Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Edukasi Duit: Pilih Mana, Sewa Ruko atau Cicil Ruko?

Konon, Indonesia itu kekurangan pengusaha. Kurang entrepreneur yang punya jiwa membangun kewirausahaan. Padahal, di sini ada kementerian yang khusus mengurusi usaha, mikro, kecil, dan menengah.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  13:00 WIB
Goenardjoadi Goenawan. - Bisnis/swi
Goenardjoadi Goenawan. - Bisnis/swi

Bisnis.com, JAKARTA — Konon, Indonesia itu kekurangan pengusaha. Kurang entrepreneur yang punya jiwa membangun kewirausahaan. Padahal, di sini ada kementerian yang khusus mengurusi usaha, mikro, kecil, dan menengah.

Pertanyaannya, mengapa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlihat tidak banyak berkembang? Satu yang menjadi alasan, pelaku UMKM cenderung fokus pada profit dan menghabiskan uang untuk membayar sewa kios.

Hal ini cenderung berbeda dengan pebisnis restoran atau bisnis yang relative bermodal besar yang tidak pernah berpikir mengenai hal itu. Mereka tidak menghitung biaya cicilan kios atau ruko.

Justru, sebagian dari mereka cenderung memiliki ruko atau kios. Mereka memilih mengakses kredit atau pinjaman ke bank, lalu untuk membayar cicilan ruko.

Setelah dinilai bisnis restoran tidak menjanjikan, ruko atau kios bisa mereka jual. Harganya sudah naik beberapa kali lipat dibandingkan dengan saat pertama kali ditawarkan. Pebisnis memeroleh untung dari selisih penjualan ruko itu.

Kalau sekarang? Satu yang menarik adalah berkembangnya layanan antar melalui Go-Food, Grab-Food, dan lainnya. Sekarang era yang berkembang yang jual beli secara online melalui aplikasi.

Baca Juga : Era Bubble Produk

Penjual tidak lagi menyewa ruko atau kios. Cukup masak dari rumah, lalu penawarannya lewat Go-Food atau Grab-Food atau jasa antar lainnya.

Bagi pelaku UMKM, tentu saja ini menjadi terobosan baru. Peluang bagi UMKM untuk berkembang terbuka. Ongkos yang dikeluarkan pun tidak sebesar ketika harus sewa ruko.

Secara tidak lansgung, bisnis makanan berbasis aplikasi itu bisa mengatasi ketimpangan. Tapi bagi yang besar, memang mereka bisa memanfaatkan dua-duanya. Tetap sewa ruko, juga buka melalui aplikasi. Untungnya dua kali lipat.

Jadi, kalau Anda memang niat bisnis kuliner, makanan, atau minuman, pastikan dulu memang pasar yang disasar. Kalau memang marketnya ramai melalui aplikasi ya cukup dari rumah saja.

Tapi kalau memang menyasar segmen tertentu, Anda bisa cicil kios di mal atau ruko. Menguntungkan? Jelas, karena kalau dijual, untungnya ya dari harga ruko atau sewa ruko yang terus naik.

Penulis

Ir Goenardjoadi Goenawan, MM

Motivator Uang.

Penulis buku seri Money Intelligent, New Money, dan New Money: Riba Siapa Bilang?

Untuk pertanyaan dan informasi buku terbaru, bisa diajukan lewat: goenardjoadigoenawan@gmail.com

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Edukasi Duit
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top