Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wanita Ini Sukses Kembangkan Warung Anak Medan dengan Manfaatkan Pembukuan Digital

Tantangan terbesar dalam memulai bisnis adalah kedisiplinan dalam mencatatkan pencatatan hingga pengelolaan bisnis.
Pedagang menggunakan aplikasi Youtab./istimewa
Pedagang menggunakan aplikasi Youtab./istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Nelam Sari Tanjung, perempuan muda asal Medan ini memberanikan diri untuk melepas karir nyaman di perbankan demi mewujudkan cita-cita masa kecilnya, membangun sebuah warung makan khas Medan.

Setelah delapan tahun menggeluti karir, Nelam memutuskan berhenti dan membuka warung pertamanya bernama Warung Anak Medan, di Blok M, pada 2019. Bersama sang Ibu, Nelam merintis usaha yang kini tengah bertumbuh cukup pesat itu.

Selama kurang lebih setahun mengembangkan bisnisnya,  wanita berusia 31 tahun ini kerap kali harus berjibaku dengan berbagai tantangan. Diantaranya pengelolaan, pembukuan dan strategi pengembangan bisnis kedepannya.

Tidak seperti saat bekerja di perbankan yang fokus pada satu tugas, sebagai pelaku usaha Nelam kini dituntut untuk bukan hanya telaten dalam menjalankan operasional warung, tetapi juga mengevaluasi produk dan dan terutama mampu menghitung kemajuan usahanya.

“Sebagai orang yang baru memulai bisnis, saya tidak memiliki pengalaman mengelola bisnis sehari-hari. Kadang ragu karena tidak ada validasi apakah usaha saya ini memang bertumbuh. Namun, pengalaman bekerja di perbankan sedikit banyak membuat saya mengerti pentingnya pencatatan transaksi dalam sebuah usaha, untuk menghitung untung rugi dan besarannya," ungkapnya.

Pencatatan Keuangan

Sebelum mengenal solusi teknologi dari Youtap Indonesia, Nelam bertumpu pada pencatatan manual yang sederhana tetapi hal tersebut ternyata cukup menyita waktu.  Belum lagi jika terjadi kesalahan dan lupa memasukkan data ke dalam buku. Hal ini membuat Nelam tidak dapat mengetahui dengan jelas perkembangan bisnisnya. Apakah keuntungan yang didapat selama sebulan sudah menutupi modal yang dikeluarkan.

“Dulu saya harus mencatat secara manual arus pemasukan dan pengeluaran penjualan saya. Belum lagi saya harus sangat hati-hati untuk menjaga buku, agar tidak hilang, rusak, dan sebagainya. Hal ini kurang sistematis. Jika memakai laptop akan terlalu merepotkan dengan kondisi di pasar. Namun dengan Youtap, semuanya jadi praktis, data baik pembayaran tunai maupun online langsung tercatat dalam ponsel saya," tuturnya.

Selain itu, seiring perkembangan teknologi, pemesanan makanan online dan pembayaran non-tunai pun turut berkontribusi besar pada perkembangan bisnis Nelam.

Terlebih, pada masa sulit pandemi Covid-19 seperti saat ini.  Kekhawatiran akan transmisi virus lewat media uang tunai membuat banyak konsumen Nelam yang saat ini lebih memilih untuk melakukan transaksi lewat pembayaran non-tunai.

“Berkat fitur penerimaan pembayaran dari Youtap,  saya dapat menerima segala bentuk pembayaran ) dengan mudah, pembeli bisa tetap merasa aman dan nyaman makan di sini,” lanjutnya.

Setelah memakai teknologi yang ditawarkan Youtap, banyak manfaat lain yang juga dirasakan Nelam. Bukan hanya pencatatan penjualan, transaksi non-tunai, tapi juga keluar masuknya arus kas yang bisa menjadi tolok ukur perkembangan usahanya tersebut.

Nelam juga memaksimalkan fitur katalog produk dengan memasukkan menu makanan yang ia jual untuk pencatatan penjualan. Dengan adanya semua teknologi ini, Nelam menjadi lebih mudah menganalisa perkembangan bisnisnya karena laporan harian akan dikirimkan otomatis lewat pesan WhatsApp.

Dia pun juga dapat melihat menu makanan apa saja yang banyak digemari oleh pembelinya dan bisa menyiapkan strategi untuk penjualannya. Kemudahan tersebut pun turut dirasakan oleh sang Ibu, Yun (54), yang dapat dengan mudah melakukan pembukuan hanya lewat telepon pintar.

Sementara itu, Herman Suharto, CEO Youtap Indonesia, mengaku sangat senang mengetahui bahwa teknologi yang dihadirkan dapat membantu dan mampu mendorong merchant untuk mengembangkan bisnisnya.

Selain pembukuan, laporan yang dikirim setiap harinya dapat menjadi insight, untuk membantu merchant mengambil keputusan bisnis selanjutnya. "Ke depan, kami akan terus mengembangkan fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan para merchant," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dewi Andriani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper