Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Investasi dan Mengatur Keuangan Bagi Pemula

Ada utang baik. Bentuk utang lancar yang paling umum adalah cicilan atas rumah.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 15 September 2020  |  14:59 WIB
Ilustrasi menabung - Istimewa
Ilustrasi menabung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Mengelola dan mengatur keuangan sebetulnya dapat dimulai sedini mungkin, tidak perlu menunggu mapan, apalagi harus mendapatkan gelar di bidang keuangan.

Sebab, bagaimanapun uang yang Anda miliki saat ini, makin lama nilainya akan makin berkurang atau bahkan menjadi semakin tidak berharga dalam beberapa tahun ke depan.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengatur keuangan? Dikutip dari medium.com, maka cara yang dapat dilakukan adalah belanjakan uang Anda untuk kebutuhan keseharian Anda, lalu investasikan dana yang ada ke dalam investasi yang memberi keuntungan lebih baik dari bank tetapi dengan risiko yang relatif rendah.

Sebab, hukum dalam berinvestasi itu semakin tinggi keuntungan yang dijanjikan maka akan semakin besar pula risiko yang ditanggung, terburuknya uang yang diinvestasikan akan hilang. Maka, bagi Anda yang ingin berinvestasi yang menghasilkan keuntungan besar, maka perlu lakukan riset dan pelajari terlebih dahulu instrumen investasi tersebut.

“Jangan pernah menaruh uang lebih dari yang Anda mampu, terutama ke dalam investasi yang memiliki risiko besar. Sebab, makin tinggi risikonya maka akan makin besar kemungkinan Anda kehilangan uang” tulisnya.

Lalu dimana tempat teraman untuk berinvestasi? Bagi Anda yang baru pertama kali memulai investasi, instrumen yang dapat dipilih adalah dana pensiun. Lebih awal Anda menginvestasikan dana, maka akan lebih baik.

Jika Anda berusia 22 tahun dan baru saja lulus kuliah, atau bahkan 18 tahun dan telah memulai pekerjaan, maka Anda bisa memasukkan uang ke rekening pensiun Anda sesegera mungkin. Uang yang Anda masukkan ke dalam akun pensiun Anda akan bertambah. Tentu saja, tidak ada jaminan, tetapi ekspektasi konsensus relatif yang diasumsikan adalah imbal hasil sebesar 7 persen dalam jangka panjang.

Nah, ketika akun pensiun Anda jatuh tempo di usia 55, Anda mendapatkan pengembalian 7 persen bebas pajak. Tingkat keuntungan modal jangka panjang adalah 20 persen. Artinya setiap tahun, alih-alih mendapatkan 7 persen dari jumlah awal yang Anda masukkan sebagai bunga sederhana, Anda mendapatkan 7 persen dari total keseluruhan.

Semakin besar bertumbuh maka akan semakin banyak yang Anda hasilkan setiap tahun. Dengan catatan Anda harus berkontribusi ke akun pensiun setiap tahunnya.

Sebagai gambaran, Jhonny berusia 22 tahun dan baru saja lulus kuliah. Dia mendapatkan pekerjaan yang sangat baik dan memiliki uang tambahan setelah pengeluaran pokoknya. Johnny lalu memutuskan untuk membeli mobil sport baru. Dia lalai menambah masa pensiunnya sampai dia berumur 32 tahun.

Pada usia 32 tahun, dia baru mulai menginvestasikan US$1.000 per tahun.

Sekarang katakanlah, Robin, juga 22 tahun, mendapat pekerjaan yang setara dengan Johnny. Alih-alih membeli mobil, dia langsung memasukkan US$1.000 per tahun ke dalam rekening pensiunnya. Jelas dia akan mendapatkan yang lebih baik, tetapi berapa banyak biaya yang dikeluarkan Johnny selama sepuluh tahun?

Pada usia 55 tahun, baik Johnny maupun Robin memeriksa rekening mereka.

Robin mendapatkan jauh lebih baik daripada Johnny. Ya, Robin menginvestasikan US$ 10.000 lebih banyak dolar ke akunnya, tetapi dia berakhir dengan sekitar US$ 65.500 lebih banyak daripada Johnny.

Utang

Utang adalah penyakit. Ketika Anda memiliki utang, Anda membayar sekian persen untuk membelanjakan uang yang tidak Anda miliki. Mari kita gunakan hutang kartu kredit sebagai contoh.

Utang kartu kredit jangka pendek merupakan alat keuangan yang sangat baik digunakan. Namun, jenis utang ini adalah alat dan hanya boleh digunakan jika memang sudah sangat mendesak. Akan lebih baik jika Anda mencoba melunasi hutang kartu kredit yang Anda miliki secepat mungkin.

Ketika Anda terlilit utang kartu kredit, Anda membayar sekian persen untuk menggunakan uang yang tidak Anda miliki. Uang yang Anda keluarkan dengan menggunakan kartu kredit akan membebani Anda lebih banyak biaya jika Anda tidak melunasi hutang, dan Anda tidak akan mendapatkan keuntungan lain.

Ada utang baik. Bentuk utang lancar yang paling umum adalah hipotek atas rumah. Hipotek adalah utang lancar karena terikat pada aset yang nilainya naik atau turun seiring waktu. Saat Anda membeli mobil, mengendarainya menghabiskan 50 persen dari nilai mobil. Saat Anda membeli rumah, nilainya akan naik seiring waktu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi belanja manajemen utang
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top