Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cerita Mitra Bisnis GoLife Setelah Kabar Tutup Permanen

Alasan penutupan GoLife ini, menurut penjelasan manajemen adalah demi menyelamatkan core bussiness mereka GoJek. Terutama dalam kondisi wabah virus corona yang menekan seluruh kegiatan bisnis di tanah air.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  19:57 WIB
Ruang terapi di Kamaratih Totok Perut
Ruang terapi di Kamaratih Totok Perut

Bisnis.com, JAKARTA - Layanan aplikasi GoLife yang merupakan bagian dari GoJek dipastikan akan tutup permanen alias selamanya pada 27 Juli 2020 mendatang.

Pengumuman ini sudah disampaikan pihak manajemen ke seluruh bussiness partner, dan mitra kerja mereka yang selama ini bekerjasama.

Alasan penutupan ini, menurut penjelasan manajemen adalah demi menyelamatkan core bussiness mereka GoJek. Terutama dalam kondisi wabah virus corona yang menekan seluruh kegiatan bisnis di tanah air.

Lantas, bagaimana nasib para bussiness partner yang selama ini bekerjasama dengan GoLife?  Termasuk juga mitranya seperti terapis untuk.Go Massage yang selama ini mengandalkan hidupnya dari GoMassage.

Berikut Bisnis mewawancarai bussiness partner GoLife yang terkena imbas dari penutupan tersebut.

Ninuk Suryani, B&D Manager Kamaratih Totok Perut di Pejaten Raya Komplek Depdikbud Jakarta Selatan, bisnisnya termasuk yang sedikit banyak terimbas penutupan GoLife.

Pasalnya, dia mengakui sejak bergabung dengan GoLife Maret 2017 lalu jumlah tamu dan pendapatannya bisa naik hingga 30 persen dari sebelumnya.

Artinya, jika GoLife tutup, maka kemungkinan terjadi penurunan 30 persen pendapatan tadi.

Saat itu, dia memang sengaja bergabung dengan GoLife dengan tujuan mencoba mengembangkan usaha berpartner dengan sebuah perusahaan besar seperti Gojek.

"Investasi kami saat bergabung hanya menyiapkan peralatan kerja sesuai dgn SOP yang diberikan GoLife sekitar 50 juta untuk beberapa set peralatan," ceritanya pada Bisnis.

Sebelum bergabung dengan GoLife, caranya mendapatkan customer melalui promosi melalui sosmed dan iklan-iklan di media cetak juga google ads.

Ninuk menuturkan, semenjak adanya wabah virus corona, bisnisnya terhenti operasi sejak 9 Maret 2020 dan baru dibuka kembali pada 22 Juni 2020 lalu mengikuti peraturan pemerintah dan terutama untuk menjaga keselamatan bersama.

Saat wabah, otomatis pendapatan berkurang karena banyak orang yang khawatir keluar rumah. Ditambah dengan ditutupnya GoLife tentu saja itu akan menjadi tantangan lain bagi bisnisnya tersebut.

"Dengan ditutupnya GoLife memang sangat berdampak besar dengan pendapatan kami. Namun kami harus terus berjalan seperti sedia kala saat sebelum bergabung dgn GoLife," ujarnya.

Meski demikian dia mengaku nilai kerugian yang kami alami karena penutupan GoLife terlalu tinggi, karena pada dasarnya dia selalu menyiapkan kebutuhan peralatan disesuaikan dengan keadaan. Dia juga menilai kompensasi pelatihan online yang ditawarkan GoLife untuk mitra dan BP cukup berguna.

Sementara itu, Yoyoh R. Tambera, owner Aleesha Mom Kids and Spa, BP GoLife Jabodetabek yang terletak di Bekasi juga mengakui adanya dampak dari penutupan GoLife pada bisnisnya.

Menurutnya, akibat penutupan itu mereka lumayan mendapat kerugian dari sisi investasi barang. Karena untuk bisa mendapat mitra baru, BP harus menyetok perlengkapan agar calon mitra bisa on boarding (bekerja). Jadi banyak tas, seragam, dan matras yang telah berlogo Go Massage yang sudah tidak mungkin lagi dipakai. Dia memprediksi kerugian sekitar 30 juta. Termasuk stok perlengkapan properti mitra.

Dia juga menilai belum tahu apakah kompensasi berupa pelatihan online yang ditawarkan akan berguna, pasalnya karena belum berjalan pelatihannya.

Tapi menurutnya yang dibutuhkan oleh BP adalah setidaknya pihak GoLife bisa ada kebijakan penggantian properti yang sudah mereka siapkan. Karena itu benar-benar sangat merugikan. 

Sebagian besar rekan BP menurutnya juga kaget dengan kabar itu, apalagi banyak dari kami mereka yang baru saja order lagi seragam, tas, matras, dan perlengkapan lainnya. Belum lagi untuk mitra yang baru bergabung.

"Properti untuk mitra sudah dikasi tapi mereka belum melunasi 100% uang propertinya. Jika sudah tidak bisa digunakan maka mereka minta kembalikan properti dan memint balik uangnya. Atau pun malah ada mitra yang gak bisa lagi dihubungi," urainya.

Hal ini, katanya, memperberat beban bisnisnya di tengah pandemi.

Pasalnya, Setelah masa pandemi, tepatnya akhir Maret, Go Massage sudah tidak boleh beroperasi sampai waktu yg belum ditentukan saat itu. Pendapatan otomatis hilang 100% dari Go Massage. Setelah menunggu, ternyata ada pengumuman bahwa GoLife ditutup, dan keputusannya sudah final tanpa adanya pembahasan sebelumnya.

"Saya juga sangat menyayangkan setelah digantung selama 3 bulan, tiba-tiba mereka tutup. Dan kami tidakberdaya karena sudah tertera di PKS. Seharusnya diajak musyawarah dulu tidak langsung kasih keputusan final," tambahnya.

Dia menjelaskan saat bergabung dengan GoLife sejak Maret 2018, awalnya karena dihubungi oleh pihak GoLife dan diminta menjadi partner mereka. Dia menjelaskan saat itu dia tertarik untuk bergabung melihat peluang bisnisnya serta memberdayakan para mitra yang banyaknya tulang punggung keluarga seperti single parents atau pun yg telah kena PHK.

Menurutnya, investasi saat bergabung ya g harus dirogoh yakni Rp50 juta, termasuk untuk kontrak, membangun tim baru, dan pembelian perlengkapan seperti tas, seragam, matras, kain, mangkuk, masker, oil, dan lainnya.

Setelah bergabung, dia mengakui secara pendapatan terus meningkat terutama di tahun pertama. Peningkatan terjadi seiring dengan penambahan jumlah mitra juga. Mskipun di tahun selanjutnya pertumbuhan pendapatan tidak sekencang di tahun awal

Meski demikian masih banyak juga customer langganan mereka yang rutin datang bukan karena GoLife. Apalagi, lanjutnya, untuk customer antara Aleesha Spa dan gomassage memiliki segmen yang berbeda. Kami lebih memfokuskan diri untuk pelayanan ibu dan anak sedangkan gomassage lebih luas dan bisa terima laki-laki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis Gojek
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top