Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tren Belanja di Masa Depan yang Perlu Diketahui Setiap Pengusaha

Jika Anda ingat, sempat terjadi kepanikan yang meliputi penjualan tisu toilet, masker bedah, cairan pembersih tangan hingga disinfektan yang sekarang telah berangsur berakhir.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 04 November 2020  |  15:44 WIB
Perubahan yang paling terlihat adalah kegiatan usaha atau bisnis. Pemasaran dan penjualan yang biasanya dilakukan secara konvensional saat ini dilakukan melalui berbagai saluran digital, seperti media sosial dan aplikasi belanja online.  - IM2
Perubahan yang paling terlihat adalah kegiatan usaha atau bisnis. Pemasaran dan penjualan yang biasanya dilakukan secara konvensional saat ini dilakukan melalui berbagai saluran digital, seperti media sosial dan aplikasi belanja online. - IM2

Bisnis.com, JAKARTA -- Karena Covid-19 adalah bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya pada generasi modern, terdapat elemen yang menyulitkan untuk memprediksi perilaku konsumen saat pandemi berlanjut dan apa yang akan terjadi setelahnya.

Jika Anda ingat, sempat terjadi kepanikan yang meliputi penjualan tisu toilet, masker bedah, cairan pembersih tangan hingga disinfektan yang sekarang telah berangsur berakhir.

Namun, sejumlah perilaku konsumen di tengah pandemi yang diperkirakan akan terus berlanjut bahkan setelah virus berhasil ditangani.

Barang yang dikirim langsung ke rumah, menjadi salah satu perubahan dari cara belanja seseorang.

Dilansir melalui Entrepreneur, firma riset pemasaran global, Nielsen, melakukan investigasi terkait perilaku konsumen dan mengidentiikasi enam kebiasaan yang diperlilhatkan konsumen selama pandemi:

1. Pembelian dengan tujuan kesehatan untuk produk yang mempromosikan kesehatan dan kebugaran.

2. Peningkatan pada manajemen kesehatan mempengaruhi penjualan produk yang penting untuk menghindari virus dan perawatan kesehatan dalam pandemi (pembersih tangan, masker, dll).

3. Pembelian peralatan dapur serta produk makanan yang tahan lama mengalami peningkatan. Seperti penjualan mi instan yang meningkat hingga 578 persen, serta peningkatan pada jumlah pesanan belanja kebutuhan rumah tangga.

4. Lebih banyak pesanan online, lebih sedikit kunjungan toko, dan hambatan yang terjadi pada rantai pasokan.

5. Kebijakan pembatasan sosial diikuti dengan kekhawatiran kenaikan harga produk rumah tangga dan kegiatan belanja secara langsung berkurang.

6. Sementara konsumen berusaha untuk kembali normal, ada perubahan permanen yang ditandai dalam kebiasaan belanja mereka, seperti penimbunan yang dipertahankan, penggunaan e-commerce yang berkelanjutan, dan kesadaran kesehatan yang diperbarui.

Sebagian besar, pengeluaran diskresioner konsumen telah turun.

Alih-alih memanjakan diri mereka dengan barang baru, konsumen memiliki fokus pada barang-barang yang dianggap bernilai langsung seperti bahan makanan, perawatan kebersihan, pembersihan dan perlengkapan rumah, dan lain lain.

Di tengah pandemi seperti sekarang, pengecer online adalah pihak yang paling diuntungkan. Terlebih mereka yang menyediakan kebutuhan sehari-hari seperti Target, Walmart, Kroger dan Costco. Dalam kategori ini, konsumen membelanjakan jumlah yang sama - terkadang lebih.

Dengan beberapa negara kembali memberlakukan lockdown akibat kekhawatiran dari gelombang penyebaran virus lanjutan, , para ahli memperkirakan bahwa pengalaman sebelumnya pada kelangkaan dan ketidaksiapan akan berdampak pada psikologis konsumen di masa mendatang.

Bahkan ketika pandemi mereda, konsumen lebih cenderung untuk terus menimbun persediaan bahan makanan dalam jumlah yang lebih besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengusaha tren fashion
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top