7 Pelajaran tentang Keuangan yang dapat Dipetik dari Pandemi

Pelajaran finansial terpenting dari pandemi
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 08 Mei 2020  |  23:30 WIB
7 Pelajaran tentang Keuangan yang dapat Dipetik dari Pandemi
Tips Keuangan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA— Semua orang di seluruh dunia, khususnya mereka yang terdampak langsung oleh pandemi Covid-19 menyuarakan keresahan yang serupa.

Kondisi keuangan mereka terancam. Dalam beberapa pekan saja dunia seperti terputar balik. Pasar global merosot, orang-orang kehilangan pekerjaan, dan yang lebih penting puluhan ribu nyawa melayang.

Sepanjang periode ini, banyak orang mendapati dirinya duduk di rumah, bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang dapat mereka lakukan untuk mengubah keadaan dan mempengaruhi keputusan di masa depan.

Secara finansial, krisis ini memberikan pelajaran yang adil, dengan cara tersulit. Namun kita tidak perlu berkutat dengan penyesalan dan harus lebih bertekad daripada sebelumnya.

Dilansir melalui entrepreneur.com, hal apa saja yang telah kita pelajari selama pandemi ini?

1. Terlalu percaya diri menyebabkan pengambilan keputusan keuangan yang buruk


Belum lama ini, pasar sempat mencapai puncaknya sementara pengangguran mencapai titik terendah. Segalanya tampak baik.

Tetapi semuanya berubah, dan itu memperlihatkan fondasi keuangan yang rapuh.

Terlalu percaya diri menyebabkan pengambilan keputusan keuangan yang buruk dan memicu sikap agresif di beberapa bidang sementara mengabaikan yang lain. Kita harus lebih bijaksana.

2. Setiap orang membutuhkan dana darurat

Pakar keuangan telah menekankan pentingnya dana darurat. Mengapa? Karena darurat keuangan bukan masalah "jika" tetapi "kapan."

Berapa yang harus Anda tabung? Art Rainer, penulis kontributor, menyarankan untuk menyisihkan dana sebesar biaya hidup selama tiga hingga enam bulan, tergantung pada berapa banyak kebutuhan dan penghasilan.

3. Mencari sumber pendapatan tambahan ternyata penting


Apa yang telah diajarkan oleh krisis kepada kita adalah bahwa pendapatan tambahan tidak hanya dapat membantu kita mencapai tujuan keuangan kita ketika masa-masa baik, tetapi mereka juga dapat membantu kita di masa-masa krisis.

4. Hindari utang

Selama masa keuangan yang ketat, beban terasa lebih berat. Kita memiliki lebih sedikit uang untuk membayar tagihan, dan akumulasi biaya keterlambatan dan bunga membuat utang semakin besar. Hutang benar-benar tidak menyenangkan.

5. Tidak semua orang dapat menabung untuk hari tua


Volatilitas di pasar keuangan selama membuat orang menjadi lebih rentan untuk membuat keputusan yang tergesa-gesa.

Ketika pasar bullish, orang-orang akan menjadi terlalu percaya diri. Namun di saat pasar bearish, emosi akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan investasi.

Kunci sukses menabung jangka panjang atau investasi pensiun adalah disiplin dan berpikir pola jangka panjang.

6. Margin finansial adalah kunci

Kita harus belajar untuk mempertahankan standar hidup kita saat ini meskipun saat nanti penghasilan kita meningkat.

Dana darurat, hidup bebas hutang, dan tabungan pensiun hanya dapat dicapai jika kita sudah memiliki margin finansial, tidak bisa hanya mengandalkan hidup paycheck-to-paycheck.

7. Kemurahan hati dapat mengubah hidup


Kita sudah menyaksikan sendiri dampak dari tindakan murah hati, sekecil apapun, terhadap orang-orang sekitar.

Apa yang bisa kita lakukan dengan sumber daya yang dimiliki sangat bermanfaat. Baik bagi penerima, maupun pemberinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tips keuangan, Virus Corona

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top