Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Ide Bisnis yang Bisa Anda Tiru dari Pitch Deck Uber

Hanya 25 slide Powerpoint yang diperlukan Uber untuk mendapatkan investasi awal US$200.000 pada 2008.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 13 April 2021  |  11:36 WIB
Ilustrasri - uber Taxi - mises.org
Ilustrasri - uber Taxi - mises.org

Bisnis.com, JAKARTA - Hanya 25 slide Powerpoint yang diperlukan Uber untuk mendapatkan investasi awal US$200.000 pada 2008.

Maju lebih cepat 1 dekade, dan IPO perusahaan rideshare itu mengakhiri hari pertama dengan valuasi US$81 miliar, bahkan setelah bertahun-tahun bencana dan skandal PR. Jadi, apa isi proposal Uber kala itu?

Dilansir melalui Entrepreneur, pendiri Uber Garrett Camp dan Travis Kalanick mengajukan konsep bisnis yang benar-benar baru selama kemerosotan finansial yang sangat besar, saat bahkan investor paling cerdas pun mungkin ragu untuk mempercayai ide-ide baru.

Proposal mereka sangat bagus dan bekerja dengan baik.

Jika Anda sedang mengumpulkan keberanian untuk mengejar pendanaan dalam ekonomi yang goyah, penentuan posisi adalah pendorong kepercayaan diri yang pasti.

Berikut adalah lima ide dari proposal Uber yang mungkin ingin Anda tiru sebelum melakukan pengajuan pendanaan.

1. Prioritaskan ide daripada desain

Desain Powerpoint yang digunakan Uber hanya menggunakan desain standar. Camp dan Kalanick tidak bergantung pada font khusus atau animasi, mereka menghindari mencoba terlihat mewah dan hanya menggunakan grafik dasar dan poin-poin penting dalam font hitam dengan latar belakang putih.

Kita mungkin berpikir perlu mengesankan investor dengan materi berkelas atau situs web yang sempurna. Namun dalam banyak kasus, ini tidak benar; pemodal ventura ingin mendapatkan inti dari ide yang Anda sampaikan. Dengan menjaganya tetap sederhana dan fokus pada inti masalah, Uber dapat memusatkan perhatian pada bagian yang paling menarik dari pitch-nya : peluang untuk mendisrupsi industri taksi secara permanen.

2. Buat prediksi yang tepat tentang masa depan

Para investor tahu bahwa tidak ada yang bisa memprediksi masa depan secara akurat. Camp dan Kalanick menggunakan ide untuk melukiskan gambaran tentang kemungkinan masa depan, menunjuk pada peluang seperti kompleksitas taksi sebagai peluang untuk berinovasi. Melihat presentasi singkat mereka sekarang, kita dapat melihat bagaimana kemungkinan-kemungkinan ini menjadi kenyataan.

Kekuatan proposal Camp dan Kalanick bukan dari segi akurasi tapi pada visi mereka, dan bagaimana mereka berhasil membujuk investor untuk melihat masa depan dari sudut pandang mereka.

3. Berikan skenario terburuk yang realistis

Dalam resesi, investor waspada terhadap prediksi bullish. Kalanick dan Camp menggunakan imajinasi mereka untuk menarik investor dengan berbagai kemungkinan, dan mereka tahu investor menjaga lebih ketat permodalan setelah krisis hipotek.

Dalam paparannya, kedua pendiri ini menyampaikan apa yang mereka lihat sebagai skenario terburuk, kemudian menguraikan kemajuan mereka hingga saat ini untuk membuat presentasi mereka terasa seperti hal mudah.

4. Menumpang teknologi sukses lainnya

Aneh jika dingat bahwa smartphone baru menjadi populer pada 2008. Saat itu, smartphone hanya 22 persen dari penjualan ponsel genggam, sedangkan saat ini lebih dari 70 persen populasi orang dewasa di AS menggunakan smartphone.

Uber melihat smartphone adalah jalan ke depan. Camp dan Kalanick tidak hanya mempromosikan layanan taksi, tetapi juga cara kerjanya sebagai aplikasi, menggunakannya sebagai nilai jual inti.

Saat smartphone semakin populer, memesan Uber menjadi semakin normal, memungkinkan perusahaan rintisan itu untuk memposisikan dirinya di depan dan merebut pangsa pasar.

5. Kenali pesaing Anda luar dalam

Proposal bisnis Uber mengoyak bisnis taksi dan limusin hingga tercabik-cabik. Para pendiri memetakan kelemahan pesaing tidak hanya terkait perspektif konsumen tetapi juga karyawan industri dan tantangan tenaga kerja.

Dengan menunjukkan pengetahuan anatomis tentang pesaing mereka, Kalanick dan Camp dapat meyakinkan investor bahwa Uber - atau semacamnya sebagai ide - memiliki apa yang diperlukan untuk menangkap sebagian besar pasar, bahkan selama resesi.

Menyampaikan proposal bisnis ke investor tentu tidak mudah dan sering kali menjadi sumber kecemasan.

Tetapi ketika Anda telah melakukan pekerjaan untuk memposisikan penawaran Anda dengan baik, investor dan pemodal ventura akan melihatnya dan mengambil tindakan ketika mereka melihat peluang.

Alih-alih membiarkan ekonomi yang sulit mengguncang harapan dan impian Anda, gunakan waktu ini untuk membuktikan bisnis Anda aman dari resesi dan kejarlah takdir Anda dengan semua yang Anda miliki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp taksi uber
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top