Perjalanan Panjang Wanita Visioner, Kiran Mazumdar-Shaw

Untuk mencapai kesuksesan, menjadi seseorang yang visioner adalah prasyarat bagi seorang individu selain kerja keras, ketekunan, dan dedikasi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 April 2019  |  10:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk mencapai kesuksesan, menjadi seseorang yang visioner adalah prasyarat bagi seorang individu selain kerja keras, ketekunan, dan dedikasi.

Kiran Mazumdar-Shaw, chairperson dan  managing director Biocon Limited menjadi salah satu miliarder yang memiliki prasyarat tersebut.

Dia menyatakan sebelumnya, “Saya berhasil melakukan banyak hal dengan akal sehat, tekad dan keberanian yang bodoh. Teruslah berusaha menemukan model yang berbeda dan jangan hanya mencoba melakukan apa yang dilakukan orang lain. Dari situlah inovasi berasal.”

Berikut ini adalah kisah sukses dari Kiran Mazumdar-Shaw, seperti dikutip dari successsory.com:

Masa muda

Kiran Mazumdar lahir pada tanggal 23 Maret 1953 di Bangalore, India. Ayahnya, Rasendra Mazumdar bekerja sebagai Kepala pembuat bir di United Breweries. Kiran lulus dari Sekolah Menengah Bishop Cotton Girls, Bangalore pada tahun 1968. Ia kemudian masuk di universitas Mount Carmel College  dan mengambil jurusan Zoologi. Kiran lulus pada tahun 1973.

Ayah Kiran adalah seorang yang visioner. Ia menasihatinya untuk belajar Ilmu fermentasi dan melatih Kiran untuk menjadi seorang pembuat bir. Pada saat itu, seorang wanita tidak umum menjadi seorang pembuat bir. Kiran memulai perjalanan karirnya dengan keyakinan dan nasihat ayahnya.

Kiran pindah ke Australia untuk belajar pembuatan malt dan bir di Federation University. Dia adalah satu-satunya wanita di kelas itu. Pada tahun 1975, Kiran lulus sebagai masterbrewer. Setelah meraih gelar tersebut, Kiran bergabung sebagai trainee di Carlton dan United Breweries. Dia juga dilatih sebagai maltster di Barrett Brothers dan Burston di Australia.

Setelah mendapatkan pengalaman yang cukup di Australia, ia kembali ke India. Tetapi dia kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan di India, mengingat industri ini belum belum siap untuk menerima pekerja wanite.

"Industri pembuatan bir adalah industri yang didominasi laki-laki. Itu adalah benteng laki-laki,” ungkap Kiran, seperti dikutip BBC.

Antara tahun 1975 dan 1977, Kiran akhirnya menjadi Konsultan Teknis di Jupiter Breweries Limited di Calcutta dan Manajer Teknis di Standard Maltings Corporation, Baroda.

Perjalanan Sukses Kiran

Dengan sifat ambisiusnya, Kiran melihat bahwa tidak ada masa depan di India sebagai seorang masterbrewer, tidak seperti ayahnya. Kiran kemudian berencana pindah ke Skotlandia untuk bekerja sebagai masterbrewer.

Takdir datang menghampiri Kiran. Pendiri Biocon Biochemicals Limited yang berbasis di Cork, Irlandia, Leslie Auchincloss mencari pengusaha India untuk membantu Perusahaannya mendirikan anak perusahaan di India, Biocon Biochemicals Limited, yang berfokus pada produksi enzim untuk industri pembuatan bir, pengemasan makanan, dan tekstil.

Kiran mengatakan dia tidak gentar dengan transisi dari industri pembuatan bir ke industri bioteknologi.

"Jika Anda berpikir tentang pembuatan bir, itu adalah bioteknologi. Dan saya akan mengatakan bahwa saya adalah ahli bioteknologi dalam hati. Jadi apakah saya mengfermentasi bir atau mengfermentasi enzim, teknologinya pada dasarnya sama," ungkapnya.

