Inilah Kunci Sukses Warren Buffet Jadi Orang Kaya

Warren Buffett mengakui banyak keputusan besarnya karena kebiasaan membaca yang rakus. Dia mengatakan dia memulai setiap pagi dengan membaca beberapa surat kabar dan memperkirakan bahwa dia menghabiskan sebanyak 80% dari bacaannya.
Martin Sihombing | 05 Oktober 2017 15:55 WIB
Orang terkaya ketiga dunia Warren Buffet - memolition.com

Bisnis.com, JAKARTA - Warren Buffett mengakui banyak keputusan besarnya karena kebiasaan membaca yang rakus. Dia mengatakan  dia memulai setiap pagi dengan membaca beberapa surat kabar dan memperkirakan bahwa dia menghabiskan sebanyak 80%  dari bacaannya.

CEO Berkshire Hathaway, ketika ditanya  tentang kunci sukses, menunjuk setumpuk buku dan berkata, "Baca 500 halaman seperti ini setiap hari, begitulah cara kerja pengetahuan, terbangun, seperti minat majemuk, lakukanlah, tapi saya jamin tidak banyak dari Anda yang akan melakukannya."

"Saya membaca dan berpikir," kata Buffett. "Jadi saya lebih banyak membaca dan berpikir, dan membuat keputusan impuls lebih sedikit daripada kebanyakan orang dalam bisnis, saya melakukannya karena saya menyukai kehidupan seperti ini."

Ternyata, sains menunjukkan bahwa kebiasaan membaca yang terinspirasi oleh Buffett bisa menguntungkan Anda dalam beberapa cara. Anda lebih cenderung kaya.

Jutawan  Steve Siebold mewawancarai 1.200 orang terkaya di dunia untuk mengetahui ciri-ciri yang mereka bagi. Satu sifat yang hampir semuanya sama, mereka membaca segala sesuatu mulai dari buku-buku perbaikan diri hingga autobiografi.

Lain kali Anda meraih remote, Anda mungkin ingin mempertimbangkannya kembali.

Penulis Tom Corley menghabiskan lima tahun mempelajari kegiatan sehari-hari dari 233 orang kaya dan 128 orang miskin, yang ia tulis dalam "Rich Habits: The Daily Success Habits Of Wealthy Individuals." Dia menemukan  67%  orang kaya membatasi waktu menonton TV sampai satu jam atau kurang per hari, dibandingkan dengan hanya 23%  orang miskin.
Anda lebih cenderung pintar

Saran yang Anda terima sebagai anak dari orang tua Anda, untuk membaca  karena "itu membuat Anda lebih cerdas," memang didukung oleh penelitian psikologi dan ilmu saraf.

"Jika 'lebih pintar' berarti memiliki kosakata yang lebih besar dan pengetahuan dunia yang lebih banyak …  maka bacaan mungkin akan membuat orang lebih cerdas," kata psikolog Keith Stanovich di Perpustakaan Nasional Institut Kesehatan Nasional A.S.

Dia menambahkan bahwa data tersebut mendukung temuan ini "berkali-kali."

Dalam penelitian terpisah, pemindaian otak mahasiswa setelah membaca thriller menunjukkan peningkatan aktivitas di bidang otak yang berkaitan dengan pemahaman dan sensasi bahasa.

Jika Anda menyukai sebuah novel yang bagus, sains memiliki beberapa berita bagus.

Beberapa penelitian menemukan bahwa orang-orang yang membaca fiksi sastra menunjukkan tingkat empati dan kecerdasan emosional yang lebih tinggi, menurut penelitian yang dipublikasikan di Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, Journal of Research in Personality, European Journal of Communication Research and Science Magazine.  Anda lebih cenderung memiliki  mental tajam

Hobi membaca seumur hidup bisa meningkatkan keseluruhan kesejahteraan Anda, terutama di telepon.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of American Academy of Neurology menemukan bahwa orang-orang yang terlibat dalam aktivitas merangsang mental seperti mengalami penurunan memori lebih lambat dibandingkan mereka yang tidak.

Meskipun banyak orang mungkin masih mengaitkan buku dengan membaca di sekolah, penelitian menunjukkan bahwa membaca adalah cara yang bagus untuk berinvestasi pada diri Anda sendiri. Dan, jika Anda mencari sesuatu untuk Anda mulai, cobalah buku Mark Zuckerberg atau bahkan Warren Buffett sendiri yang merekomendasikannya.

Sumber : cnbc.com

Tag : warren buffett
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top