Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pentingnya Optimalisasi Industri Mebel dari Hulu ke Hilir

Indonesia kaya akan rotan dan kayu yang tak bisa diekspor mentah, maka penting kebijakan pemerintah dari hulu ke hilir untuk optimalisasi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 10 Mei 2020  |  15:01 WIB
Pentingnya Optimalisasi Industri Mebel dari Hulu ke Hilir
Pelaku usaha mebel memamerkan produknya. - ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha mebel menilai kebijakan pemerintah dalam mendorong industri mebel Indonesia belum maksimal dan tingkat efektivitas perlu dikaji lebih lanjut.

Direktur Keuangan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), Sutrisna mengatakan WOOD Indonesia masih perlu belajar dari beberapa negara yang sukses melakukan ekspor produksi hasil kayu dengan mendorong produk unggulan.

Wang menjelaskan, Indonesia memiliki potensi sumber kehutanan yang sangat besar, buktinya, untuk produksi hardwood saja Indonesia masuk 3 besar di dunia. Namun Wang menilai belum ada sinkronisasi industri mebel dari hulu ke hilir seperti pemain tingkat dunia, salah satu yang sukses adalah Vietnam.

“Indonesia perlu belajar karena kaya akan kayu yang belum dimanfaatkan. Misalnya rotan dan kayu tak bisa diekspor mentah, maka penting hulu ke hilir dengan optimal dan pemerintah bisa menata produknya sampai jadi unggulan,” tutur Wang kepada Bisnis, beberapa waktu yang lalu.

Secara rinci, Wang mengambil contoh lain yakni China yang berhasil membuat roadmap industri. Seperti diketahui, mayoritas bahan baku di China bersumber dari impor. Meski demikian, bahan baku yang tersedia dari impor didistribusikan ke semua provinsi.

“Maka pemerintah bisa misalnya membuat sentra bisnis di Morowali jadi model industri mebel. Tinggal produk turunan stainless steel itu misalnya ditempatkan saling berdekatan sehingga biaya distribusi lebih murah, kita bisa compete dan unggul,” paparnya.

Dari sisi desain, Wang menjelaskan secara umum industri mebel sangat terpengaruh dari sisi tren global dan akumulasi budaya lokal. Misalnya di Indonesia, Wang berkeyakinan para desainer interior adalah orang yang sangat kreatif dan mampu berkompetisi dengan desainer asing.

Selain itu untuk mendorong kualitas dan daya saing desainer lokal, sangat penting bagi pemerintah tak hanya memberikan insentif fiskal. Sebaliknya, pemerintah harus terlibat sebagai ikon promosi produk furniture Indonesia. Misalnya semua furniture di kantor pemerintah harus dijamin sebagai produk asli Indonesia, bukan produk mebel impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mebel Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top