Iluni UI dan RSCM Galang Kemanusiaan di 3 Wilayah Sulteng

Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Pusat Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM), Komunitas Biduan, Bale Nusa Indonesia dan Gala Dana Palu Sigi dan Donggala, melakukan kegiatan kemanusiaan di tiga wilayah terdampak bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Mia Chitra Dinisari | 01 November 2018 14:59 WIB
Warga korban gempa memilih baju-baju bekas yang berasal dari sumbangan, di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018). - Reuters/Athit Perawongmetha

Bisnis.com, JAKARTA - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Pusat Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM), Komunitas Biduan, Bale Nusa Indonesia dan Gala Dana Palu Sigi dan Donggala, melakukan kegiatan kemanusiaan di tiga wilayah terdampak bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kegiatan pengumpulan dana ini diprakarsai oleh Triawan Munaf dan Loemongga Kartasasmita dengan melibatkan banyak relawan, termasuk musisi yang memberikan konser gratis sebagai bagian pengumpulan dana.

Selain itu, ILUNI UI juga mengirimkan bantuan logistik berupa bahan makanan dan kebutuhan hidup para penyintas bencana di titik-titik pengungsian. Antara lain di sekitar kota Palu, desa Bangga-kabupaten Sigi; desa Lende dan Lende Tovea di Sirenja, serta desa Apemaliko di Sindue, kabupaten Donggala.

Selain itu, ILUNI UI juga sedang menyelesaikan pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terkena bencana yang saat ini masih tinggal di tenda tenda darurat.

“Dukungan psikososial awal untuk para penyintas bencana di tahap tanggap darurat, juga diberikan dengan menyasar pada kelompok rentan, anak-anak dan balita, wanita dan ibu hamil, orang tua dan para penyandang disabilitas,” jelas Ketua ILUNI UI sekaligus Koordinator Program Community Development untuk Palu, Sigi dan Donggala, Endang Mariani dalam siaran persnya.

Dia menjelaskan, bantuan pertolongan pertama psikologis (Psychological First Aid) diberikan dengan mengacu pada prinsip-prinsip dasar yang utamanya memberikan rasa tenang, aman dan nyaman pada para penyintas bencana, setelah mereka mengalami kejadian traumatis, yang menyebabkan sebagian besar dari mereka terpaksa kehilangan rumah tinggal, harta benda dan bahkan orang-orang tercinta.

Oleh karena itu, berbagai kegiatan pendampingan psikososial dan psikoedukasi diberikan dengan melibatkan para alumni UI yang memiliki berbagai latar belakang yang berbeda. Bukan hanya mereka yang berasal dari bidang ilmu psikologi, tetapi juga medis, ilmu sosial dan perilaku, teknik, dan bahkan ilmu-ilmu murni.

“Di bidang pendidikan, sementara sekolah-sekolah belum bisa berfungsi normal, kami juga akan menurunkan para alumni Gerakan UI Mengajar (GUIM), yang memiliki kemampuan memberikan metode pengajaran kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak di sekolah-sekolah darurat yang didirikan oleh pemerintah maupun elemen masyarakat lain,” papar Endang Mariani.

Dirut RSCM dr. Lies Dina Liastuti, Sp.JP (K), MARS menjelaskan, selama menjalankan program UI Peduli, tim RSCM/FKUI telah melakukan berbagai kegiatan berupa triage bencana, operasi, layanan gawat darurat, transportasi dan mobilisasi pasien, perawatan pasien, pertolongan bayi—termasuk bayi prematur, konsultasi poliklinik, dukungan kesehatan jiwa, serta pelatihan-pelatihan untuk staf rumah sakit, di samping layanan kesehatan di kantong-kantong pengungsian.

“Selama masa tanggap darurat di Sulawesi Tengah, tidak kurang dari 74 tenaga medis RSCM/FKUI, yang terbagi dalam empat tim, dengan obat-obatan lengkap dan alat kesehatan yang mendukung, diterjunkan,. Selain dokter-dokter spesialis Instalasi Gawat Darurat, Tim Reaksi Cepat, ortopedi, bedah umum, penyakit dalam, anak, kebidanan dan kandungan, serta anestesi, sejumlah perawat ruang operasi, radiografer, analis laboratorium, ahli sterilisasi alat medis dan farmasi terlibat ” ungkap dr. Lies Dina Liastuti, Sp.JP (K), MARS., Direktur Utama RSCM.

Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono, menjelaskan bahwa, ILUNI UI, yang mendapat kepercayaan mengelola sebagian dana dari hasil Konser Gala Dana 100 Biduan dan 100 hits untuk Palu, Sigi dan Donggala, merencanakan memberikan bantuan dalam bentuk fisik, yaitu pembangunan antara atau hunian sementara, sekolah darurat, sarana air bersih dan listrik, serta bangunan komunitas yang dibutuhkan.

“ANTARA, hunian sementara, yang kami bangun merupakan rancangan teman-teman alumni arsitek UI. Konsep dasarnya adalah untuk mengembalikan kehidupan masyarakat penyintas bencana yang saat ini masih tinggal di tenda-tenda darurat komunal, agar dapat segera kembali ke kehidupan normal dalam keluarga. Sistem knock-down modular yang digunakan, memungkinkan ANTARA digunakan untuk bangunan fungsional lain, saat hunian tetap sudah memungkinkan untuk dibangun” papar Arief Budhy Hardono.

Tag : sulteng, iluni ui
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top