Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Walmart 'Pecat' 500 Robot

Walmart mulai menggunakan robot yang dipasok oleh Bossa Nova Robotics itu pada tahun 2017, dengan penerapan awal di 50 lokasi. Robot bertugas menyederhanakan pekerjaan rutin di toko, dengan menggunakan visi mesin untuk memindai rak dan mengidentifikasi produk apa yang perlu diisi ulang.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 05 November 2020  |  11:10 WIB
Walmart - Reuters
Walmart - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Walmart dikabarkan mengakhiri kontrak 500 robot pemindai rak yang beroperasi di 500 tokonya.

Alasannya, karena ternyata pekerjaan robot itu bisa dikerjakan lebih baik oleh manusia.

Walmart mulai menggunakan robot yang dipasok oleh Bossa Nova Robotics itu pada tahun 2017, dengan penerapan awal di 50 lokasi. Robot bertugas menyederhanakan pekerjaan rutin di toko, dengan menggunakan visi mesin untuk memindai rak dan mengidentifikasi produk apa yang perlu diisi ulang.

Awal tahun ini, Bossa Nova mengatakan berencana untuk memperluas ke 1.000 toko Walmart lainnya.

Mengapa sebenarnya Walmart mengakhiri kemitraan tidak jelas, meskipun tampaknya pandemi global ikut berdampak.

Bisa jadi, karena semakin banyak orang mulai berbelanja online, Walmart menilai pekerja manusia dapat melakukan pemeriksaan inventaris yang sama seperti robot. Selain itu, kepala eksekutif Walmart AS, John Furner, mengkhawatirkan pendapat pelanggan tentang melihat robot di toko perusahaan, demikian dilansir dari Wall Street Journal.

“Kami belajar banyak tentang bagaimana teknologi dapat membantu rekan kerja, membuat pekerjaan lebih mudah dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Kami akan terus menguji teknologi baru dan berinvestasi dalam proses dan aplikasi kami sendiri untuk lebih memahami dan melacak inventaris kami serta membantu memindahkan produk ke rak kami secepat mungkin. ” ujar juru bicara Walmart.

Berakhirnya kontrak berdampak besar pada Bossa Nova, dengan perusahaan rintisan sejak itu merumahkan 50 persen stafnya. Seorang juru bicara Bossa Nova tidak menyangkal atau mengkonfirmasi berita Walmart, tetapi mengakui bahwa perusahaan telah terpaksa untuk "merampingkan" operasinya sebagai akibat dari wabah COVID-19.

“Saya tidak dapat berkomentar tentang Walmart, namun, pandemi telah memaksa kami untuk merampingkan operasi dan fokus pada teknologi inti kami,” kata salah satu pendiri Bossa Nova Sarjoun Skaff.

“Kami telah membuat kemajuan menakjubkan dalam AI dan robotika. AI ritel kami adalah yang terbaik di industri dan bekerja dengan baik pada robot seperti halnya dengan kamera tetap, dan perangkat keras, otonomi, dan operasi kami unggul di lebih dari 500 toko paling menantang di dunia. Dengan dukungan penuh dewan, kami terus menerapkan teknologi ini dengan mitra kami di bidang ritel dan lainnya. " paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

robot walmart
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top