6 Tips Memulai Bisnis Jastip

Berikut ini kiat-kiat menjalankan usaha jastip
JIBI
JIBI - Bisnis.com 09 Maret 2020  |  06:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis jasa titip atau jastip kini mulai digandrungi ketika era belanja online mulai menguasai pasar.

Mereka yang menggeluti bisnis yang satu ini, tidak perlu memerlukan modal besar dalam menjalankannya.

Usaha jasa titip barang alias jastip, menurut para pelakunya, tak sulit dijalankan. Asalkan konsisten dan gigih dalam mencari barang yang diinginkan konsumen, pasarnya akan terbentuk dengan sendirinya.

Ada banyak hal yang bisa menjadi objek jastip Anda. Anda bisa memberikan pelayanan jastip oleh-oleh daerah yang jarang ditemui di kota lain, produk busana eksklusif dari perancang, butik serta distro populer, perabotan dan aksesori rumah.

Anda juga bisa melakukan jastip merchandise artis luar negeri/lokal yang sedang mengadakan konser. Ada pula jastip tiket wisata, gadget terbaru yang diluncurkan terbatas atau sepatu buatan produsen lokal.

Berikut ini kiat-kiat menjalankan usaha jastip.

 1. Mencari barang yang sedang ngetren

Usaha jastip biasanya ramai ketika ada merek atau toko yang baru buka di suatu kota dan belum ada di kota lain. Biasanya permintaan produk dari toko tersebut akan tinggi dari kota lain.

2. Berfokus pada komunitas pasar tertentu

Orang-orang yang punya kegemaran spesifik, seperti penyuka musik Korea, anime Jepang, atau produk subkultur tertentu, biasanya berani membayar mahal untuk barang yang mereka inginkan. Biasanya mereka juga loyal kepada pemilik jastip yang bisa menemukan barang-barang unik dan eksklusif yang berkaitan dengan kegemaran mereka.

3. Harga transparan

Harga barang yang dijual oleh pelaku usaha jastip tentu lebih mahal daripada harga jual resmi di tokonya. Tapi konsumen rela membayar lebih mahal asalkan tetap masuk akal dan tak terlalu tinggi. Biasanya konsumen juga akan mengetahui harga asli barang yang dijual.

4. Memanfaatkan media sosial

Mempromosikan jasa titip paling efektif dan murah tentu melalui media sosial. Konsumen juga sudah terbiasa mencari pemilik jastip melalui Instagram, Facebook, atau Twitter.

5. Jangan takut membeli banyak barang

Beberapa pemilik jastip yang punya konsumen loyal berani mengeluarkan modal lebih untuk membeli barang stok meski tak ada yang memesan. Barang stok bisa dijual di marketplace yang daya jangkaunya lebih luas.

6. Memberikan pelayanan prima

Biasanya penyedia jastip harus mengirim barang yang ia beli ke pemesan. Pemilik jastip harus mampu mengemas barang pesanan secara layak dan aman agar pesanan sampai ke tangan pembeli dengan aman. Tak sedikit pemilik jastip yang juga menyediakan layanan tukar barang jika pesanan tak sesuai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jasa titipan

Sumber : Tempo.co

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top