Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Kebiasaan Supersaver untuk Membangun Kekayaan dan Keamanan Finansial

Untuk meningkatkan keamanan finansial Anda selama pandemi virus corona, coba tiru tiga kebiasaan para supersaver berikut ini.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  14:35 WIB
Tips Keuangan.  - Bisnis.com
Tips Keuangan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Terlepas dari jumlah pemangkasan pekerja yang bersejarah, ketidakpastian ekonomi, dan volatilitas pasar saham yang belum pernah terjadi sebelumnya selama pandemi Covid-19, para “supersaver” Amerika masih yakin dengan keamanan finansial mereka.

Supersaver adalah orang-orang yang mampu menghemat lebih dari 90 persen dari batas kontribusi karyawan tahunan, 401 (k), mereka selama 2019 atau menyisihkan lebih dari 15 persen dari gaji mereka.

Untuk membuat pencapaian itu semakin mengesankan: hampir setengah dari supersaver berpenghasilan kurang dari US$100.000 setahun.

Survei dari penyedia akun pensiun Principal Financial Group, mengamati orang-orang berusia antara 20 dan 54 tahun yang memiliki tabungan pensiun dengan perusahaan mereka.

Principal menemukan bahwa 97 persen dari lebih dari 1.700 supersaver yang disurvei bulan Juni ini merasa nyaman mengelola keuangan mereka di tengah ketidakpastian ini, dan banyak yang bahkan berkomitmen lebih jauh untuk tujuan keuangan jangka panjang mereka.

Menurut Grow, berikut adalah tiga kebiasaan supersaver yang dapat Anda terapkan untuk meningkatkan keamanan finansial selama masa-masa yang tidak dapat diprediksi ini.

1. Berhati-hatilah saat meminjam.

Para supersaver tidak membeli barang hanya karena ada tawaran bunga nol persen, kata Mark La Spisa, perencana keuangan bersertifikat dan presiden Vermillion Financial Advisors di South Barrington, Illinois.

Pinjaman mobil adalah contoh jalur kredit yang dihindari banyak supersaver. Untuk mencapai sasaran tabungan mereka yang tinggi, hampir setengah dari semua klien yang disurvei mengendarai kendaraan bekas, yang berarti tidak ada pembayaran pinjaman mobil bulanan dalam anggaran mereka.

Pertimbangkan: Jika Anda bisa menunda membeli mobil baru selama lima tahun lagi, itu berarti ada sekitar US$34.140 yang bisa diinvestasikan untuk tujuan lain.

2. Minimalkan biaya perumahan. (biaya kost atau kontrak rumah)

Biasanya, satu-satunya pengeluaran terbesar orang Amerika setiap bulan adalah perumahan, dan para supersaver menemukan cara untuk memotong biaya perumahan mereka.

Untuk mengurangi biaya perumahan, Anda memiliki banyak pilihan untuk dipertimbangkan. Ada langkah besar seperti pindah ke lingkungan, kota, atau negara bagian yang lebih terjangkau, bisa juga dengan mencari teman sekamar atau menegosiasikan sewa dengan pemilik rumah.

Jika Anda memiliki rumah, Anda juga dapat mempertimbangkan model pembiayaan. Suku bunga hipotek baru-baru ini mencapai rekor terendah, yang membuat refinancing hipotek lebih menarik.

3. Hindari pembelian impulsif.

"Supersaver mencoba merencanakan pembelian mereka yang bernilai besar," kata Cheng. Saat mereka bepergian, misalnya: "Alih-alih melakukan liburan yang impulsif, mereka menyusun perjalanan dan belanja untuk mendapatkan penawaran yang lebih menarik."

Hampir 40% dari supersaver mengatakan bahwa mereka tidak bepergian sesering yang mereka inginkan. Selain itu, survei menemukan banyak supersaver melakukan perbaikan rumah sendiri daripada menyewa bantuan.

Selain menghemat pada pengeluaran liburan, Cheng juga mengatakan klien supersavernya akan memantau penurunan harga dan mereka akan berbelanja untuk menghemat, meskipun itu hanya potongannya tidak besar.

Berhemat bukan berarti mereka tidak bersenang-senang

Supersaver menghabiskan uang dengan penuh perhatian. “Mereka masih menikmati hidup hari ini, tetapi mereka sadar tentang pembelian besar yang mereka lakukan. Mereka merencanakannya, apakah itu perbaikan mobil atau rumah. ”

Penting juga untuk diingat bahwa perjalanan menabung setiap orang berbeda.

Ada orang yang tidak bisa menabung atau tidak menabung dan penting bagi kita untuk menyadari bahwa mereka bukan orang jahat. Ada situasi yang dapat menghalangi orang untuk menabung, serta kondisi keluarga.

Yang membedakan para supersaver adalah kemampuan mereka untuk melihat gambaran besarnya,

Cheng menjelaskan. “Supersaver tidak berkecil hati. Jika perlu beberapa saat untuk menabung cadangan tunai, tidak apa-apa. Ini kemajuan, tidak ada kesempurnaan dalam menabung."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manajemen tips keuangan menabung
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top