Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Runtuhkan Bisnis Ritel Dunia

Di Amerika Serikat, peritel yang dikategorikan sebagai non-esensial seperti pusat perbelanjaan (department store), rantai ritel pakaian dan gerai lainnya yang terpaksa harus beroperasi secara online selama lockdown berlaku
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  19:12 WIB
/zara
/zara

Bisnis.com, JAKARTA -- Toko-toko ritel non-esensial di seluruh dunia, terutama di Eropa, sudah kembali dibuka untuk umum setelah berbulan-bulan ditutup di bawah kebijakan lockdown pemerintah setempat.

Di Amerika Serikat, peritel yang dikategorikan sebagai non-esensial seperti pusat perbelanjaan (department store), rantai ritel pakaian dan gerai lainnya yang terpaksa harus beroperasi secara online selama lockdown berlaku.

Sebagian konsumen juga sudah kembali mengunjungi pusat perbelanjaan sejak pekan lalu. Tetapi meskipun dengan lonjakan permintaan baru-baru ini, sejumlah pengecer berada dalam kesulitan keuangan yang menyedihkan.

Peritel dengan toko fisik di seluruh dunia telah dipaksa untuk mengevaluasi kembali model bisnis mereka selama pandemi, dengan ekspektasi bahwa kunjungan konsumen akan berkurang untuk sementara waktu.

Pemilik Zara, Inditex, berupaya untuk meningkatkan penjualan online karena virus corona yang menyebabkan 44% penurunan penjualan.

Dengan demikian, perusahaan yang berbasis di Spanyol ini akan menutup sebanyak 1.200 toko di seluruh dunia. Penutupan diperkirakan terkonsentrasi di Asia dan Eropa.

Sementara 107 toko Inditex di Inggris memiliki kemungkinan lebih kecil untuk terpengaruh secara signifikan.

"Meski begitu, pertumbuhan penjualan online Zara berhasil menutupi beberapa kelemahan penjualan," kata Inditex, seperti dikutip melalui The Guardian, Kamis (2/7).

Penjualan online naik 50% secara tahunan selama kuartal pertama, dan naik 95% secara tahunan pada bulan April.

Dilansir melalui Bloomberg, unit usaha rantai ritel pakaian dalam Victoria's Secret di Inggris dikabarkan telah menunjuk administrator untuk membantu merombak bisnisnya di tengah penjualan yang anjlok.

Di bawah naungan perusahaan yang berbasis di Ohio, L Brands Inc., Victoria's Secret memiliki 25 toko di negara tersebut yang tutup karena kebijakan lockdown. Nasib 800 pekerjaanya kini berada di ujung tanduk.

Perusahaan audit Deloitte telah ditunjuk sebagai administrator dan tengah mencari pembeli untuk bisnis ini.

Pada periode yang sama, Starbucks merombak model bisnis mereka, khususnya yang berada di Amerika Utara, dengan meninggalkan konsep kafe dan hanya melayani pesanan untuk dibawa pulang.

Strategi ini dipilih melihat perubahan perilaku konsumen selama pandemi.

Perusahaan mengatakan berencana untuk menutup hingga 400 toko di AS dan Kanada selama 18 bulan ke depan, sementara pada saat yang sama menambahkan sekitar 300 toko yang melayani pesanan untuk dibawa pulang.

"Strategi ritel kami dirancang untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, memperluas kehadiran ritel kami dan memungkinkan pertumbuhan yang menguntungkan di masa depan," ujar Starbucks seperti dikutip melalui CNN Business.

Kita tidak tahu apakah situasi ini akan berlangsung selama berapa pekan atau bulan ke depan, jelas bahwa respons global terhadap virus ini secara fundamental telah mengubah kenyataan bagi para pengusaha ritel.

Sudah waktunya untuk menghadapi kenyataan itu dan mulai beradaptasi.

KPMG menyarankan ada lima bidang utama di mana eksekutif ritel harus memusatkan perhatian mereka saat ini.

Pertama, kelola fluktuasi permintaan. Kedua, buat cadangan kas yang mencukup. Ketiga, lindungi karyawan Anda. Keempat, pikirkan tantangan pasokan jangka panjang. Kelima, dengarkan kebutuhan pelanggan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top