Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

3 Peluang Usaha Tekfin yang Bisa Berumur Panjang

Gelombang penutupan bisnis dan PHK bisa menimbulkan krisis uang tunai bagi banyak individu dan rumah tangga.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 September 2020  |  12:20 WIB
Profil bisnis teknologi finansial di Indonesia. - Bisnis/Radityo Eko
Profil bisnis teknologi finansial di Indonesia. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA -- Industri jasa keuangan telah mengalami gangguan yang parah akibat pandemi, tetapi disrupsi itu justru dianggap membuka peluang bagi para wirausahawan untuk memanfaatkan teknologi guna memberikan layanan secara lebih efisien.

2020 telah menjadi tahun dengan gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya di semua sektor bisnis dan aktivitas manusia pada umumnya. Sektor jasa keuangan tidak terkecuali.

Di tengah semua gangguan tersebut, teknologi telah menjadi benteng utama industri jasa keuangan, sama seperti sektor masyarakat lainnya.

Startup tekfin mampu mengisi celah yang ditinggalkan oleh lembaga perbankan tradisional dengan solusi yang membutuhkan minimal human contact, sehingga mematuhi regulasi social distancing dengan tetap menjaga atau bahkan meningkatkan tingkat kenyamanan nasabah.

"Ketika keadaan kembali normal, kemungkinan banyak pelanggan yang mulai menggunakan layanan tekfin karena kebutuhan akan terus menggunakannya berdasarkan pilihan," seperti dikutip melalui Entrepreneur, Rabu (30/9/2020).

Hasilnya, ada peluang besar di sektor ini sekarang bagi investor dan pengusaha. Berikut ini adalah beberapa peluang yang paling menjanjikan.

  1. Layanan Pembayaran Digital

Tidak mengherankan jika e-mmerce mendapatkan dorongan besar baru-baru ini, terutama mengingat peningkatan yang stabil sebelumnya.

Lonjakan transaksi e-commerce meningkat drastis di banyak tempat, dengan Italia mengalami peningkatan sebesar 81 persen, menurut Mckinsey & Company, dan menurut laporan baru oleh Digital Commerce 360, jumlah yang dihabiskan oleh pelanggan ritel AS tumbuh 30 persen (US$60,42 miliar) dalam enam bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan pemrosesan pembayaran telah tumbuh seiring dengan lonjakan e-commerce, dan masih ada ruang untuk pertumbuhan karena aktivitas normal dilanjutkan dan pelanggan mulai beralih ke layanan pembayaran digital untuk membayar lebih banyak hal yang biasanya menggunakan uang tunai atau transfer bank.

  1. Investasi Digital

Belum pernah investor ritel di seluruh dunia begitu aktif di pasar saham, berdagang dengan volume tinggi dan sangat memengaruhi harga saham.

Peningkatan dalam investasi ritel telah dipicu oleh beberapa faktor, termasuk orang yang berada di rumah sebagian besar waktu, bersama dengan kemudahan mengakses informasi yang sebelumnya dibatasi untuk investor yang lebih mahir.

Potensinya sangat besar, menurut Gordon Gao, CEO Way Keychain. “Efek dari ini adalah demokratisasi investasi - menempatkan kekuatan untuk mempengaruhi pasar global di tangan orang biasa,” katanya.

Bisnis yang dapat mengembangkan tren ini untuk membantu orang-orang mendapatkan keuangan pribadi mereka dengan benar akan dapat meraup keuntungan besar dalam jangka menengah hingga jangka panjang. Selama perusahaan membantu penggunanya mendapatkan keuntungan atau mengurangi pengeluaran, mereka tidak akan keberatan membayar layanan tersebut.

  1. Pinjaman Digital

Gelombang penutupan bisnis dan pemutusan hubungan kerja di seluruh dunia diperkirakan mengakibatkan krisis uang tunai bagi banyak individu dan rumah tangga.

Meskipun beberapa pemerintah telah memberikan dana stimulus baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagian besar masih bergantung pada lembaga keuangan untuk memberikan pinjaman kepada individu dan bisnis selama periode sulit ini.

Perusahaan tekfin telah mampu melampaui rekan tradisional mereka di bidang ini juga, memanfaatkan teknologi AI canggih untuk menyaring pelamar dan menilai kelayakan kredit mereka.

Proses pinjaman menjadi lebih cepat dan nyaman bagi konsumen dengan minat yang sangat tinggi dari pemilik usaha kecil yang mengajukan program tersebut.

Bukti menunjukkan kelanjutan dari peralihan ke pemberi pinjaman digital, dengan perusahaan seperti People Fund Korea mengalami peningkatan pengguna yang lebih tua di usia 40-an dan 50-an, dibandingkan dengan milenial yang mendominasi basis pengguna mereka sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis pinjaman digital Tekfin P2P Landing
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top