Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peluang Bisnis Beternak Ayam dengan Teknologi? Begini Caranya

Sachin V Gopalan CEO Orbit Future Academy menjelaskan bahwa program STSP dan kerjasama alih teknologi di bidang peternakan ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dalam bentuk peternakan ayam.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  17:02 WIB
Pekerja memeriksa kondisi kandang dan ayam di peternakan ayam modern Naratas, Desa Jelat, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (11/4 - 2020). /Antara
Pekerja memeriksa kondisi kandang dan ayam di peternakan ayam modern Naratas, Desa Jelat, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (11/4 - 2020). /Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Bagaimana jadinya jika peternakan dan budi daya ayam dikembangkan melalui pendekatan teknologi terpadu? Cara ini akan dilakukan oleh INOTEK Foundation bersama dengan Orbit Future Academy melalui program Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan (STSP).

Sachin V Gopalan CEO Orbit Future Academy menjelaskan bahwa program STSP dan kerjasama alih teknologi di bidang peternakan ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dalam bentuk peternakan ayam.

Selain itu, didasari juga oleh rendahnya konsumsi protein masyarakat Indonesia dibandingkan dengan sejumlah negara lainnya di dunia. Seperti diketahui, pemenuhan gizi berupa sumber protein yang berasal dari hewan memiliki porsi sebesar 70 persen.

Terdiri dari 1,3 persen daging merah, 36,1 persen telur, 45,4 persen seafood dan 17,2 persen ayam.
"Rendahnya persentase protein ayam inilah yang perlu ditingkatkan. Memang saat ini konsumsi ayam masyarakat Indonesia terus meningkat dari 3,8 kilogram per tahun per kapita pada tahun 2010 menjadi 5,8 kilogram per tahun per kapita pada tahun 2018. Dan diperkirakan akan meningkat menjadi 7,5 kilogram per tahun per kapita pada tahun 2023," jelasnya, Selasa (27/10/2020).

Namun, hingga saat ini masih banyak peternakan ayam yang dilakukan secara konvensional dengan menggunakan kandang umbaran sehingga ayam diumbar begitu saja.

Melalui program STSP ini proses peternakan ayam dilakukan dengan pendekatan teknologi terpadu melibatkan pengusaha di daerah mulai dari hulu ke hilir. Ayam didibudidayakan di dalam kandang bersusun, kotorannya bisa dijadikan pupuk sehingga ayam lebih sehat karena pakan selalu bersih.
Selain itu, dalam proses budi daya, ayam akan diberi vaksin sehingga lebih sehat dan berkualitas sehingga risiko ayam mati juga lebih kecil.

Dalam setiap proses peternakan tersebut akan menggunakan teknologi sehingga semua dapat dipantau dan berjalan dengan baik.

Kerjasama tersebut disepakati melalui nota kesepahaman bertajuk “Satu Juta Ayam” yang ditandatangani oleh Raja Sapta Oktohari dan Sandiaga Uno yang mewakili INOTEK Foundation serta Sachin V. Gopalan selaku perwakilan Ilham Habibie dari Orbit Future Academy.

Penandatanganan nota kesepahaman secara virtual ini disaksikan oleh sekitar 56 orang yang berasal dari kalangan pemerintah, pengusaha, teknopreneur dan lainnya. Turut hadir Eko Putro Adiyanto selaku Staf Khusus Menteri Kementerian Riset & Teknologi/Badan Riset Nasiona Bidang Pendanaan dan Investasi, Nada Darmiyanti selaku Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristek serta Fachry Thaib selaku Ketua Komite Kadin Timur Tengah.

Sementara itu, di dalam kesempatan yang sama Sandiaga Uno mengatakan bahwa kerjasama tersebut dapat menjadi langkah kecil dalam pemberdayaan masyarakat, penciptaan lapangan pekerjaan dan berkontribusi kepada pemulihan ekonomi nasional.

“Dengan adanya kolaborasi ini diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan menggunakan keahlian masa depan di level akar rumput,” ungkapnya.

Para peternak juga akan diberikan pelatihan, pendampingan hingga pendanaan, sehingga ketahanan pangan nasional dalam bentuk peternakan ayam diyakini dapat tercapai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peternakan ayam
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top