Ini adalah awal dari perjalanan Kiran. Kiran merelakan pekerjaan di Skotlandia dan mengambil tawaran Auchincloss. Belum genap enam bulan Kiran bekerja, Auchincloss memberikan pelatihan untuk menjadi manajer di Biocon Biochemicals Limited di Irlandia.

Setelah mempelajari model bisnis di Irlandia, Kiran kembali ke India untuk mendirikan cabang di sana. Pada tahun 1978, Kiran mendirikan Biocon India dengan modal hanya INR 10.000. Dia menjalankan perusahaan dari garasinya di Bangalore. Perusahaan patungan antara Auchincloss dan Kiran Mazumdar memulai operasi mereka di India.

Bisnis ini sama sekali belum terjamah oleh Kiran sebelumnya. Kiran kemudian menghadapi masalah pertama, yaitu pendanaan. Poin ini menjadi perhatian utama karena Biocon memiliki model bisnis yang belum teruji di India.

Tantangan teknologi untuk membangun bisnis biotek di India sangat besar. Dengan infrastruktur yang lemah seperti pasokan listrik yang tidak stabil, tidak tersedianya laboratorium steril, kualitas air yang unggul, peralatan penelitian impor dan staf yang berkualitas di India menjadi tugas yang berat bagi Kiran.

Proyek awal Kiran adalah ekstraksi papain dan isinglass. Papain adalah enzim pencerna protein yang diperoleh dari buah pepaya mentah dan digunakan untuk melunakkan daging. Isinglass diperoleh dari ikan lele tropis dan digunakan untuk menjernihkan bir.

Dalam satu tahun, Biocon menjadi perusahaan India pertama yang mengekspor enzim ke Amerika Serikat dan Eropa, tetapi kemajuannya melambat ketika Kiran terus menghadapi keraguan dan diskriminasi. Dia merasa sulit menemukan karyawan di India yang bersedia bekerja untuk seorang wanita.

Investor sama sulitnya untuk datang, dan beberapa vendor menolak untuk melakukan bisnis dengannya kecuali dia mempekerjakan seorang manajer pria. Namun demikian, perusahaan telah mulai menghasilkan keuntungan pada saat Auchincloss menjual sahamnya di Biocon India ke Unilever pada tahun 1989.

Imperial Chemical Industries membeli saham Unilever pada tahun 1997 tetapi akhirnya setuju untuk menjual sahamnya kepada suami Kiran, pengusaha tekstil John Shaw, yang kemudian bergabung dengan tim manajemen Biocon.

Pada tahun 2001, Biocon menjadi perusahaan India pertama yang memperoleh persetujuan dari Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA) untuk pembuatan molekul penurun kolesterol. Perusahaan kemudian berkembang secara pesat.

Laba melonjak

Laba melonjak lebih dari 42% pada tahun 2003. Setelah penawaran saham perdana yang sangat sukses pada tahun berikutnya, nilai pasar saham Biocon meroket, dan Mazumdar-Shaw, dengan hampir 40% kepemilikan saham, menjadi wanita terkaya di India.

Selama tahun-tahun selanjutnya, Biocon melanjutkan pekerjaannya yang luar biasa, Salah satu usaha Biocon yang paling terkenal adalah pengujian dan pengembangan produk insulin pertama yang dikonsumsi secara oral.

Selama karirnya, Kiran telah menerima sejumlah penghargaan. World Economic Forum memberi penghargaan sebagai "Pelopor Teknologi" pada tahun 2000, Ernst & Young menunjuknya sebagai pengusaha terbaik di bidang perawatan kesehatan pada 2002.

Selain itu, dia dinobatkan sebagai wanita pengusaha tahun 2004 oleh Economic Times. Pada tahun 2005 Kiran juga menerima Penghargaan Padma Bhushan, salah satu penghargaan sipil tertinggi di India, untuk usaha rintisannya dalam teknologi bioteknologi.
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tokoh bisnis

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top