Meraup Untung Renyahnya Bisnis Ayam Goreng, Omset Rp110 Juta Per Bulan

bisnis ayam goreng termasuk dalam bisnis "gurih" yang bisa dijajaki pebisnis kuliner.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  09:51 WIB
Meraup Untung Renyahnya Bisnis Ayam Goreng, Omset Rp110 Juta Per Bulan
Ayam goreng - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Seperti diketahui, jenis bisnis yang cenderung bertahan lama adalah kuliner.

Jenisnya bermacam-macam. Di Indonesia sendiri, dengan jumlah penggemar ayam terbanyak, maka bisnis ayam goreng termasuk dalam bisnis "gurih" yang bisa dijajaki pebisnis kuliner.

Salah satu pemain lokal yang ikut meramaikan bisnis ini adalah PT Proteindotama Cipta Pangan yang memiliki tiga brand kuliner ayam goreng di bawah naungannya yaitu C’Bezt Fried Chicken, BFC Duo dan BFC Expreez, serta Aa’ Raffi Fried Chicken. Perusahaan ini juga membuka peluang waralaba bagi mereka yang berminat menggelutinya.

Sejak berdiri pada tahun 2010, anak usaha dari PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk ini telah memiliki sekitar 2.000 gerai yang beroperasi di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan Timur Indonesia seperti Bali, Sulawesi, Kalimantan, Jawa Timur serta di Pulau Sumatera seperti Lampung dan Palembang. Terdiri dari 1.700 outlet C’Bezt Booth, dan 300 gerai C’Bezt Fried Chicken, BFC Duo, dan Aa’ Raffi Fried Chicken. Berbeda dengan BFC Expreez yang dibuka dalam bentuk booth atau gerobakan, brand lainnya dibuka dalam bentuk gerai atau resto.

Manager Marketing PT Proteindotama Cipta Pangan Tri Indah Lestari mengatakan ke depan pihaknya akan serius merambah kawasan Indonesia Barat dan akan menerima lebih banyak mitra di wilayah barat terutama untuk brand BFC Duo dan C’Bezt.

Dua brand tersebut, katanya, memiliki nilai investasi yang lebih kecil, apalagi jika hanya berupa booth seperti BFC Exprezz.  Untuk memulai bisnis BFC Expreez investasi awal yang dibutuhkan sebesar Rp16 juta. Sementara itu, untuk BFC Duo yang berbentuk mini resto dengan luas 60 meter hingga 75 meter, investasi awal sebesar Rp75 juta termasuk franchise fee 2 tahun. Menu makanan aneka ayam, ayam geprek, sosis, aneka snack, minuman, dan lainnya.

Adapun C’Bezt Fried Chicken berbentuk resto dengan luas sekitar 100 hingga 150 meter yang berisi berbagai makanan tidak hanya ayam, tetapi juga ada burger, nasi goreng, pasta, dan lainnya dengan nilai investasi sekitar Rp190 juta hingga Rp200 juta, termasuk franchise fee 5 tahun.

Untuk brand Aa Raffi Fried Chicken investasinya lebih mahal sebesar Rp300 juta untuk Jawa dan Jabodetabek, dan Rp330 juta untuk di luar Jawa, bentuknya dan lokasinya pun lebih besar sekitar 100 hingga 150 meter.

“Dana investasi tersebut sudah termasuk equipment interior, franchise fee tetapi belum termasuk biaya sewa tempat, pajak, perijinan, grand opening dan bahan baku awal. Tidak ada royalty fee ataupun manajemen fee dalam kerjasama ini,” terangnya.

Dalam hitungannya, perkiraan omset yang bisa didapat mitra setiap bulannya bisa mencapai Rp110 juta untuk brand C’Bezt dengan balik modal sekitar 19 bulan. Sementara untuk omset BFC Duo bisa mencapai Rp90 juta setiap bulannya dengan balik modal kurang lebih 10 bulanan sedangkan BFC Expreez omzet bisa mencapai Rp21 juta per bulan dengan BEP sekitar 3,5 bulan.

Dia juga mengatakan, pihaknya telah didukung oleh sister company PT.Ciomas Adisatwa sebagai supplier utama bahan baku fried chicken. Dengan demikian, pihaknya merasa yakin pengembangan bisnis ini karena supplai bahan baku utama yang tetap akan terjaga dan aman untuk dikonsumsi.

 “Tahun lalu kami sudah buka 35 outlet C’Bezt dan 40 outlet BFC Duo. Di tahun 2020 ini, target kami akan membuka 100 outlet C’Bezt dan 150 outlet BFC Duo dengan sebaran di seluruh Indonesia,” tuturnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ayam

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top