Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Facebook hingga Apple, Ini 6 Ciri Budaya Unik Perusahaan yang bisa Diadopsi Bisnis Kecil

Di balik setiap tindakan dan keputusan terdapat visi yang jelas untuk sukses. Visi tersebut didorong oleh budaya perusahaan yang menginspirasi pekerja untuk berjuang mencapai yang terbaik.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 05 April 2021  |  15:29 WIB
Ilustrasi - Cambridgeinternational
Ilustrasi - Cambridgeinternational

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan teknologi terbesar dan paling sukses memberi pengaruh besar pada dunia.

Di balik setiap tindakan dan keputusan terdapat visi yang jelas untuk sukses. Visi tersebut didorong oleh budaya perusahaan yang menginspirasi pekerja untuk berjuang mencapai yang terbaik.

Melalui ciri budaya yang unik, perusahaan big tech membantu memelihara inovasi dan fleksibilitas yang diperlukan untuk mewujudkan visi mereka.

Budaya perusahaan ini mengamankan posisi mereka sebagai pemimpin industri dan panutan bagi perusahaan di seluruh dunia.

Budaya perusahaan penting untuk setiap bisnis, tidak peduli industri atau ukurannya.

Berikut adalah enam ciri budaya perusahaan Big Tech yang unik yang juga dapat membantu usaha kecil untuk sukses, seperti dilansir melalui Entrepreneur.

1. Hacker Culture: menemukan cara kreatif untuk mengatasi keterbatasan

Facebook berkembang dengan hacker culture untuk pemecahan masalah secara kreatif dalam merancang solusi jaringan sosial dan keamanan dunia maya yang mengikuti kemajuan internet dan teknologi yang terus berubah.

Perusahaan big tech dihadapkan pada tantangan yang tidak biasa dalam menemukan cara kreatif untuk mengatasi keterbatasan perangkat lunak seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan. Hacker culture membutuhkan fleksibilitas dan keberanian, mendorong pekerja untuk dengan cepat menyelesaikan masalah mereka sendiri sebelum masalah meningkat ke manajemen yang lebih tinggi.

Budaya ini menuntut saluran komunikasi terbuka dan menciptakan kebebasan di antara karyawan untuk berbagi ide dan solusi curah pendapat untuk menemukan hasil terbaik bagi perusahaan dan pelanggan mereka.

2. Keterlibatan karyawan: menciptakan lingkungan kerja yang fleksibel dan menyenangkan

Keterlibatan karyawan adalah suatu keharusan untuk mendapatkan dukungan terhadap misi perusahaan. Google menciptakan lingkungan yang fleksibel dan menyenangkan yang didasarkan pada kepercayaan yang memungkinkan karyawan untuk berpikir out of the box dan membuat keputusan sendiri.

Pekerja berkumpul di ruang informal untuk berkolaborasi dan berbagi ide. Kegagalan dihargai sehingga menghilangkan rasa takut untuk membuat kesalahan. Orang-orang merasa bebas untuk bertukar pikiran, berinovasi, dan berpikir tanpa ragu-ragu.

3. Growth mindset: mendorong karyawan untuk mempraktikkan pola pikir ini secara individu

Setiap perusahaan tentu akan menemui hambatan pada satu waktu. Ketika ini terjadi, growth mindset mendorong karyawan untuk mempelajari lebih lanjut tentang masalah yang dihadapi dan mencari solusi yang memungkinkan.

Microsoft mengandalkan growth mindset untuk menanamkan keinginan pada pekerja untuk terus belajar dan memiliki keingintahuan yang tak pernah terpuaskan untuk terus mencari informasi dan mendapatkan pengetahuan. Perusahaan mendorong staf mereka untuk bereksperimen dan berpikir kreatif, dan, seperti Google, menyediakan lingkungan tempat membuat kesalahan tidak masalah.

Trial and error sering kali merupakan cara menemukan solusi yang berharga, dan pola pikir untuk terus berkembang memungkinkan hal itu terjadi.

4. Tidak perlu gelar, pelajari cara kerja perusahaan: mengadopsi sistem pelatihan big tech

Perusahaan seperti Apple, Google, dan IBM tidak lagi berfokus pada gelar sarjana dan lebih banyak merekrut orang-orang terampil. Mereka mencari orang-orang yang unggul dalam kemampuan dan kreativitas mereka, dan yang dapat menjaga kerahasiaan yang diperlukan untuk melindungi ide-ide eksklusif dan membantu perusahaan menjadi yang terdepan dalam persaingan.

Dengan menekankan pentingnya keterampilan daripada pendidikan, perusahaan teknologi raksasa menantang standar konvensional dan membuka jalan bagi inovasi.

5. Inovasi-sentris: tidak pernah membiarkan ide-ide hebat terbuang percuma

Perusahaan yang mengedepankan inovasi lebih cenderung mengembangkan produk-produk canggih yang meningkatkan kehidupan sehari-hari dan masyarakat secara keseluruhan.

Kita bisa lihat kebiasaan ini di Samsung, yang bangga menanamkan budaya yang berpusat pada inovasi dengan menekankan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan karyawannya untuk mengembangkan produk unggulan.

Dengan demikian, perusahaan menciptakan peluang untuk pengembangan berkelanjutan di lebih dari sekadar lini produk dan layanannya. Strategi ini mempromosikan pertumbuhan karyawan secara pribadi dan profesional, mendorong karyawan untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan individu mereka.

6. Perlakukan karyawan seperti keluarga: Anda akan mendapatkan loyalitas mereka

Orang-orang yang merasa memiliki andil di perusahaan tempat mereka bekerja lebih terinspirasi untuk bekerja menuju kesuksesan secara keseluruhan.

Alibaba memberdayakan karyawannya dengan mendorong mereka untuk memberikan umpan balik yang jujur, memberikan saran yang berharga, dan (dengan hormat) mengkritik kepemimpinan perusahaan.

Budaya ini mempromosikan lingkungan kerja yang transparan, terbuka terhadap ide-ide baru, dan memasukkan umpan balik karyawan dalam keputusan besar tentang perusahaan dan produk.

Pekerja yang diperlakukan seperti keluarga memiliki lebih banyak dorongan untuk mendukung tujuan dan pencapaian perusahaan.

Bisnis besar dan kecil semuanya memiliki satu kesamaan: budaya perusahaan yang dapat mendorong atau menghancurkan kesuksesan mereka.

Dengan menerapkan strategi unik ini, Anda dapat membangun tenaga kerja yang bersemangat dengan misi Anda, setia kepada perusahaan Anda, dan bebas untuk bertukar pikiran tentang ide-ide kreatif yang membuat perusahaan Anda unggul dalam persaingan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top