Lee Soo Man, Pendiri SM Entertainment dan Pionir K-pop

K-pop alias Korean Pop sudah menjadi sesuatu yang tidak asing lagi. Hampir setiap hari bermunculan berita atau musik baru dari para grup idola K-pop.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 06 April 2018 11:22 WIB
Lee Soo Man, pendiri S.M. Entertainment. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- K-pop alias Korean Pop sudah menjadi sesuatu yang tidak asing lagi. Hampir setiap hari bermunculan berita atau musik baru dari para grup idola K-pop.

Mungkin nama EXO, Super Junior, Girls’ Generation alias SNSD, atau Red Velvet sudah tidak asing bagi Anda. Mereka bernaung di S.M. Entertainment, salah satu agensi tempat bernaung artis-artis besar Korea Selatan (Korsel).

Masih banyak lagi nama-nama besar di dunia hiburan Korsel yang bergabung dengan S.M. Entertainment. Hal ini tidak mengherankan karena agensi ini merupakan salah satu dari tiga agensi terbesar di Negeri Ginseng.

Tetapi, tahukah Anda siapa orang yang ada di balik kesuksesan S.M. Entertainment? Perusahaan ini didirikan pada 1989 oleh seorang laki-laki berhati lembut yang sering dipanggil sebagai ayah oleh para artis S.M. Entertainment. Dia adalah Lee Soo Man.

Lee lahir di Seoul, Korsel pada 18 Juni 1952 dan tahun ini akan genap berusia 66 tahun. Dia menamatkan pendidikan sarjananya di salah satu universitas terbaik negara itu, yakni Seoul National University pada 1979.

Pada 1972, Lee yang masih duduk di bangku kuliah memulai debutnya sebagai seorang penyanyi dengan merilis beberapa lagu, antara lain “Happiness” dan “One Piece of Dream”. Selain menjadi penyanyi, dia juga bekerja sebagai DJ dan pembawa acara di televisi.

Pada 1980, dia membentuk band heavy metal yang diberi nama “Lee So Man and 365 Day”. Namun, Korsel yang saat itu dipimpin oleh Chun Doo Hwan memberlakukan kebijakan sensor media. Hal ini membuatnya putus asa untuk meneruskan karir di industri musik.

Akhirnya pada awal 1980-an, Lee memutuskan untuk meninggalkan dunia hiburan Korsel untuk mengejar pendidikan master di bidang teknik komputer. Dia pun pindah ke California, AS dan kuliah di California State University, Northridge.

Di sana, Lee banyak mengamati superstar dunia, salah satunya adalah Michael Jackson yang sedang hits pada era itu. Dari pengamatannya itu, dia terinspirasi untuk membentuk artis-artis Korsel agar bisa menjadi seperti artis dan penyanyi AS.

Lee juga terpicu untuk memikirkan bagaimana agar musik pop Korsel dapat diolah dengan lebih modern. Pada 1985, dia kembali ke negaranya dengan membawa visi mengenai bagaimana seharusnya industri musik Korsel dibentuk.

Membangun S.M. Entertainment

Sesampainya di kampung halaman, Lee tak lantas membangun S.M. Entertainment karena sempat kembali ke dunia hiburan lokal sebagai DJ dan presenter. Setelah bekerja selama empat tahun dan menabung uang hasil kerjanya, dia mendirikan SM Studio di daerah Apgujeong, Seoul, pada 1989.

Artis yang pertama kali menandatangani kontrak dengan SM Studio adalah Hyun Jin Young. Selama 1990-an, SM Studio mengembangkan sistem “in-house” yang lebih akrab disebut training atau pelatihan talent, untuk menunjang semua aspek karir para seniman yang direkrutnya.

Tak hanya itu, sudah bukan rahasia lagi jika dari awal berdiri Lee Soo Man selalu merekrut calon artis yang berwajah cantik dan tampan.

Pada Februari 1995, SM Studio berubah nama menjadi S.M. Entertainment dan menunjuk Jung Hae Ik sebagai CEO. Sistem pelatihan mereka berhasil melahirkan grup idola dan penyanyi yang terkenal pada era 1990-an seperti BoA, H.O.T, S.E.S, Shinhwa, dan duo Fly to the Sky.

Pada 1998, kendali S.M. Entertainment beralih dipegang oleh Kim Kyung Wook.

