Ini 7 Kesalahan yang Bisa Menurunkan Penjualan

Untuk meningkatkan penjualan di bisnis Anda, maka dibutuhkan strategi yang tepat saat menghadapi klien.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 23 Februari 2020  |  01:48 WIB
Ini 7 Kesalahan yang Bisa Menurunkan Penjualan
Ilustrasi Strategi bisnis - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Penolakan dalam dunia marketing dan penjualan adalah hal yang acap kali terjadi. Namun penolakan bisa diminimalkan dengan menghindari berbagai kesalahan.

Kebanyakan sales & marketing melakukan kesalahan umum dan langsung ditolak oleh klien. Agar tidak ditolak secara mentah-mentah, maka sales bisa mencoba beberapa tips di bawah ini:

1. Pola pikir penjualan

Dekati klien Anda, dengan tidak berpikir bahwa Anda tidak berusaha mendapatkan sesuatu dari mereka. Namun, jadilah sebagai pemberi solusi bagi mereka.

Nada berbicara detik-detik pertama kepada klien sangat penting dan akan menjadi penentu hasil akhir. Jadilah seperti dokter yang mendiagnosa bahwa orang tersebut membutuhkan produk yang Anda tawarkan.

2. Menjadi pemaksa

Banyak tenaga penjualan yang terlalu putus asa sehingga melakukan pemaksaan. Bahkan jika Anda benar-benar menutup transaksi dengan cara ini, klien tidak akan merasa senang tentang transaksi atau tidak akan merekomendasikan Anda kepada orang lain.

3. Merasa tak setara

Mulailah hubungan dengan memposisikan diri Anda sebagai orang yang setara dan menetapkan batas dan harapan awal. Bersikaplah bahwa Anda dan klien adalah setara.

4. Membahas harga terlalu cepat

Prospek Anda peduli pada dua hal: nilai dan harga. Sebelum menjelaskan tarif Anda, Anda harus mengkomunikasikan nilai Anda dengan mengartikulasikan bagaimana solusi Anda bisa memecahkan masalah mereka.

5. Mengizinkan penundaan

Jika klien potensial mengatakan bahwa mereka perlu memikirkan produk yang Anda tawarkan. Alasan lain, seperti meminta untuk berbicara dengan mitra bisnis mereka, sebelum membuat keputusan. Maka itu biasanya karena mereka tidak yakin dengan kesepakatan yang bakal dibuat.

Tanyakan kepada mereka tentang keragu-raguan mereka secara langsung sehingga Anda dapat sampai pada inti masalah dan mengatasinya. Misalnya, jika mereka mengkhawatirkan harga, tawarkan untuk membantu mereka dengan opsi pembiayaan atau paket pembayaran.

6. Hati-hati dalam menceritakan klien terdahulu

Berhati-hatilah dalam mendiskusikan kisah sukses klien Anda yang lain. Mereka tidak tidak peduli dengan orang lain. Sebab klien Anda hanya ingin tahu apa yang dapat Anda lakukan untuk kebutuhan mereka, jadi teruslah mengobrol tentang mereka. Anda juga bisa melakukan komunikasi khusus menggunakan telepon.

7. Menyelesaikan transaksi dengan cara yang salah

Setelah klien memutuskan membeli produk Anda, maka Anda jangan duduk diam saja. Lakukanlah kontak fisik seperti jabat tangan untuk menegaskan penjualan. Ketika mereka mengulanginya, maka masuklah ke langkah berikutnya yakni mendiskusikan persyaratan.

Ketika Anda mencapai kesepakatan maka ucapkanlah selamat kepada klien baru Anda karena telah mengambil tindakan untuk meningkatkan kehidupan atau bisnis mereka. Mengatakan “selamat” alih-alih “terima kasih” maka akan menciptakan kesetaraan di antara Anda berdua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
marketing, peluang bisnis, marketing sales

Sumber : Entrepreneur.com

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top