PELUANG USAHA: Garap Cuan Lewat Jamu

Peluang bisnis bisa muncul dari mana saja, termasuk dari hobi. Hal ini dilakukan oleh Raras Ocvi dan sang ibunda, yang menggunakan merek Jamu Oma untuk usaha jamu mereka.
Anissa Margrit | 16 Oktober 2017 11:02 WIB
. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Peluang bisnis bisa muncul dari mana saja, termasuk dari hobi. Hal ini dilakukan oleh Raras Ocvi dan sang ibunda, yang menggunakan merek Jamu Oma untuk usaha jamu mereka.

Bisnis Jamu Oma bermula dari sang ibu yang senang membuat jamu.

"Awalnya, Jamu Oma ini untuk konsumsi pribadi. Tetapi, karena saya melihat peluang untuk menjual jamu ini ya saya coba," ungkap dia.

Jamu yang dibuat coba dipasarkan ke tetangga-tetangganya di sekitar rumah dan ternyata mendapat respons yang baik. Akhirnya mereka memutuskan untuk menjualnya di pasar yang lebih luas.

Saat ini, sudah ada empat varian jamu yang ditawarkan oleh Jamu Oma yaitu kunir asem, wedang jahe, temulawak, dan beras kencur. Raras mengaku telah memiliki pemasok sendiri untuk bahan baku jamu-jamunya.

Jumlah bahan baku yang dibutuhkan disesuaikan dengan pesanan yang masuk. Untuk menjaga kesegaran dan kualitas jamu yang dibuat, dia memang membuat jamu berdasarkan pesanan dan tidak menggunakan pengawet.

Untuk memproduksi 30 botol kunir asem misalnya, dibutuhkan sekitar 4 kilogram kunir asem dan 5 kilogram gula aren. Adapun pesanan yang masuk per bulannya bisa mencapai 200 botol. Dalam proses produksi, selain melibatkan sang pemilik, Jamu Oma juga mempekerjakan satu orang karyawan.

Jamu Oma membanderol produknya dengan harga Rp25.000 per botol ukuran 500 mililiter. Omzet yang dapat dikantungi tiap bulan berkisar Rp4,5 juta. Padahal, modal yang dikeluarkan hanya Rp1,5 juta.

Selain memasarkan produknya lewat media sosial seperti Instagram, Raras rajin mengikuti bazaar. Konsumen pun tidak hanya datang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, tapi juga dari luar Pulau Jawa seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali.

"Kalau dari testimoni konsumen, rasa Jamu Oma mengingatkan mereka pada masa kecil saat minum jamu. Yang artinya, rasanya sama seperti jamu gendong jaman dulu yang dibuatnya masih alami," papar dia.

Walaupun percaya diri soal rasa dan kualitas, tapi masih banyak masyarakat yang memandang jamu sebagai minuman yang pahit diakui menjadi tantangan tersendiri dalam memasarkan produk Jamu Oma. Padahal, jamu pun bisa terasa enak.

Oleh karena itu, ke depannya, Raras berkeinginan untuk bisa memasarkan produknya lewat ritel modern agar lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati minuman asli Indonesia ini.

Tag : peluang usaha
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top