Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Teknologi India Tawarkan Platform untuk Peritel Indonesia

Platform ini diklaim dapat membantu peritel offline untuk memiliki platform online dan aplikasi mobile mereka.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  18:42 WIB
Perusahaan Teknologi India Tawarkan Startup untuk Peritel Indonesia
Perusahaan Teknologi India Tawarkan Startup untuk Peritel Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Tren meningkatnya transaksi belanja online secara global mendorong perusahaan teknologi ritel asal India “Perpule” menawarkan platform “Perpule E-Commerce+”.

Platform ini diklaim dapat membantu peritel offline untuk memiliki platform online dan aplikasi mobile mereka.

Perpule menyediakan software-as-a-service (SaaS) berbasis komputasi awan  yang mengeliminasi kebutuhan server dan komputer berukuran besar sehingga memungkinkan peritel berskala menengah dan kecil untuk beralih dari model bisnis secara offline ke online dengan cepat.

CEO dan Co Founder Perpule, Abhinav Pathak mengatakan pelaku ritel merupakan sektor yang paling terdampak oleh gangguan COVID-19.  Abhinav membangun Perpule dengan tujuan untuk membekali pelaku ritel dengan platform online terbaru, mutakhir dan menyediakan  dukungan untuk menjalankan bisnis secara efektif dan menguntungkan, bahkan di saat krisis.

“Kami senang bisa terjun ke pasar Asia Tenggara dan akan berusaha melayani pelanggan dengan cara sebaik mungkin melalui platform berbasis teknologi.  Kami sangat senang bisa secara resmi mengumumkan kehadiran di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina dan akan melakukan apa pun untuk membantu ritel sukses di perjalanan online mereka.” ungkap Pathak dalam keterangannya pada Bisnis.

Berdasarkan Laporan e-Conomy SEA 2019 yang dirilis Google-Temasek-Bain, ekonomi digital Asia Tenggara diperkirakan mencapai nilai 300 miliar dolar AS (setara 4,326 triliun) pada tahun 2025. Di sisi lain, pandemi COVID-19 secara tidak langsung tentunya meningkatkan jumlah transaksi belanja online yang pada 2025 diprediksi akan melampaui angka 153 miliar dolar AS pada 2025.

Hal itu mendorong Perpule untuk melakukan ekspansi ke beberapa negara di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina dengan target untuk meraup 20 persen pangsa pasar e-commerce di kawasan.

“Kami selalu melakukan ekspansi dengan strategi yang sangat agresif untuk mempercepat & mendorong ambisi pertumbuhan global kami. Asia Tenggara adalah kawasan yang sangat dekat dengan hati kami dan kami ingin membantu peritel dalam transformasi digital mereka,” kata Pathak.

Hingga saat ini, Perpule sendiri telah melayani sejumlah pemain ritel besar seperti waralaba kopi internasional Starbucks, jaringan hypermarket terbesar di India Big Bazaar, peritel fesyen Vishal Mega Mart dan Matahari Departement Store.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel platform
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top