Kisah 5 Sekawan Sukses Raup Omzet Ratusan Juta dari Jualan Dompet Kulit

Bermula dari tugas akhir perkuliahan, lima sekawan ini sepakat merintis bisnis aksesori berbahan dasar kulit yang kemudian diberi label Voyej.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 13 Desember 2018  |  11:52 WIB
Loading the player ...
Produk dompet berbahan dasar kulit dari label Voyej - BisnisTV/Adam Rumansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Bermula dari tugas akhir perkuliahan, lima sekawan ini sepakat merintis bisnis aksesori berbahan dasar kulit yang diberi label Voyej. Kini, brand lokal Voyej sukses berkembang dengan pemasaran produk ke sejumlah mancanegara dan meraup omzet ratusan juta rupiah per bulan.

Adalah Yossi Permana, Stephen Khrisna Lucas, Oktavianus Andika, Ivan Ariwibowo, dan Aradea Respati. Mereka lima sekawan yang memulai perencanaan bisnis pada 2010 dan meluncurkan Voyej pada 2011.

Ide bisnis aksesori berbahan dasar kulit ini sendiri muncul karena melihat tren denim yang berkembang ketika itu. Kelimanya sepakat untuk menyasar segmen produk komplementer dari denim.

Yossi Permana Putra, Co-Founder Managing Director PT Lima Mahakarya Abadi (Voyej), mengatakan Voyej memiliki keunikan dari bahan baku kulit yang digunakan yakni vegetable tanned leather.

“Uniknya produk dengan bahan baku kulit jenis ini, semakin lama penggunaannya maka akan mengalami perubahan warna,” ujar Yossi, baru-baru ini.

Dengan modal awal sekitar Rp37 juta, Voyej memulai pemasaran dari komunitas. Kemudian mereka memperluas pasar melalui daring pada sosial media dan website. Awalnya, omzet yang dikantongi berkisar Rp20 juta, kini Voyej telah mampu meraup omzet hingga Rp500 juta per bulannya pada 2018.

Produksi Voyej dibuat oleh pengrajin di Yogyakarta dan pilihan produk kini semakin bervariasi. Dari dompet, tas, kalung hewan peliharaan, dan lainnya. Rentang harganya mulai dari Rp90.000 hingga Rp1,5 juta.

Seiring perkembangan bisnis, Yossi mengakui masih ada berbagai tantangan yang dihadapi. Dari sisi inovasi produk hingga manajemen sumber daya manusia. Di sisi lain, edukasi untuk pengguna terkait keunikan produk kulit Voyej juga menjadi tantangan. Terkait aspek perawatan, pihaknya juga terus berupaya melakukan edukasi.

“Kami ingin mengembangkan pasar, sesuatu yang baru pada 2019. Untuk marketing, bisa juga mencari partner strategis baru. Intinya kami ingin membuat bangga Indonesia, kalau Indonesia punya brand lokal yang kualitasnya internasional, gol-nya itu,” papar Yossi.

Lebih lanjut, Yossi berbagi tip bagi masyarakat yang ingin memulai usaha. Menurutnya diperlukan perencanaan dan pemahaman yang baik tentang pasar yang dituju. Namun, jangan tertahan dengan modal dan ide yang mentok sehingga tidak melangkah.

“Networking ketika mulai usaha itu penting. Jadi marketnya tahu, produknya tahu, punya kenalan untuk mempercepat penetrasi pasar,” tutup Yossi

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wirausaha, entrepreneur, inspirasi bisnis

Editor : Siti Munawaroh

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top