Mau Startup Anda Dilirik Angel Investor? Perhatikan Hal Ini!

Kalangan angel investor tak akan tanggung-tanggung menggelontorkan dananya kepada startup bila sudah 'jatuh hati' dengan skema bisnis perusahaan rintisan tersebut.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  04:31 WIB
Mau Startup Anda Dilirik Angel Investor? Perhatikan Hal Ini!
Ilustrasi startup. - olpreneur.com

Bisnis.com, JAKARTA - Perkembangan bisnis perusahaan rintisan (startup) di Tanah Air tidak lepas dari peran para pemilik modal yang turut membesarkannya.

Kejelian para investor malaikat (angel investor) dalam menyemai bibit-bibit startup potensial, ikut menentukan arah perkembangan ekonomi digital yang diyakini tumbuh makin cepat dengan hadirnya bisnis-bisnis baru. Salah satu diantara angel investor tersebut adalah CEO Bubu.com Shinta Dhanuwardoyo.

Perempuan yang masuk nominasi 99 Most Powerful Women versi majalah Globe Asia, dan Inspiring Women Honor Roll dari majalah Forbes itu dikenal sebagai mentor dari sejumlah startup dan aktif menjadi angel investor sejak lebih dari satu dekade lalu.

Sebagai pemain lama, ibu dari dua orang putri ini punya pertimbangan tersendiri saat memutuskan untuk menanamkan modalnya di suatu startup. Pertimbangan tersebut tentunya didasari oleh pengalamannya saat menjalankan Nusantara Ventures—perusahaan modal ventura di Indonesia yang didirikan pada 2011—serta lebih dari dua dekade membesarkan bubu.com.

Shinta menyebutkan, hal krusial dari suatu startup adalah sosok pendirinya. Menurutnya, suatu startup layak mendapatkan suntikan modal apabila digawangi oleh sosok yang memiliki jiwa kewirausahaan tinggi.

Shinta juga melihat bagaimana tim yang bekerja di balik startup. Jika tim tersebut terdiri atas individu yang mumpuni dan memiliki daya juang tinggi, dirinya tak ragu-ragu untuk menanamkan modalnya.

“Produk itu penting, tetapi yang paling penting itu adalah founder dan co-founder beserta timnya. Produk, apalagi berbasis teknologi itu jelas dapat dengan cepat berubah mengikuti perkembangan zaman. Tentu itu harus didukung oleh mereka yang ada di belakangnya,” katanya ketika diwawancarai oleh Bisnis.com belum lama ini.

Shinta mengaku hanya butuh waktu dua atau tiga kali pertemuan untuk mengetahui kualitas suatu startup, sebelum memutuskan soal suntikan modal.

Selain itu, sama seperti kebanyakan angel investor lainnya, Shinta hanya berinvestasi pada startup dengan visi dan model bisnis yang sesuai dengan dirinya, atau berhubungan dengan hal yang disukainya. Pasalnya, angel investor pada dasarnya berperan sebagai penyuntik modal, sekaligus sebagai mentor.

Shinta tidak menyebutkan secara spesifik jumlah startup yang sudah disuntik modal. Dia hanya merujuk pada salah satu startup yang sukses setelah mendapatkan mentoring dan permodalan adalah DOOgether, sebuah startup di bidang olahraga.

Dia juga enggan mengungkapkan soal keuntungan dari invetasi di startup. Namun, dia mengaku beberapa startup yang dikembangkannya hadir bukan di waktu yang tepat.

“Beberapa mungkin hadir telalu cepat atau kepagian. Akhirnya hasilnya menjadi tidak maksimal karena responnya tidak besar. Pada 1996 ketika bubu.com didirikan itu juga kepagian, saat internet belum berkembang,” tuturnya.

Saat ini, ekosistemnya sudah mendukung dan startup yang paling potensial untuk dikembangkan adalah yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan finansial.

Adapun, saat ini Shinta sedang mengembangkan startupIndonesia.co yang diluncurkannya pada Desember 2019. Platform itu dimaksudkan untuk menjembatani startup dengan individu-individu yang berminat menanamkan modalnya seperti angel investor serta perusahaan modal ventura.

“Selama ini pengembangan startup di Indonesia berjalan sendiri-sendiri. Harapannya dengan startupIndonesia.co sebagai gateway atau hub ini bisa menjadi lebih baik karena semuanya saling bersinergi,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investor, StartUp

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top