Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perluas Pasar, Kemenparekraf Dorong Digitalisasi UMKM Danau Toba

Pandemi Covid-19 telah memicu penurunan di berbagai sektor industri, tidak terkecuali pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengalami dampak cukup serius.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  15:02 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno (tengah) didampingi Bupati Kabupaten Dairi Eddy Keleng Ate Berutu (kanan) dan istri Romy Frida Mariani Simarmata (kedua kiri) menyapa warga usai peluncuran Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) Beli Kreatif Danau Toba, di Paropo, Dairi, Sumatera Utara, Sabtu (20/2/2021). - Antara
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno (tengah) didampingi Bupati Kabupaten Dairi Eddy Keleng Ate Berutu (kanan) dan istri Romy Frida Mariani Simarmata (kedua kiri) menyapa warga usai peluncuran Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) Beli Kreatif Danau Toba, di Paropo, Dairi, Sumatera Utara, Sabtu (20/2/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah memicu penurunan di berbagai sektor industri, tidak terkecuali pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengalami dampak cukup serius.

Proses pemulihan terus berjalan, meski demikian saat ini belum semua masyarakat merasa cukup aman untuk kembali menikmati liburan di kawasan wisata atau berinteraksi secara leluasa dengan pelaku ekonomi kreatif.

Menjawab kebutuhan ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya memberdayakan pelaku ekonomi kreatif dengan program digitalisasi UMKM.

Danau Toba, Sumatera Utara sebagai kawasan wisata super prioritas harus didukung dengan industri kreatif yang modern dalam hal promosi dan pemasaran produk pelaku ekonomi kreatif.

Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Yuana Rochma Astuti menjelaskan bahwa kampanye 'Beli Kreatif Danau Toba' adalah salah satu contoh digitalisasi pelaku ekonomi kreatif dalam memasarkan produk dan memperluas pasar.

Kegiatan 'Beli Kreatif Danau Toba' berlangsung sejak 20 Februari 2021 hingga Juni 2021 dan merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021.

"Beli Kreatif Danau Toba diikuti 200 pelaku ekonomi kreatif, menghadirkan beragam produk kreatif seperti 121 kuliner, 29 produk fesyen dan 50 kriya," urai Yuana, melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (29/3).

Selain itu digitalisasi pelaku ekonomi kreatif akan menambah wawasan pelaku kreatif dalam pemasaran produk mereka.

Para pelaku ekomnomi kreatif 'Beli Kreatif Danau Toba' akan mendapatkan pelatihan, pendampingan secara offline dan online untuk peningkatan omzet.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja hingga perluasan pasar menjadi target digitalisasi pelaku ekonomi kreatif 'Beli Kreatif Danau Toba'. Untuk pemasarannya akan dibantu melalui marketplace dan e-commerce.

"Selain pelatihan peserta juga akan difasilitasi untuk iklan di Facebook, Instagram, dan membuka kesempatan ekspor yang bekerja-sama dengan Dirjen Bea Cukai," ujarnya.

Dia menggarisbawahi untuk pembebasan pajak dapat dilakukan jika ada program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dari pemerintah dalam pengurusan pajak.

Fasilitas lain yang diberikan untuk mempermudah akses ke pasar yang lebih luas adalah pembebasan ongkos kirim yang sedang diupayakan dengan PT Pos Indonesia.

200 pelaku kreatif yang berpartisipasi dalam 'Beli Kreatif Danau Toba' mewakili pelaku kreatif dari 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara yang sebelumnya telah diriset berdasarkan target pelaku ekraf dan buyers.

'Beli Kreatif Danau Toba' juga ditujukan untuk promosi dan meningkatkan daya beli produk lokal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

danau toba umkm go online
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top