Angga Dwimas Sasongko : Workaholic Perlu Keseimbangan Hidup

Mengawali karier pada 2006 sebagai sutradara saat baru berusia 21 tahun membuat Sutradara Filosofi Kopi, Angga Dwimas Sasongko tak menampik dirinya adalah seorang workaholic yang membutuhkan keseimbangan hidup.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 27 April 2020  |  06:32 WIB
Angga Dwimas Sasongko : Workaholic Perlu Keseimbangan Hidup
Angga Dwimas Sasongko - instagram

Bisnis.com, JAKARTA – Bagi seorang pekerja kreatif yang workaholic, alias pekerja keras menerapkan keseimbangan antara hidup pribadi dan pekerjaan ternyata sangat penting mendorong kesehatan dan produktivitas.

Mengawali karier pada 2006 sebagai sutradara saat baru berusia 21 tahun membuat Sutradara Filosofi Kopi, Angga Dwimas Sasongko tak menampik dirinya adalah seorang workaholic yang membutuhkan keseimbangan hidup.

“Maka saya kita paling penting adalah self  consciousness. Saya workaholic.  Saya tahu sekali itu [work life balance] perlu lebih diatur. Kalau capek, ya berhenti. Kalau anxiety ya cari mekanisme untuk bertahan. Kenali diri dan jangan paksakan,” ujar Angga kepada Bisnis, beberapa waktu yang lalu.

Angga yang akhir tahun lalu sukses menyelesaikan film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) ini menegaskan pentingnya seseorang yang workaholic menikmati hidup. Apalagi orang yang punya pekerjaan lebih dari satu.

“Kita hidup sekali tanpa tahu kapan waktu berhenti untuk itu perlu dinikmati. Mengukur diri dan berani mengatakan "cukup

Pria yang lahir pada 11 Januari 1985 ini memang punya dua pekerjaan. Selain sebagai sutradara, Angga juga merupakan seorang pengusaha. Dia menjalankan dua bisnis dengan dua entitas dan core yang berbeda.

Pertama, adalah usaha entertainment yaitu rumah produksi Visinema Pictures. Entitas bisnis kedua adalah food and beverages, ritel kopi Filosofi Kopi.

“Keduanya saya menjabat sebagai CEO, maka yang saya lakukan pertama adalah membangun sistem dan kultur kerja yang sehat, tim yang cerdas dan kuat,” sambungnya.

Dengan prinsip tersebut, sahabat dekat penyanyi Glenn Fredly ini belajar mendelegasikan pekerjaan, pengambilan keputusan yang strategis dan tersentralisasi. Hal itu pun membuat Angga masih tetap bisa mengurus kehidupan rumah tangga, misalnya mengantarkan anak ke sekolah, berinteraksi dengan sahabat, melakukan hobi yaitu traveling maupun berlayar.

“Maka karena saya bukan pekerja bebas waktu, saya jadi punya jadwal yang sangat ketat. Kapan bekerja, kapan istirahat, berapa lama rata-rata waktu per meeting, saya dibantu seorang executive assistant dan personal assistant,” tuturnya.

Angga yakin metode pembagian kerja termasuk memiliki asisten bisa membantu menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi lebih lancar.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pengusaha, sutradara

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top