Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 5 Kesalahan yang Biasa Dilakukan Pengusaha Baru, Yuk Benahi

Menurut Global Entrepreneurship Index 2018, Amerika Serikat, Swiss dan Kanada berada pada 3 besar negara dengan ekosistem kewirausahaan yang sehat dilihat dari kinerja baik domestik maupun internasional.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  21:37 WIB
Karyawan merapikan uang dolar dan rupiah di Kantor Cabang Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (14/1/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan merapikan uang dolar dan rupiah di Kantor Cabang Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (14/1/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa banyak pengusaha gagal?

Wajar jika setiap orang ingin mencicipi tantangan dunia wirausaha, tetapi tidak semua orang bersedia membayar konsekuensinya.

Menurut Global Entrepreneurship Index 2018, Amerika Serikat, Swiss dan Kanada berada pada 3 besar negara dengan ekosistem kewirausahaan yang sehat dilihat dari kinerja baik domestik maupun internasional.

Indonesia berada di peringkat 94 karena evaluasi rendah di bidang dukungan, persepsi peluang bisnis dan keterampilan kewirausahaan.

Dilansir melalui Entrepreneur, setidaknya ada lima kesalahan paling umum yang dilakukan beberapa pengusaha dan langkah yang luput untuk dilakukan saat memulai bisnisnya.

1. Kurang Komitmen.

Beberapa orang ingin berusaha untuk mendapatkan lebih dari uang, yang lain ingin melakukannya untuk menambah nilai lebih bagi kehidupan orang lain. Penting untuk berkomitmen 100 persen pada impian Anda, hanya dengan begitu Anda akan memiliki energi yang diperlukan untuk mengatasi pasang surut yang terjadi di fase awal setiap usaha.

2. Model Bisnis

Sering kali pengusaha baru terlalu fokus pada rencana bisnis dan melupakan pentingnya peran model bisnis di setiap jenis usaha, apalagi yang baru dirintis. Model bisnis yang menghubungkan semua kebutuhan dan tujuan bisnis tentu akan menjamin kesuksesan bisnis Anda.

3. Produk/Layanan vs Penjualan.

Fokus pada produk atau layanan daripada target penjualan adalah salah satu kesalahan yang paling sering terjadi. Hampir setiap orang memulai bisnis mereka sebagai operator dan bukan sebagai tenaga penjualan.

Terkadang ketika pengusaha awam membawa produknya ke pasar, mereka menemukan bahwa pasar tidak menginginkan apa yang mereka tawarkan. Kemudian mereka berpikir bahwa mereka dapat mengubah pola pikir pasar, mengeluarkan uang untuk mencoba mengubah pola pikir pasar, dan akhirnya justru menghancurkan perusahaan.

Fokus pada strategi penjualan! Pertama-tama teliti apa yang diinginkan pasar untuk kemudian membangun produk atau layanan Anda.

4. Manajemen Uang.

Keuangan bisnis adalah cerminan dari keuangan pribadi seorang pengusaha. Tantangan utama para pemula adalah pengelolaan arus kas. Banyak pengusaha menghabiskan semua uang yang masuk ke perusahaan untuk gaya hidup daripada menginvestasikannya kembali untuk menghasilkan lebih banyak arus kas. Artinya perusahaan tidak mencapai potensi maksimalnya dan dalam waktu singkat akan bangkrut. Belajar menangani uang sebelum menerimanya dalam jumlah besar adalah kunci masa depan pengusaha mana pun.

5. Terjebak pada Pengembangan Ide.

Ketika Anda memulai bisnis ada waktu untuk berfilsafat dan waktu lain untuk bertindak Pada awalnya baik untuk mengklarifikasi setiap ide, lebih penting lagi adalah implementasnya dan membuatnya menjadi kenyataan.

Masalah bagi banyak pengusaha adalah mereka terjebak pada filosofis dan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengumpulkan ide tanpa diwujudkan.

Jika Anda mempertimbangkan rekomendasi ini dan menghindari jatuh ke salah satu dari lima kesalahan ini, Anda akan meningkatkan kemungkinan untuk bertahan di pasar dan meningkatkan peluang bisnis yang Anda impikan menjadi kenyataan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengusaha enterpreneur tips bisnis
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top