Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Coba Cek, Apakah Anda Pekerja Keras atau Workaholic?

Apakah Anda doyan bekerja hingga senang melakukan lembur setiap saat? Apakah Anda juga sering bekerja pada akhir pekan?
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 02 April 2020  |  18:51 WIB
Coba Cek, Apakah Anda Pekerja Keras atau Workaholic?
Ilustrasi - Indiatimes
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pekerja keras dan workaholic memang sulit dibedakan karena keduanya sama-sama berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. Namun keduanya mempunyai perbedaan dalam menyikapi beban kerja yang menjadi tanggung jawabnya.

Bagaimana dengan seseorang yang kerjanya lembur terus atau di saat weekend masih berkutat dengan pekerjaan, apakah termasuk pekerja keras atau workaholic?

Berikut perbedaan dari dua istilah tersebut, seperti dikutip dari keterangan resmi yang dikirim portal pencari kerja Jobstreet.com.

1. Work Life Balance

Umumnya, pekerja keras dapat merealisasikan work-life balance. Mereka tahu kapan harus bekerja dan kapan harus istirahat. Oleh karenanya, pekerja keras menggunakan waktu liburannya untuk bersantai. Berbeda dengan workaholic yang saat liburan, masih berkutat dengan pekerjaannya.

2. Fokus

Saat bekerja, pekerja keras akan fokus dan sering tidak mau diganggu agar pekerjaannya cepat selesai. Beda halnya dengan workaholic, mereka mungkin akan serius, tetapi seringkali tidak sadar dan terbawa oleh suasana kantor atau rekan kerja yang suka ngobrol sehingga membuat kerjaannya jadi terhambat.

3. Terus Belajar

Seorang pekerja keras akan berusaha memperbaiki diri jika target belum sesuai. Mereka akan terus belajar untuk mencapai targetnya. Namun seorang workaholic, biasanya akan ambisius terhadap pekerjaannya yang justru akan membuatnya stress jika target tidak tercapai.

4. Lebih Efektif

Yang terakhir, jika dilihat dari waktu pengerjaan, pekerja keras akan lebih efektif memaksimalkan waktu. Oleh karenanya, kualitas yang dihasilkan lebih baik. Meski demikian, bukan berarti kualitas dari workaholic tidak bagus. Sebab, bisa saja kualitas kerja workaholic tidak kalah baik dibandingkan dengan si pekerja keras walaupun mungkin tidak seefektif dari pekerja keras.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pekerja job fair Tips Kerja
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top