Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Eropa Ini Sukses Setelah Berpindah Fokus ke Pasar Online

Banyak bisnis yang sudah hadir secara online, sementara yang lain bergegas untuk menyiapkan dan memperluas situs web mereka karena orang tidak punya pilihan selain berbelanja online.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  18:19 WIB
Ilustrasi internet
Ilustrasi internet

Bisnis.com, JAKARTA -- Menghasilkan uang itu tidak mudah dan selama pandemi beberapa bisnis harus berpikir panjang dan keras tentang sumber pendapatan mereka dengan diberlakukannya pembatasan sosial oleh pemerintah.

Untungnya, ada platform kecil bernama world wide web yang telah menjadi penyelamat bisnis di seluruh dunia.

Banyak bisnis yang sudah hadir secara online, sementara yang lain bergegas untuk menyiapkan dan memperluas situs web mereka karena orang tidak punya pilihan selain berbelanja online.

Dilansir melalui CNBC pada Senin (11/8), di bawah ini adalah beberpaa perusahaan Eropa yang berkembang pesat secara online setelah memutuskan untuk menutup toko fisik mereka.

1. VanMoof

Penjual sepeda elektronik trendi VanMoof harus menutup toko mereka di Amsterdam, Paris, Berlin, London, New York, San Francisco, dan Tokyo pada bulan Maret saat virus corona menyebar.

Dalam banyak hal, lockdown justru menguntungkan bagi perusahaan asal Belanda ini, selama pandemi orang menghindari transportasi umum karena tidak ada pilihan lain.

“Kami melihat lonjakan permintaan pada awal Maret. Penjualan e-bike online naik 48% antara Februari dan akhir Maret dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dan penjualan terus meningkat pesat bagi kami," ujar CEO VanMoof Taco Carlier kepada CNBC.

Antara Maret dan Juli, VanMoof mengatakan mereka menjual e-bike dalam jumlah yang kurang lebih sama seperti yang terjadi di sepanjang 2019, menghasilkan pendapatan hampir 40 juta euro atau senilai US$46 juta dalam lima bulan.

Carlier menunjukkan bahwa kenaikan tersebut tidak semua terkait dengan virus corona, dengan mengatakan penurunan harga pada satu model dan peluncuran model baru membantu meningkatkan penjualan.

Seperti perusahaan lain, toko VanMoof telah dibuka kembali dengan protokol kesehatan yang lebih ketat dan peringatan lain seperti penataan interior toko, pengaturan janji temu, sudut desinfeksi, dan, tentu saja, kewajiban memakai masker.

2. Biscuiteers

Biscuiteers yang berbasis di London, dengan produk biskuit untuk pasar menengah ke atas, mengatakan bahwa pendapatan mereka dari penjualan online melonjak 101% dibandingkan tahun lalu, sementara dua gerai fisik di Notting Hill dan Clapham masih harus ditutup.

“Kami harus segera membuat perubahan operasional untuk membuat produksi kami sejalan dengan pedoman pemerintah, beralih ke kerja shift fleksibel dan bergantung pada sepeda dan taksi untuk staf kami agar tidak perlu naik transportasi umum,” kata Harriet Hastings, yang mendirikan perusahaan bersama suaminya pada tahun 2007.

Fokus Biscuiteers bergeser sepenuhnya untuk mengelola pesanan online dengan jumlah staf yang jauh berkurang dan menjawab permintaan pelanggan yang berubah dengan merombak rangkaian produk mereka.

Perlengkapan DIY, yang memungkinkan pelanggan untuk membuat biskuit mereka sendiri, terbukti populer selama pandemi.

3. Stone Tyres

Stone Tyres, sebuah perusahaan pemasangan ban di bagian utara Inggris, terpaksa menutup depotnya sejak tanggal 23 Maret. Namun penjualan meningkat pesat berkat lonjakan permintaan panggilan layanan ke rumah.

“Kami memastikan untuk mendorong iklan secara besar-besaran di media sosial dan situs web kami,” kata John Stone, direktur di Stone Tyres.

Ketika toko pertama kali tutup, produktivitas turun menjadi 48% dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu, yang berarti jumlah ban yang diservis turun 52%.

Namun, dalam enam pekan, produktivitas kembali ke 87% dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu.

"Sekarang kami telah membuka kembali, kami benar-benar berkembang dan mencapai 124% penjualan berdasarkan waktu ini tahun lalu," kata Stone.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

online tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top