Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peluang Bisnis Taxi Pendaki Masih Moncer

Bahkan di masa pandemi ini, antusiasme masyarakat mendaki gunung tetap terjaga. Meski baru beroperasi kembali sejak akhir Oktober, sepanjang hingga November akhir tahun ini, Taxi sudah membawa hingga 8 trip pendakian, satu diantaranya, bersifat privat trip.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  18:55 WIB
Pendaki berjalan menuju area pasar bubrah di bawah puncak Taman Nasional Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/9). - ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Pendaki berjalan menuju area pasar bubrah di bawah puncak Taman Nasional Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (21/9). - ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Besarnya potensi wisata Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya, terlebih di sektor destinasi gunung favorit, mendorong Fajar Ismail untuk mengembangkan usaha travel Taxi Pendaki di bawah bendera usaha Rangers Orange. Apalagi saat ini, tren naik gunung kian meningkat.

“Ada banyak faktor yg melatari tren mendaki gunung kian mewabah, salah satunya pengaruh dari film dan media sosial yang menujukkan seolah ketika berhasil menapaki satu gunung tertentu, terlihat keren atau hebat,” ujar Fajar Ismail, Founder Taxi Pendaki Rangers Orange

Bahkan di masa pandemi ini, antusiasme masyarakat mendaki gunung tetap terjaga. Meski baru beroperasi kembali sejak akhir Oktober, sepanjang hingga November akhir tahun ini, Taxi sudah membawa hingga 8 trip pendakian, satu diantaranya, bersifat privat trip.

Adapun destinasi favorit masih di Gunung Gede, Cianjur, Jawa Barat. Selain aksesnya yang dekat Jakarta, Gunung Gede juga salah satu destinasi gunung yang mudah diakses pendaki pemula, kontur treknya yang landai saat mendaki via Cibodas, juga karena ketersediaan air yang melimpah di sepanjang jalur mendaki.

“Antusiasme mendaki cenderung stabil di akhir pekan, contoh Gunung Gede yang sempat viral kembali di akhir September lalu. Ribuan pendaki jejaki puncak gunung. Kami mensupport dari sisi armada, guide, hingga porter,” tuturnya.

Untuk tarif mendaki open trip, privat trip atau menyewa jasa armada taxi pendaki berbeda beda, ditinjau dari tujuan lokasi. Umumnya biaya mendaki di gunung Jawa Barat, berkisar Rp300ribu hingga Rp500ribu, Jawa Tengah, berkisar RRp400ribu sampai Rp600ribu, dan Jawa Timur sekitar Rp600ribu hingga Rp1juta.

“Tarif di atas berlaku di saat open trip, dengan estimasi tim lengkap 3 - 6 pendaki dalam satu tim dengan sistem iuran perorang. Untuk privat trip, tarif perjalan bisa dua kali lipat dari tarif open trip, mengingat kebutuhan jasa privat trip, terima beres, segala kebutuhan disuport pihak travel,” terangnya.

Standar peralatan mendaki diantaranya:
1. Tas carier dan daypack
2. Peralatan masak, nesting, kompor, gas portable
3. Peralatan kemah, matras, sleepingbag, hamock dan tenda dengan kapasitas yang disesuaikan
4. Alas kaki, sepatu dan sendal treking
5. Pakaian hangat, jaket, kaus kaki panjang, sarung tangan, kupluk
6. Penerangan, headlamp, lampu badai, senter dan persiapan baterai
7. Peralatan mendukung lain, trekingpole (tongkat pijakan mendaki), trashbag (kantong plastik sampah), gaiter (pelindung sepatu dari bebatuan), raincoat jas hujan,
8. Perapian, korek api dan korek kayu
9. P3K

Syarat2 khusus yg wajib dimiliki adalah keterampilan manajemen pendakian, yang meliputi:
1. Pengetahuan dasar mendaki:
- Menggali informasi dan karakteristik seputar destinasi (ketinggian gunung, metode simaksi, ketersediaan air di jalur dll)
- Memulai pendakian dari jalur resmi
- Meninggalkan indentitas sblm mulai mendaki di posko resmi pendakian
2. Dasar pengetahuan survival (Bertahan hidup di alam bebas)
- Navigasi darat, membaca peta dan kompas
- Kemampuan mengolah logistik, memasak
- Teknik bertahan hadapi risiko cuaca extrim, hypoterm dll
- Kemampuan medis darurat, P3K
3. Manajemen set alat pendakian
- Proses persiapan set alat pendakian
- Kemampuan packaging carier dan seisinya
- Teknik menggunakan alat pengaman (tali karmantel, carabiner dll).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis pendaki gunung
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top