Setelah sukses dengan grup idola, bisa dilihat artis-artis K-pop besutan S.M. Entertainment lainnya sukses menjadi idola baik di Korsel maupun di luar negeri. Sebut saja TVSQ, Super Junior, Girls’ Generation, Shinee, f(x), Exo, Red Velvet sampai yang baru dua tahun dibentuk yaitu NCT.

Kerja keras dan kecermatan Lee dalam membentuk artis hiburan Korsel di agensinya ini membuatnya dianugerahi gelar sebagai “President of Culture” atau Presiden Kebudayaan. Bahkan, S.M. Entertainment sukses mempertahankan diri sebagai salah satu dari tiga agensi raksasa hiburan Korea Selatan bersaing dengan JYP Entertainment dan YG Entertainment.

JYP Entertainment didirikan dan dipimpin oleh Park Jin Young, sedangkan YG Entertainment oleh Yang Hyun Suk.

Lee Soo Man, Park Jin Young, dan Yang Hyun Suk.

Kontroversi Artis-artis S.M. Entertainment

Keberhasilan S.M. Entertaiment sebagai agensi hiburan raksasa di Korsel juga tidak jauh dari kontroversi yang hadir selama perjalanan karir pendirinya. Kontroversi sering datang dari keluhan artis-artis binaan agensi ini, sehingga membuat saham perusahaan beberapa kali turun dan bahkan anjlok.

Teringat jelas pada Juli 2009, ketika tiga anggota TVSQ yakni Kim Jaejoong, Park Yoochun dan Kim Junsu menggugat S.M, Entertaiment karena merasa kontrak kerja mereka dicurangi. Hal itu membuat saham perusahaan turun sebesar 10,06%.

Super Junior.

Masalah yang sama juga hadir dari anggota Super Junior dari China, Hangeng, pada Desember 2009 dan Kris Wu anggota EXO, yang juga berasal dari Negeri Panda, pada Mei 2014. Keduanya merasa isi kontrak kerja S.M. Entertaiment tidak masuk akal dan merasa dipekerjakan seperti mesin.

Saham agensi ini kembali turun pada September 2014, ketika eks anggota SNSD yaitu Jessica Jung mengklaim bahwa dirinya dikeluarkan secara paksa oleh perusahaan. Berita keluarnya Jessica dari SNSD membuat saham S.M. Entertaiment anjlok dan membuat perusahaan kehilangan sekitar US$65 juta.

Tahun 2014 sepertinya bukan tahun yang baik untuk S.M. Entertaiment, karena pada Oktober 2014 saham perusahaan kembali turun setelah Lu Han memutuskan keluar dan menggugat perusahaan tersebut. Dia adalah anggota EXO dari China, sama seperti Kris Wu.

Lee Soo Man dan para anggota SNSD.

Keluar Dari Dewan Direksi S.M. Entertainment dan Fokus Mengurus Keluarga

Pada Februari 2010, Lee memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai anggota dewan direksi S.M. Entertainment. Namun, dia tetap aktif berperan dalam divisi manajemen dan pengembangan artis.

Tahun 2014 sepertinya memang menjadi tahun terberat bagi Lee Soo Man dan ini bukan hanya karena saham perusahaannya turun dan ada beberapa artis yang keluar. Pada 5 Oktober 2014, Istrinya tercinta, Kim Eun Jin, meninggal dunia karena sakit kanker usus yang diderita sejak 2012.

Tidak banyak yang tahu tentang profil Kim, selain bahwa dia adalah lulusan UCLA jurusan Computer Graphics & Video. Keduanya bertemu di AS dan memutuskan untuk menikah pada 1984.

Kim sempat melawan penyakit tersebut dengan kemoterapi dan melakukan operasi. Semenjak didiagnosa mengidap kanker usus, Lee selalu berusaha untuk mendampingi istrinya setiap hari.

Bahkan, efek dari sakit yang diderita membuat Kim alergi terhadap matahari. Lee pun sampai membelikan rumah di Los Angeles, AS agar tetap bisa berdekatan dengan anak-anak mereka yang bersekolah di sana.

Selama berkarir di dunia hiburan Korsel, Lee kurang lebih sudah menerima 32 penghargaan. Yang terbaru adalah Best Marketer Award 2017 dari Kotler Awards dan pada tahun yang sama menerima 2016 Youngsang Diplomat Award. 

Meski sudah tidak terlalu aktif lagi menangani para artis S.M. Entertainment, tapi Lee tetap menjadi sosok yang dianggap sangat berjasa dalam membuat K-pop menjadi dikenal di seluruh dunia seperti sekarang. 

Tag : korea selatan, hiburan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top