Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Loyang Tarikolot Tembuh Pasar Asia Tenggara, Begini Ceritanya

Di tengah pandemi yang membuat pebisnis gulung tikar, usaha pembuatan loyang milik Nuryaman di pelosok Tarikolot, Bogor, justru menggeliat. Bahkan produknya menembus pasar Asia Tenggara.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 08 April 2021  |  14:21 WIB
H. Nuryaman, pemilik UD Aneka Loyang (kanan). Loyang adalah wadah untuk menampung adonan makanan, seperti kukis atau biskuit untuk kemudian dipanggang.  - Bisnis.com
H. Nuryaman, pemilik UD Aneka Loyang (kanan). Loyang adalah wadah untuk menampung adonan makanan, seperti kukis atau biskuit untuk kemudian dipanggang. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah pandemi yang membuat pebisnis gulung tikar, usaha pembuatan loyang milik Nuryaman di pelosok Tarikolot, Bogor, justru menggeliat. Bahkan produknya menembus pasar Asia Tenggara. Padahal, rumah produksinya terselip dengan akses jalan maksimal dilalui sepeda motor.

Loyang adalah wadah untuk menampung adonan makanan, seperti kukis atau biskuit untuk kemudian dipanggang. Dulu, loyang atau talam terbuat kuningan. Dalam perkembangannya, wadah ini terbuat dari aluminium atau seng.

Nuryaman telah memulai usaha pembuatan loyang sejak 1998 dengan nama UD Aneka Loyang. Kemampuannya membuat loyang didapat Nuryaman dari pengalamannya ketika bekerja di sebuah industri pembuat loyang.

Ada banyak ragam loyang. Umumnya tergangung pada bentung dan fungsinya. Misalnya, loyang hati untuk membuat kue berbentuk love, loyang sifon untuk membuat kue shiffon, hingga bongkar pasang yang bisa dibongkar dan dipasang.

UD Aneka Loyang sendiri saat ini memiliki 20-an varian produk loyang, seiring dengan inovasi untuk memenuhi permintaan pasar. Selain itu, Nuryaman juga terus memperbaiki manajemen usahanya, di antaranya dengan tidak lagi one man show.

“Saya melibatkan anak dan menantu di dalam bisnis kami,” katanya Nuryaman pada acara Jelajah Virtual UMKM, Kamis (8/4/2021).
Ini tidak terlepas dari dampak pengaruh pembinaan yang dilakukan oleh Yayasan Darma Bhakti Astra (YDBA). Bergabung menjadi binaan YDBA pada 2019, Nuryaman menerapkan manajemen bisnis yang baik setelah mendapatkan pelatihan basic mentality.

Maman, saapaan akrabnya mulai membagikan jobdesk dengan timnya melalui pembukuan sederhana, dan membenahi keuangan dalam bisnisnya sehingga mengetahui berapa omzet yang didapat dalam usahanya.

Maman juga berkesempatan untuk memasarkan produknya di pasar online. Sebelumnya Maman hanya memasarkan produknya di pasar tradisional di Citeureup, Kabupaten Bogor, dan sempat mengalami tekanan penjualan hingga 50 persen di awal pandemi Covid-19.

“Kami pertemukan dengan Toko Pasti Puas, sebuah merchant di berbagai marketplace,” kata Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala. “Kami ber-partner dengan Toko Pasti Puas sejak 2020 untuk membantuk memasarkan produk-produk UMKM melalui media online.”

Berkat kolaborasi dengan menchant online, omzet UD Aneka Loyang tak jadi meredup tetapi justru melejit dengan tingkat kenaikan omzet hingga 200 persen. Sejak Juli 2020 hingga Maret 2021 dirinya telah memasok 9.180 pieces loyang ke Toko Pasti Puas.

“Kapasitas produksi kami saat ini sekitar 2.000 per bulan unit,” kata Maman.

Pemilik PT Eka Cahya Tunas Mitra (Toko Pasti Puas) Tania Seena Cahyono mengatakan kolaborasi dengan YDBA telah berjalan 9 bulan untuk mendorong pengembangan produk dan inovasi proses UMKM binaan sehingga bisa menyesuaikan kebutuhan produk dan adaptif.

Selain itu, menjaga konsistenssi waktu delivery, serta menjaga dan meningkatkan kualitas produk sesuai masukan konsumen. Saat ini ada 30 varian loyang yang dipasarkan, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

“Saat itu ada program Ekspor dari Shoppee, ternyata produk Aneka Loyang dapat respons yang cukup tinggi, seperti loyang hati pada Februari bertepatan dengan momentum Hari Valentine di Filipina, ada juga permintaan di Singapura dan Malaysia,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kepercayaan konsumen sangat penting di pasar online, karena feedback terekor langsung produk. Jika review kurang baik, akan mempengaruhi produk ini. Apalagi masuk pasar international.

Selain itu, penting untuk terus berinovasi, adaptif merespons pasar, dan melakukan penelitian pasar, sehingga bisa mengikuti tren kebutuhan konsumen dan terus eksis.

Besarnya permintaan produk loyang tampaknya tak membuat Maman berdiam di zona nyaman. Di tengah order yang meningkat, Maman melakukan inovasi proses produksi. Awalnya membuat loyang bongkar pasang secara manual, saat ini Maman menggunakan mesin roll sehingga hasilnya lebih bagus.

Adapun untuk mengamankan pasokan bahan baku, baik dari sisi volume, kualitas, dan harga, ia punya strategi tersendiri : membangun hubungan baik dengan pemasok, dalam hal ini adalah toko material.

Profil UD Aneka Loyang

Nama Pemilik : H Nuryaman
Bidang : Usaha Manufaktur
Lokasi Usaha : Jl Industri Kp Bojong, Tarikolot, Citeureup, Kab Bogor, Jawa Barat
Tahun Berdiri Usaha : 1998
Status Tempat Usaha : Milik Sendiri
Jumlah Pekerja : 3 Orang
Binaan Lembaga Pengembangan Bisnis LPB YDBA di Tarikolot Citeureup
Dibina Tahun : 2019
No Telp WA 081381893355
Email : mandiri anekaloyang@gmail com
Penguasaan : Teknologi Manual

Asset yang dimiliki
1. Stamping kapasitas 6 ton 1 Unit
2. Mesin Roll 4 Unit
3. Gunting manual 5 Unit
4. Cutting pelat kapasitas 30 cm 1 Unit
5. Tang potong kawat 1 Unit
6. Alat bantu pendukung lainnya

Program
YDBA yang Telah Diikuti
1. Pelatihan Basic Mentality
2. Pelatihan Gambar Teknik dan Pengukuran
3. Pelatihan Digital Marketing
4. Pelatihan 5 R dan Safety
5. Mempertemukan UMKM dengan potensi pasar (fasilitasi pemasaran) ke PT Eka Cahya Tunas Mitra Depok (Toko Pasti Puas)
6. Sosialisasi Legalitas usaha
7. Memperkenalkan pasar online melalui IG Ads

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm go online peralatan dapur ydba
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top