Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Charles Koch, Miliarder Dermawan Berlatar Belakang Lulusan MIT

Konglomerat yang berbasis di Wichita, Kansas ini beroperasi dalam penyulingan minyak, saluran pipa, perdagangan komoditas, peternakan dan pulp kertas, dan memiliki pendapatan tahunan sekitar US$115 miliar
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  14:31 WIB
Charles Koch
Charles Koch

Bisnis.com, JAKARTA -- Charles Koch adalah seorang dermawan dan pengusaha Amerika yang merupakan co-owner dan CEO Koch Industries.

Adik laki-lakinya, David, mewarisi bisnis dari ayah mereka, Fred Koch, yang telah mendirikan perusahaan pada tahun 1940.

Koch adalah salah satu pengusaha terkaya di dunia, dengan kepemilikan 42% pada perusahaan tersebut.

Konglomerat yang berbasis di Wichita, Kansas ini beroperasi dalam penyulingan minyak, saluran pipa, perdagangan komoditas, peternakan dan pulp kertas, dan memiliki pendapatan tahunan sekitar US$115 miliar.

Bloomberg Billionaire Index menempatkan Charles sebagai orang terkaya ke-18 di dunia dengan kekayaan sekitar US$52,3 miliar

Charles Koch lahir di Wichita, Kansas, pada 1935, dari orang tua Mary dan Fred Koch, yang ikut mendirikan perusahaan yang berspesialisasi dalam penyulingan dan produk minyak.

Menurut Bloomberg, Charles ikut sekolah militer dan belajar teknik di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Dia bergabung dengan bisnis keluarga pada tahun 1961 dan mengambil alih perusahaan setelah kematian ayahnya pada tahun 1967.

Perseteruan persaudaraan atas kendali bisnis meletus pada 1980, ketika adik lelaki Bill dan kakak lelaki Frederick mencoba menggeser Charles sebagai CEO dalam kudeta di ruang dewan yang gagal, sementara saudara keempat, David, memihak Charles.

Bill dan Fred setuju untuk menjual kembali saham mereka kepada perusahaan tersebut seharga US$1,1 miliar pada tahun 1983.

Mereka menuntut dua tahun kemudian, mengklaim bahwa mereka dibayar dengan harga yang rendah. Pertempuran hukum sepanjang 15 tahun pun terjadi, yang pada akhirnya diputuskan untuk mendukung tuntutan Charles dan David pada 2000.

Charles adalah seorang pekerja keras, bertekad untuk memperluas bisnis keluarga yang telah menjadi perusahaan minyak skala menengah pada akhir 1960-an.

Charles berupaya untuk menumbuhkan bisnis yang saat ini terlibat dalam berbagai bidang seperti energi, serat, bahan kimia, polimer, pulp, kertas dan mineral, dan banyak lagi.

Wealthy Gorilla melaporkan bahwa Charles menjadi Direktur Koch Industries pada tahun 1982 dan juga berperan atau pernah menjabat sebagai Direktur perusahaan lain seperti Entrust Financial Corp dan Georgia-Pacific LLC.

Hari ini, Koch Industries, telah menginvestasikan lebih dari US$70 miliar dalam akuisisi dan pengeluaran modal lainnya dengan kepemilikan terhadap Invista, Georgia-Pacific, Molex, Flint Hills Resources, Koch Pipeline, Koch Fertilizer, Koch Minerals, dan Matador Cattle Company.

Di samping itu, Charles mendukung sejumlah gerakan Partai Republik dan organisasi pendidikan berorientasi pasar bebas, seperti Cato Institute, Institute for Humane Studies, Bill of Rights Institute, dan Mercatus Center di George Mason University.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daftar miliarder tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top