ANGIN Lebarkan Bisnis Pembiayaan Melalui Danapati.id

Dikutip dari End Of Year Report 2019 ANGIN, pelaku usaha yang mendaftarkan permintaan pendanaan dari semua sektor usaha mencapai 2.410 portofolio bisnis.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 06 April 2020  |  02:40 WIB
ANGIN Lebarkan Bisnis Pembiayaan Melalui Danapati.id
Pengunjung melihat produk UMKM di Jakarta, belum lama ini. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Angel Investment Network Indonesia atau ANGIN tengah mengoperasikan Danapati.id sebagai upaya memperluas target pembiayaan bagi usaha mikro kecil menengah di Indonesia.

Dikutip dari End Of Year Report 2019 ANGIN, pelaku usaha yang mendaftarkan permintaan pendanaan dari semua sektor usaha mencapai 2.410 portofolio bisnis. Masih berdasarkan End of Year Report 2019 ANGIN, total anggota investor adalah 95 dengan rincian 63 bersifat individu, dan 32 adalah institusi pendana.

Managing Director Angel Investment Network Indonesia (ANGIN), David Soukhasing mengatakan tahun ini ANGIN akan memberikan suntikan dana sedini mungkin bagi startup sebagai upaya mendorong valuasi perusahaan rintisan menjadi lebih baik. Salah satu yang akan segera dirilis ANGIN adalah skema baru sumber pembiayaan untuk start-up berbasis UMKM khas Indonesia mulai Februari 2020 dengan nama Danapati.id.

"Dengan cara ini, penetrasi ANGIN mendorong UMKM daerah akan lebih mudah tersebar ke seluruh Indonesia," ungkap David saat dijumpai di kantornya beberapa waktu yang lalu

David mengklaim cara ini juga diyakini akan mendorong peningkatan valuasi perusahaan startup.

Pasalnya ANGIN selama ini menawarkan skema investasi yang aman dan terjangkau dimulai dengan nominal paling rendah Rp5 juta per tahun. Skema dana pemula ini pun diakui tidak mutlak berlaku di seluruh pelosok Indonesia.

Dia pun menjamin, untuk beberapa konteks khusus di luar Jawa, nilai investasi perdana bisa di bawah Rp5 juta. Hal ini mengingat tingkat aksesibilitas yang masih menjadi isu penting di daerah.

David menceritakan sejumlah strategi ANGIN dalam menilai valuasi perusahaan startup. Pasalnya, valuasi sebagai standar penilaian startup tidak bisa bersifat mutlak.

Sebaliknya cara penilaian valuasi harus mempertimbangkan sektor usaha, kualitas sosok pemimpin perusahaan, komponen tim dalam bisnis, sampai potensi pasar. Hal ini adalah upaya untuk menjamin valuasi dan kredibilitas perusahaan yang didanai oleh ANGIN.

 “Oleh sebab itu untuk mengukur valuasi, kami memiliki metode yang berbeda bagi setiap perusahaan, karena untuk startup ini tidak mudah. Anda tidak bisa membandingkan valuasi start-up pemula dengan Go-Jek misalnya, dan latar belakang CEOnya yang dulu Nadiem Makarim dari Harvard,” jelas David.

Sampai saat ini ANGIN bertugas sebagai jembatan antara investor dan pebisnis start-up melalui beberapa tantangan. Misalnya saja kendala dari sisi kepastian hukum, pajak, akses infrastruktur yang belum efisien di Indonesia membuat upaya ANGIN merekrut pendana tidaklah mudah.

 Meski demikian selama 5 tahun ANGIN masih harus berhadapan dengan minimnya pemahaman masyarakat tentang angel investor. Dia menyebut, literasi sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terutama bakal pelaku usaha terhadap angel investor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembiayaan, StartUp

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Gloria Fransisca Katharina Lawi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top