Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Melirik Tren Bisnis Interior yang Kian Menjanjikan

Tren bisnis interior semakin berkembang dengan adanya berbagai aplikasi digital maupun media sosial yang memudahkan seseorang untuk mencari berbagai referensi melalui internet. Kondisi ini, mendorong para desainer untuk ikut serta menawarkan jasa mereka melalui layanan aplikasi digital, salah satunya melalui Media Arsitag.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 04 Maret 2020  |  06:10 WIB
Desain interior jendela - dokumentasi
Desain interior jendela - dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA - Tren bisnis interior semakin berkembang dengan adanya berbagai aplikasi digital maupun media sosial yang memudahkan seseorang untuk mencari berbagai referensi melalui internet.

Kondisi ini, mendorong para desainer untuk ikut serta menawarkan jasa mereka melalui layanan aplikasi digital, salah satunya melalui Media Arsitag.

Arsitag sendiri merupakan jaringan digital atau direktori online yang menampilkan gambar pekerjaan atau portfolio para arsitek dan desainer professional sekaligus dapat menghubungkan dan saling memberikan inspirasi mengenai tren desain interior.

Andre Wijaya, Desainer Interior WAI Architect yang juga tergabung dalam Arsitag.com mengatakan bahwa prospek jasa interior akan semakin meningkat dari tahun ke tahun sebab semakin banyak masyarakat yang menghargai pentingnya menciptakan ruangan yang nyaman dan indah dengan menggunakan jasa desain interior.

“Dengan adanya platform digital seperti Arsitag, akan semakin memudahkan para desainer untuk memperlihatkan portfolio dari karya-karya mereka kepada masyarakat,” ujarnya.

Walaupun di sisi lain, persaingan dalam bisnis interior akan semakin ketat, tetapi dia yakin bahwa setiap desainer memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing yang harus menjadi poin penting yang mendorong klien untuk menggunakan jasa mereka.

Menurut Andre membuat desain interior bangunan komersil akan lebih sulit dibandingkan dengan residensial karena aspeknya yang lebih luas sehingga harganya pun akan lebih mahal. Untuk bangunan residensial, seorang arsitek atau desain interior akan lebih mempertimbangkan keinginan atau gaya hidup klien untuk kemudian direfleksikan ke dalam desain.

Sedangkan untuk projek komersil, seorang desainer interior harus mempertimbangkan banyak hal. Mulai dari latar produk tersebut, visi dari brand, hingga target konsumen atau pengguna yang akan berinteraksi di dalam ruangan tersebut.

Namun, sambungnya, bukan berarti pula project residensial akan lebih mudah juga. Sebab, seorang desainer interior harus memahami aspek-aspek kecil dari owner yang harus dapat diterjemahkan dalam sebuah desain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Desain Interior
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top