Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menciptakan Budaya Sehat di Kantor pada Masa Pandemi

Selama pandemi, ada kantor yang meniadakan absensi dengan jari (fingerprint) dan menggantinya dengan sistem tap kartu atau absensi secara daring.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  21:33 WIB
Karyawan yang bekerja di kantor melakukan protokol kesehatan di kantor. - ilustrasi
Karyawan yang bekerja di kantor melakukan protokol kesehatan di kantor. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati pandemi masih berlangsung, sejumlah perusahaan telah menerapkan aturan untuk bekerja di kantor dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Esther Kristiningrum, dokter departemen medikal Kalbe Farma mengatakan diperlukan kehati-hatian tinggi ketika masyarakat mulai menjalani pekerjaan di kantor.

Pasalnya, klaster virus corona baru perkantoran telah terjadi di beberapa tempat. Dia mengimbau pekerja tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Penting sekali untuk tetap melakukan protokol kesehatan di kantor. Tetapi tidak hanya di kantor saja, begitu juga saat berangkat dari rumah dan pulang ke rumah," katanya dalam webinar Kalbe Farma dan Bisnis Indonesia, Jumat (26/2/2021).

Esther mengapresiasi karena banyak kantor yang sudah mulai melakukan skrining daring karyawannya. Bagi mereka yang sedari awal mengalami sakit tak terbatas pada gejala Covid-19, maka diizinkan untuk bekerja dari rumah.

Mayoritas kantor juga, lanjutnya, telah memiliki petugas pengecekan suhu sebagai langkah skrining tambahan. Begitu juga dengan ketersediaan handsanitizer di sejumlah titik serta akses terhadap air dan sabun untuk mencuci tangan.

Bahkan, Esther menyebut beberapa perkantoran sudah meniadakan absesnsi dengan jari (fingerprint) dan menggantinya dengan sistem tap kartu atau absensi secara daring.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai adalah ketika berada di ruang kerja. Dia mengingatkan agar perusahaan dan karyawan memastikan jarak paling tidak satu meter atau lebih antara satu dan yang lainnya, guna meminimalkan risiko.

Jika tidak memungkinkan adanya pemberian jarak sosial, disarankan supaya kantor menerapkan kerja masuk kantor secara bergantian agar tidak terjadi kepadatan yang berisiko lebih tinggi menyebarkan virus.

Dia melanjutkan titik penting lainnya adalah ketika jam makan siang, di mana pekerja pasti akan membuka masker. Cara meminimalkan risiko pada kondisi ini adalah dengan pemberian jarak atau sekat dan mempercepat jam makan sehingga pekerja tidak saling berbincang.

"Walaupun sudah menjalankan protokol kesehatan secara maksimal dari diri sendiri, tapi terkadang lingkungan sekitarnya itu belum. Makanya kita juga perlu dibekali dengan pertahanan [daya tahan tubuh] yang baik," katanya.

Esther menyebutkan sejumlah hal yang bisa menunjang daya tahan tubuh antara lain istirahat dan tidur cukup, konsumsi makanan gizi seimbang, olahraga teratur, minum air putih cukup, dan juga mengelola stres.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran Covid-19 pandemi corona Protokol Pencegahan Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top