Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kiat Mempertahankan Aset Selama Masa Krisis

Di masa krisis seperti saat pandemi Covid-19 saat ini, terkadang pelaku usaha dihadapkan dengan kondisi yang tidak mudah. Simak penjelasan soal tiga langkah yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha untuk mempertahankan asetnya di masa krisis. 
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  16:15 WIB
Leadership. - ilustrasi
Leadership. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Di masa krisis seperti saat pandemi Covid-19 saat ini, terkadang pelaku usaha dihadapkan dengan kondisi yang tidak mudah. Simak penjelasan soal tiga langkah yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha untuk mempertahankan asetnya di masa krisis. 

Founder dan CEO Legalku, M. Philosophi menegaskan ada 3 aset yang bisa digolongkan dalam perusahaan. Ada aset human capital, ada tangible assets, dan intangible assets.

Tangible ini yang paling mudah untuk dikorbankan dari pada human capital dan intangible asset,” ujar Philosophi kepada Bisnis beberapa waktu yang lalu.  

Philo, begitu dia biasa disapa, menyatakan pelaku usaha korporasi sampai usaha mikro kecil menengah perlu menerapkan tiga strategi mempertahankan aset di tengah krisis.

Dia menganalogikan 3 langkah itu dalam 3 tahap mengendarai mobil. Pertama, upayakan pengereman. Pemimpin usaha harus mau mendata apa saja aset yang bisa dikendalikan, sehingga tercermin mana yang bisa ditahan mana yang perlu digadaikan.

Philo menilai, efisiensi hanyalah langkah tercepat yang bisa dilakukan perusahaan, padahal ada upaya lain misalnya dengan menggadai aset lain atau meningkatkan nilai tambahnya. 

Kedua, berikan kopling. Ini adalah tahapan setelah pengereman dimana pelaku usaha harus mulai mengambil keputusan menyelamatkan cash flow perusahaan.

Misalnya untuk UMKM yang bergerak di konveksi, kini beralih untuk produksi masker namun perlu strategi menggaet komunitas agar hasil produksi bisa terjual dengan optimal. Dengan produksi yang terjual baik, nilai aset pun terjaga. Strategi kopling juga menentukan jika pelaku usaha tetap berniat melakukan diversifikasi produk atau bisnis.

“Saya ambil contoh untuk pebisnis furnitur kini akhirnya melihat permintaan yang tinggi itu kebutuhan rumah macam kursi, meja kerja di rumah. Akhirnya mebel pun beralih ke jenis itu. Setidaknya aset perusahaan masih terjaga,” kata Philo.

Ketiga, injak gas, atau kerjakan dan jalankan keputusan yang sudah diambil. Tahap ‘gas’ ini juga menandakan dalam menjalankan bisnis pada masa pandemi pelaku usaha tidak perlu bergerak terlalu kencang karena tingginya ketidakpastian masa depan. Selain itu kecepatan yang tinggi berbahaya bagi aset perusahaan jika malah menimbulkan kerugian.

Menurut Philo, selain menggadaikan aset, pelaku usaha khususnya pelaku usaha UMKM bisa memitigasi krisis dengan pemanfaatan ulang aset yang ada. Dia mengambil contoh, UMKM bisa memanfaatkan aset properti sebagai aset bersama. 

“Misalnya satu lapak bisa dipakai ulang jadi beberapa usaha sekaligus, misalnya untuk kegiatan UMKM lain, sehingga biaya sewa juga lebih murah,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm aset gadai
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top