Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Adam Fikri, Mengadu Untung Lewat JasOrder, E-commerce dengan Sistem Pre-order

Potensi besar dalam sektor E-commerce ini juga yang dilirik oleh Adam Fahmi Fikri (25) seorang lulusan Universitas Negeri Jakarta jurusan Agama Islam ketika diberikan peranan penting di beberapa platform E-commerce ternama seperti Lazada dan BukaLapak
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 25 September 2020  |  18:12 WIB
Adam Fikri
Adam Fikri

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi membuat sektor E-commerce menjadi salah satu sektor bisnis yang mampu bertahan.

Pasalnya, ketika semua orang serba digital dan di rumah aja, maka pilihan berbelanja di ecommerce menjadi hal yang utama.

Pengusaha-pengusaha baru E-commerce bermunculan di tanah air melihat potensi daya beli masyarakat Indonesia yang begitu besar.

Potensi besar dalam sektor E-commerce ini juga yang dilirik oleh Adam Fahmi Fikri (25) seorang lulusan Universitas Negeri Jakarta jurusan Agama Islam ketika diberikan peranan penting di beberapa platform E-commerce ternama seperti Lazada dan BukaLapak, yang membuka sudut pandangnya ketika mengalami sendiri bagaimana industri penjualan digital yang berjalan begitu pesat.

Adam sudah memiliki pengalaman sendiri ketika mengembangkan platform penjualan Voucher Game sebagai salah seorang pemilikinya, ELVONESIA, yang memantapkan sepak terjang sang lulusan UNJ dalam dunia E-commerce.

Modal itulah yang menjadikannya membuat terobosan yang cukup apik dalam mewujudkan E-
Commerce miliknya sendiri, Jasorder dengan tagline ‘Just Cuts Everyone Price’.
Jasorder akan menjadi salah satu bisnis rintisan perusahaan jasa pre-order yang dapat memangkas harga sebuah barang maksimal sampai dengan 35% dari harga sebenarnya.

Cukup dengan masa tunggu 60-80 hari, pembeli dapat memiliki barang sesuai keinginan dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran.

“Saat ini kami mau fokus pada barang baru yang akan rilis seperti iPhone 12, Playstation 5, Galaxy Note20 yang mana tentunya pembeli bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah sampai dengan 30% melalui jasa pembelian kami” ujar Co-Founder Jasorder, Adam Fahmi Fikri dikutip dari siaran persnya. 

Hal lain yang mendorong keinginannya untuk mendirikan Jasorder adalah karena curhatan seorang kawannya. Gagal membeli suatu barang padahal sudah menabung sejak lama dan tetiba harga melonjak karena pandemi yang saat ini tengah terjadi.

“Sebenarnya juga gara-gara teman sih ide ini muncul. Karena kan kasihan mau beli handphone udah nabung lama ketika mau beli ternyata harga naik karena pandemi gini,” tambah Adam

“Tujuan saya akan menyediakan segala jenis pembelian barang. Apapun itu. Tergantung pembeli sih maunya apa. Saya ngikutin aja maunya. Jangan tergantung mau saya. Saya mah seringnya digantung ha-ha-ha,” kata Adam.

Untuk rencana pengembangan bisnis, Jasorder ke depannya juga akan menyediakan layanan pembelian segala jenis barang. Permintaan dari pembeli akan menjadi petunjuk adanya kebutuhan akan jenis dan jumlah barang untuk ditambahkan pada platform. Karena ini merupakan platform yang berorientasi jasa, Jasorder akan melakukan berbagai upaya yang akan meningkatkan kepuasan pembeli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ecommerce tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top