Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ITB Tawarkan Platform Kewirausahaan Nasional, Ini Daftar Programnya

Institut Teknologi Bandung (ITB) menawarkan desain platform untuk memantau segala aktifitas dari berbagai program gerakan kewirausahaan nasional.
Ilustrasi Entrepreneur. Di dalam LPIK ITB ini sudah berjalan program inkubasi dengan beberapa tahapan, seperti pra-inkubasi, inkubasi, hingga graduation. /ilustrasi
Ilustrasi Entrepreneur. Di dalam LPIK ITB ini sudah berjalan program inkubasi dengan beberapa tahapan, seperti pra-inkubasi, inkubasi, hingga graduation. /ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) menawarkan desain platform untuk memantau segala aktifitas dari berbagai program gerakan kewirausahaan nasional.

Kepala Unit Pengembangan SDM Pelatihan Institut Teknologi Bandung (ITB) Yuni Ros mengatakan platform kewirausahaan nasional tersebut dapat dijalankan mulai dari kementerian hingga seluruh pemerintah provinsi di Indonesia, dengan Kementerian Koperasi dan UKM sebagai akseleratornya.

"Desain platform kewirausahaan nasional yang diusulkan ITB nantinya diproyeksikan untuk memantau segala aktifitas dari program kewirausahaan yang ada," ujar Yuni seperti dikutip laman Kementerian Koperasi dan UKM, Rabu (3/3/2021).

ITB, katanya, sudah menyusun beberapa strategi terkait dengan pengembangan kewirausahaan secara nasional, seperti penyusunan kebijakan, menciptakan ekosistem kewirausahaan secara kelembagaan, meningkatkan talent atau SDM dengan sertifikasi, hingga promosi dan sosialisasi program atau penyuluhan.

Beberapa usulan program tersebut adalah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BB 2021), Bangga Perusahaan Rintisan Indonesia, Peluncuran Jaringan Kewirausahaan Nasional (National Enterpreneurship Network/NEN), Peluncuran Platform Kewirausahaan Nasional (National Enterpreneurship Platform), Penghargaan Inkubator dan Akselerator (Minister’s Awards), dan National Startup Awards 2020 (Minister’s Awards).

"Usulan tersebut dilatarbelakangi dengan beberapa poin seperti rasio kewirausahaan di Indonesia yang masih jauh dari target, besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap wirausaha hingga adanya tren ekonomi digital, tidak adanya pengetahuan terkait kewirausahaan secara terpadu, dan belum tumbuhnya budaya komersialisasi inovasi,” ujar Yuni.

Sekretaris Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB Santi Novani mengatakan platform tersebut sudah diterapkan di skala ITB, yakni melalui LPIK ITB yang sudah bersertifikasi internasional.

"Di dalam LPIK ITB ini sudah berjalan program inkubasi dengan beberapa tahapan, seperti pra-inkubasi, inkubasi, hingga graduation," ujar Santi.

Tahapan-tahapan tersebut diharapkan dapat diadopsi Kemenkop dan UKM dalam mengembangkan kewirausahaan secara nasional di Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi usulan platform kewirausahaan nasional yang digulirkan Institut Teknologi Bandung (ITB). "Platform model kewirausahaan seperti itu juga dipakai di Jepang. Pemerintah akan menyediakan biaya untuk startup buatan mahasiswa yang masuk dalam program inkubator."

Program ini juga diharapkan mampu menjadi jawaban atas pertanyaan arah ekonomi Indonesia ke depan, di mana teknologi digital menjadi salah satu kuncinya. Menurut Teten, saat pra-inkubasi diperlukan penyaringan untuk produk atau model bisnis yang sudah unggul dan produk yang perlu dilakukan pendampingan secara serius.

"Secara keseluruhan, saya merasa cocok dan setuju dengan program-program usulan yang diberikan ITB,” kata Teten.

Teten pun meminta Deputi Kewirausahaan untuk mengakomodasi usulan tersebut untuk diteruskan menjadi usulan Kementerian Koperasi dan UKM kepada Bappenas. Pasalnya, hal tersebut sejalan dengan output dari KemenkopUKM yang ingin mencetak wirausaha unggul berbasis teknologi sehingga UMKM kita dapat lebih bersaing.

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenkopUKM Victoria Br Simanungkalit mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut.

“Kami menyambut baik usulan dari pihak ITB dan kami siap untuk berkolaborasi bersama, setelah itu kita akan bersama-sama menyusun detail apa saja yang diperlukan untuk dijadikan usulan yang matang kepada Bappenas dan diproyeksikan ke dalam Perpres yang akan berlaku dalam jangka 3 tahun ke depan," kata Victoria.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Fatkhul Maskur
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper