jabatan diplomat.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 08 Agustus 2017  |  21:04 WIB
WADAH PROFESI: Kemenlu Akan Bentuk Organisasi Diplomat
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri menyatakan akan membentuk organisasi profesi diplomat seiring dengan upaya untuk memberikan pemahaman terkait jabatan diplomat.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), hal tersebut dimatangkan dalam sarasehan yang diadakan hari ini, Selasa (8/8/2017). Sarasehan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terkait pembinaan jabatan fungsional diplomat.

Sekretaris Jenderal Kemenlu, Duta Besar Mayerfas mengatakan pemberlakuan dari Peraturan Pemerintah No. 11/2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil memberikan momentum yang tepat untuk memulai pembahasan pembentukan organisasi profesi diplomat.

“Hasil sarasehan ini diharapkan dapat memberikan masukan rekomendasi penyusunan peta jalan bagi pembentukan organisasi profesi diplomat yang wacananya sudah cukup lama dibahas secara informal,” ujarnya.

Adi Junjunan Mustafa dari Kementerian PAN-RB mengatakan arah kebijakan pembentukan organisasi profesi adalah sinergi antara organisasi profesi dengan instansi pembina. Kebijakan dinilai akan berkontribusi pada pencapaian visi SDM Aparatur yang berkelas dunia.

Feri Wibisono selaku Ketua II Persatuan Jaksa Indonesia menggarisbawahi peran organisasi profesi untuk membantu instansi pembina dalam pelaksanaan dan distribusi penerapan kode perilaku. Organisasi profesi berwenang untuk memberikan masukan atau keluhan anggota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu diplomat
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top