Bank Mandiri Buka Program Magang

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School (STIE IBS) mengembangkan program magang tenaga kriya untuk belajar di sekolah tinggi tersebut, sekaligus penempatan magang di berbagai unit kerja Bank Mandiri selama 1-3 tahun.
Ilman A. Sudarwan | 07 Mei 2018 17:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School (STIE IBS) mengembangkan program magang tenaga kriya untuk belajar di sekolah tinggi tersebut, sekaligus penempatan magang di berbagai unit kerja Bank Mandiri selama 1-3 tahun.

Pejabat Eksekutif Kepatuhan Bank Mandiri Agus Dwi Handaya mengatakan, kerja sama tersebut memberi peluang yang lebih baik kepada tenaga kriya dalam membangun kompetensi serta meningkatkan karier.

“Untuk mendapatkan kesempatan ini setiap tenaga kriya akan melalui proses seleksi internal terlebih dahulu. Setelah hasil seleksi itu, barulah calon yang paling unggul akan mengikuti proses seleksi mahasiswa baru sesuai ketentuan yang berlaku di IBS,” katanya, Senin (7/5/2018).

Selain membuka kesempatan magang, kerja sama antara kedua belah pihak juga memungkinkan para tenaga ahli Bank Mandiri untuk mengajar sebagai dosen tamu di IBS. Hal ini, menurut Agus, akan menambah kompetensi lulusan karena akan langsung mendapatkan ilmu dari praktisi perbankan.

Ketua STIE Indonesia Banking School Subarjo Joyosumanto menilai saat ini para pelaku industri perbankan harus lebih adaptif terhadap perubahan yang terjadi.

“Kalau untuk bisnis prinsipnya adalah change or die, tetapi kalau untuk perbankan, prinsipnya saat ini adalah adapt or retire,” katanya.

Menurutnya, perubahan tidak hanya dari segi efisensi dan memanfaatkan teknologi saja, tetapi juga pada elemen sumber daya manusia perusahaan. Saat ini, mayoritas pekerja yang ada di industri, termasuk perbankan, adalah generasi milenial yang memiliki karakteristik tersendiri.

“Generasi milenial ini sangat bebas, mereka terbiasa dengan gawai. Menurut penelitian, mereka hanya bisa fokus mengerjakan satu hal dalam 18 menit saja, tetapi [kelebihannya] mereka produktif dan suka berteman,” katanya.

Pemimpin perusahaan, lanjutnya harus mampu beradaptasi dengan kondisi ini. Mereka tidak hanya dituntut menjadi manajer dan pengelola risiko yang baik, tetapi juga harus bisa menjadi pemimpin yang mampu mengadaptasi perubahan-perubahan, serta memiliki sisi wirausaha yang baik.

Tag : bank mandiri
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top