Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Studi : Banyak Uang Tak Menjamin Anda Lebih Bahagia

Sebuah penelitian yang diterbitkan American Psychological Association (APA) menunjukkan makin banyak seseorang menghasilkan uang ternyata tidak menjamin akan lebih berempati atau peka terhadap keadaan sekitar.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 10 Maret 2021  |  14:29 WIB
Ilustrasi. Satu studi 2010 dari Universitas Princeton menyatakan bahwa punya lebih banyak uang itu tidak selalu menjamin kebahagiaan.  - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi. Satu studi 2010 dari Universitas Princeton menyatakan bahwa punya lebih banyak uang itu tidak selalu menjamin kebahagiaan. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah penelitian yang diterbitkan American Psychological Association (APA), pekan lalu, menunjukkan makin banyak seseorang menghasilkan uang ternyata tidak menjamin akan lebih berempati atau peka terhadap keadaan sekitar.

Dalam survei terhadap lebih dari 1,6 juta orang dari 162 negara, para peneliti dari Singapura dan AS menyimpulkan bahwa, meskipun mereka yang berpenghasilan lebih tinggi cenderung merasa lebih percaya diri dibandingkan mereka yang berpenghasilan rendah.

Namun mereka yang berpenghasilan lebih tinggi tidak semuanya memiliki empati yang sama.

"Memiliki lebih banyak uang tidak selalu membuat seseorang lebih berbelas kasih dan bersyukur, dan kekayaan yang lebih besar mungkin tidak berkontribusi untuk membangun masyarakat yang lebih peduli dan toleran,\" ujar pemimpin peneliti Eddie Tong, profesor psikologi di National University of Singapore seperti dikutip melalui Entrepreneur, Rabu (10/3/2021).

Laporan ini lebih lanjut mengungkapkan bahwa orang yang berpenghasilan tinggi sering kali memiliki 'emosi' yang lebih positif, seperti harga diri dan tekat. Sebaliknya, mereka yang berpenghasilan rendah mengalami emosi yang didominasi oleh kesedihan hingga rasa malu.

Memiliki lebih banyak uang tampaknya berdampak positif pada 'kesejahteraan emosional' seseorang - seperti yang ditunjukkan Tong - tetapi tidak ada hubungan yang konsisten antara tingkat pendapatan dan bagaimana perasaan orang tentang satu sama lain.

Profesor itu juga menambahkan bahwa temuan timnya bersifat korelasional, sehingga sulit untuk membuktikan apakah pendapatan yang lebih tinggi benar-benar mengarah pada emosi positif, atau hanya ada hubungan di antara keduanya.

"Kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan rata-rata orang dan meningkatkan ekonomi dapat berkontribusi pada kesejahteraan emosional individu," katanya.

Namun, Tong menambahkan hal ini mungkin tidak selalu berkontribusi pada pengalaman emosional yang penting untuk keharmonisan komunal.

Terlepas dari kenyataan bahwa mungkin ada beberapa kebenaran di balik pengaruh uang terhadap kebahagiaan, setidaknya satu studi 2010 dari Universitas Princeton menyatakan bahwa punya lebih banyak uang tidak selalu menjamin kebahagiaan.

Menurut penulis laporan tersebut, penghasilan tinggi mungkin secara positif memengaruhi perasaan Anda tentang hidup secara keseluruhan, tetapi uang tidak secara signifikan mengendalikan bagaimana Anda memandang dunia sehari-hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penghasilan tips bahagia
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top