Ketika ATM Berkilau Emas

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang belum diketahui kapan pulihnya, semua orang tentu ingin sebuah kepastian dalam berinvestasi. Kepastian mutlak bisa jadi tidak akan Anda peroleh.
Inria Zulfikar | 21 September 2018 15:06 WIB
Logam Mulia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—"Mesin ini akan merevolusi proses jual beli logam mulia dan perhiasan."

Kedengarannya seperti isapan jempol. Juga sombong. Namun Sanjeev Agarwal tidak sedang main-main. Saat itu dia adalah Direktur Eksekutif Kelompok Gitanjali. Kelompok Gitanjali adalah perusahaan perhiasan terbesar berbahan baku berlian dan logam-logam mulia di dunia.

Mesin apa yang dimaksud?

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang belum diketahui kapan pulihnya, semua orang tentu ingin sebuah kepastian dalam berinvestasi. Kepastian mutlak bisa jadi tidak akan Anda peroleh.

Namun rasa aman dalam jangka panjang  tentu salah satu dari sederet pertimbangan sebelum seseorang membenamkan dananya untuk berinvestasi di ‘zaman edan’ dewasa ini.

Untuk urusan ini, kilau emas tampaknya kian sulit dilawan. Ia semakin mudah diperoleh layaknya Anda mengambil uang tunai dari ATM. Ya, sesederhana itu berinvestasi dengan emas.

Bila dibandingkan dengan cara berinvestasi secara online yang bersifat real time, membeli emas melalui ATM tersebut terkesan ketinggalan zaman. Namun dipandang dari keberadaan ATM sebelumnya yang lebih banyak berbasis untuk melayani transaksi uang tunai dan nontunai, kehadiran ATM emas merupakan terobosan baru yang menarik perhatian.

Beberapa negara sudah mengoperasikannya. Tidak tertutup kemungkinan Indonesia juga akan mengikuti tren dunia tersebut. Soal keamanan? Mungkin masalah ini yang tengah dikaji secara intensif oleh para calon penyedia jasa di pasar domestik.

Hasil studi kelayakan yang komprehensif bisa saja tidak merekomendasikan dibukanya layanan ATM emas, karena berbagai faktor dan kerawanan, teruma masalah keamanan. Untuk itu tidak ada salahnya mengintip strategi dan jurus para penyedia jasa tersebut di negara-negara lain.

Gebrakan Pertama

Apa yang membuat mereka pede mengoperasikan layanan semacam itu. Bila India saja mampu, kok kita tidak bisa. Apalagi investasi emas di Tanah Air makin diakrabi.   

Belajarlah kepada kelompok usaha Gitanjali bagaimana mereka berbisnis.  Mereka termasuk yang pertama dalam meluncurkan mesin ATM  yang mengeluarkan berlian serta uang emas dan perak.

Tak ayal, mesin tersebut sudah menjadi toko otomatis bagi mereka yang ingin membeli perhiasan, medali, dan uang emas.  

Sejak pertama, Agarwal optimistis mesin-mesin ATM perhiasan ini bisa menjawab kebutuhan warga India atas logam-logam mulia.

Apa yang membuat Agarwal tertarik dengan ATM emas? India memiliki pasar yang khas karena logam mulia diperjualbelikan sebagai perlengkapan tradisi dalam hari-hari besar tertentu.

Itu bukan omong kosong. Pasalnya, Dewan Emas Dunia menyebut negara itu merupakan konsumen emas terbesar di dunia. Pernah tercatat lebih dari 900 juta ton emas diperjualbelikan di negeri berpenduduk lebih dari satu miliar orang itu.

Mesin ATM unik tersebut sudah beroperasi di pusat kota Mumbai dan melayani jumlah pelanggan yang cukup besar. Mesin tersebut menawarkan hampir 40 produk, mulai dari koin emas seberat 10 gram dengan gambar Dewi Kekayaan Hindu hingga anting-anting bertatahkan berlian.

Kemudian tren ATM emas juga merambah China, konsumen kedua terbesar. Kepopuleran emas membuat masyarakat negara itu  berbondong-bondong membeli emas. Peluang bisnis menggiurkan ini disabet oleh Gongmei Gold Trading yang merupakan inisiator pembuatan mesin tersebut.

Cara mengambil dan menggunakan nya pun sangat mudah seperti halnya mengambil ATM uang. Para konsumen hanya tinggal memasukan kartu atau uang tunai ke alat tersebut, kemudian tinggal memilih jenis emas yang akan dibeli, lalu dengan sekejap keluar emas yang dibeli.

Konsumen bisa membeli emas sampai seberat 2,5 kilogram dalam bentuk batangan. Anjungan tersebut juga memberikan servis lain berupa informasi terkini harga emas sesuai dengan harga riil pasar. 

Alat akan memperbarui sendiri setiap 10 menit mengikuti harga riil.  Emas batangan yang keluar dari mesin akan disertai barcode penanda.

Uni Emirat Arab (UEA) lebih awal memperkenalkan aksi ‘gold rush’ gaya baru tersebut. Otoritas pariwisata Abu Dhabi benar-benar merealisasikan janjinya untuk selalu memanjakan turis mereka yang sebagian besar dari kalangan atas. 

Berlokasi di Hotel Emirates Palace, ATM emas pertama itu membuat hotel yang berinvestasi di emas tidak perlu membatalkan liburan mereka demi menarik atau membeli komoditas tersebut. 

Ide ATM emas ini berasal dari pebisnis Jerman, Thomas Giessler yang memilih Abu Dhabi karena atmosfer kaya raya emirat tersebut. Geissler berharap mesin yang diberi nama Gold to Go itu akan menyatu dengan budaya investasi Arab yang erat dengan perdagangan emas.

Tag : emas
Editor : Inria Zulfikar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top