Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Mendapatkan Mentor untuk Bisnis Anda

Karena dengan kehadiran mentor, maka Anda bisa mendapatkan saran dan masukan bagaimana seharusnya bisnis dimulai dan strategi yang bisa dilakukan agar bisnis tersebut lancar.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  11:26 WIB
Ilustrasi mentor
Ilustrasi mentor

Bisnis.com, JAKARTA - Memiliki mentor atau pembimbing saat akan memulai bisnis adalah hal yang cukup penting.

Karena dengan kehadiran mentor, maka Anda bisa mendapatkan saran dan masukan bagaimana seharusnya bisnis dimulai dan strategi yang bisa dilakukan agar bisnis tersebut lancar.

Mentor dapat membimbing kita menuju kesuksesan, dan memberi kita banyak keuntungan. Lalu bagaimana cara mendapatkannya berikut dikutip dari webinar “The Importance of Finding the Right Business Mentor to Support You Entrepreneurial Mindset” yang digelar oleh Diplomat Success Challenge (DSC).

1. Jangan ragu mendekati calon mentor

Seorang mentor tidak harus selalu sosok yang lebih tua dari kita, atau seorang CEO terkenal yang sukses. Mentor sesungguhnya bisa juga kolega, teman, bos, atau anggota keluarga, yang sekiranya sesuai kebutuhan kita, kita tertarik untuk belajar lebih jauh padanya, dan kita percaya mereka bisa membantu mengembangkan bisnis kita.

Jangan ragu mendekati calon mentor untuk membuat hubungan mentor dan mentee lebih formal. “Mungkin bisa mulai dari orang terdekat, seperti saya misalnya, mentor saya adalah mantan bos. Apabila memiliki intensi sama, kita bisa tanyakan apakah mereka tertarik menjadi mentor. Jika bersedia, maku bangunlah hubungan yang baik dengan mentor,” ujar Agung Bezharie, Co-Founder dan CEO Warung Pintar.

Pangeran Siahaan, Founder dan CEO Asumsi menyampaikan, di masa media sosial semakin memudahkan komunikasi seperti saat ini, bahkan kita bisa bertemu dan menyapa calon mentor melalui pesan Instagram atau LinkedIn, misalnya. Pangeran juga menyarankan untuk bisa mengidentifikasi kebutuhan terlebih dulu, dan temukan mentor berbeda, sesuai area keahlian mereka dan sesuai kebutuhan kita.

“Karena saya memiliki pengalaman di media, saya mungkin tidak perlu mentor di dunia tersebut. Tapi karena saya tidak berpengalaman dalam hal seperti pembukuan keuangan yang benar untuk perusahaan, misalnya, maka saya mencari mentor di bidang tersebut,” kata Pangeran.

2. Sampaikan keinginan dan kebutuhan dengan jelas

Pastikan bahwa kita menyampaikan secara spesifik dan jelas tentang keterampilan atau bimbingan apa kita inginkan dan butuhkan. Kita juga bisa menyampaikan bagaimana pengaplikasiannya nanti dalam jadwal, misalnya, apakah sesi mentorship melalui panggilan telepon seminggu sekali, atau pertemuan sebulan sekali, atau lebih fleksibel.

Agung misalnya, cukup rutin berinteraksi dengan mentornya, sekitar seminggu atau 3 hari sekali untuk saling kontak melalui telepon. Agung juga percaya bahwa mentor adalah juga pihak yang berinvestasi di kesuksesan kita, maka ia menyarankan untuk kita bisa meminta mentor bukan hanya menjadi sekadar mentor untuk berbagi saran, tapi juga sebagai investor.

“Rata-rata mentor kami adalah juga investor, yang secara legal sebagai shareholders. Saya sarankan mentor untuk bisa sekaligus berinvestasi juga, misalnya menyumbang dana atau sumber daya lainnya, jadi bukan mentor yang hanya sebatas bincang sesekali saja, tapi terlibat lebih jauh untuk sukses bersama,” kata Agung.

3. Berikan nilai lebih kepada mentor

Relasi antara kita dan mentor bukanlah jalan satu arah. Untuk hubungan yang lebih menguntungkan dan sukses, kita sebagai mentee perlu juga memberi nilai lebih pada mentor. Sebab hubungan mentorsip yang baik adalah bekerja di kedua arah, di mana mentor kita dapat belajar juga tentang ide-ide baru, strategi, dan taktik dari kita, sama seperti kita belajar dari pengalaman dan kebijaksanaan mereka.

Selain saling belajar, kita juga bisa memberikan nilai lebih lainnya, misalnya kesempatan pada mentor kita untuk memperluas jejaring mereka juga melalui jejaring yang kita miliki, hingga kesempatan berbagi pada komunitas dan masyarakat.

4. Gali Inspirasi dari Webinar

Pilihan lain untuk mendapatkan mentorship adalah juga melalui inisiasi atau program yang menaruh perhatian pada ekosistem wirausaha, seperti misalnya melalui DSC. Disampaikan oleh Edric Chandra, penyelenggara DSC XI 2020, mentorship adalah bagian penting dari keseluruhan program di DSC. “Melalui DSC, kita mendukung para pemilik bisnis dari kalangan muda terus bertumbuh, dengan pemberian dana hibah, jejaring, dan juga mentorship dari ahli,” ujar Edric.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis mentor
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top