Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Founder Woman Preneur Community: Sekali Mendayung Dua Tiga Pulau Terlampaui

Irma Sustika yang selama ini dikenal sebagai Founder dari Woman Preneur Community berinisiatif menggalang donasi agar pemilik UMKM fesyen beserta para pekerjanya bisa sedikit bernafas lega. Namun, hasil dari donasi tersebut tidak serta merta dia salurkan kepada pemilik dan pekerja UMKM fesyen yang terdampak.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 21 April 2021  |  16:59 WIB
Irma Sustika - dokumen pribadi
Irma Sustika - dokumen pribadi

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air sejak Maret tahun lalu tentunya menjadi pukulan berat bagi pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang fesyen. Permintaan mengalami penurunan signifikan akibat melemahnya daya beli masyarakat ditambah dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di banyak wilayah.

Mau tidak mau produksi harus dikurangi atau bahkan dihentikan sementara. Kemudian, tak sedikit pula pekerja yang terpaksa dirumahkan tanpa pembayaran upah lantaran kondisi keuangan pemilik usaha yang tidak memungkinkan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Irma Sustika yang selama ini dikenal sebagai Founder dari Woman Preneur Community berinisiatif menggalang donasi agar pemilik UMKM fesyen beserta para pekerjanya bisa sedikit bernafas lega. Namun, hasil dari donasi tersebut tidak serta merta dia salurkan kepada pemilik dan pekerja UMKM fesyen yang terdampak.

“Donasi ini dikumpulkan untuk diberikan kepada rumah sakit atau tenaga kesehatan yang membutuhkan dalam bentuk APD [alat pelindung diri] berupa coverall atau masker kain. Nah UMKM fesyen yang terdampak itu kemudian diminta untuk membuatnya sesuai standar, tentunya di awal sudah diberikan pelatihan terlebih dahulu,” katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Dengan demikian, donasi yang berhasil dikumpulkan oleh Irma dibantu oleh rekan-rekannya di Woman Preneur Community memberikan manfaat yang jauh lebih besar. Selain bermanfaat bagi upaya penanganan pandemi Covid-19, menurut Irma donasi tersebut juga ikut menyelamatkan pemilik dan pekerja UMKM fesyen yang berada di ujung tanduk.

“Tentunya [pemilik dan pekerja] yang diminta membuat APD itu anggota Woman Preneur Community. Untuk sementara, kami baru bisa memberdayakan anggota kami terlebih dahulu. Donasi sampai saat ini masih kami buka,” ungkapnya.

Irma mengungkapkan salah satu pemilik UMKM fesyen yang menjadi anggotanya adalah pengrajin kain tenun di Nusa Tenggara Timur. Agar tetap bisa berproduksi selama pandemi Covid-19, mereka akhirnya diarahkan untuk memproduksi masker kain yang aman sekaligus unik ketika digunakan.

Sebagai catatan, Woman Preneur Community merupakan komunitas pemberdayaan perempuan yang diinisiasi oleh Irma pada 2010 lewat sebuah grup Facebook. Saat ini jumlah anggota yang bergabung dengan komunitas tersebut mencapai 15.000 orang dengan 1.200 UMKM binaan yang lahir lewat program Inkubator Bisnis Woman Preneur.

Pembinan UMKM tersebut melibatkan sejumlah pelaku usaha yang sudah sukses, Irma turun langsung dalam pembinaan berbekal sertifikat LUTCF ( Life Undewriter Training Consult Fellow ) dari American Collage USA–Certified Sales For Insurance & Financing Industries.

“Inkubator Bisnis Woman Preneur ini [dimulai sejak] 2013. Jadi UMKM itu tidak hanya diberikan pembinaan atau pelatihan saja, tetapi juga pendampingan sampai akhirnya punya pasar. Kemudian baru setelah itu [dibantu] akses permodalan, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Kemudian selain UMKM di bidang fesyen, Irma melalui Woman Preneur juga membantu UMKM produk-produk lain yang penjualannya seret akibat pandemi Covid-19. UMKM tersebut kebanyakan adalah produsen oleh-oleh atau kerajinan yang mengandalkan penjualan dari kunjungan wisatawan di daerahnya.

Irma mencatat satu per satu UMKM binaan Woman Preneur Community yang kesulitan menjual produknya kemudian memasukkannya dalam katalog digital. Katalog tersebut disiapkan khusus bukan untuk membantu UMKM binaan menjual produknya langsung kepada konsumen saja.

“Katalog sebenarnya disiapkan agar anggota Woman Preneur Community yang dirumahkan atau ingin membantu keuangan keluarga bisa menjadi reseller. UMKM ini tentunya belum punya jaringan yang luas, nah anggota kami yang punya jaringan luas kemudian ambil alih. UMKM terbantu, kondisi keuangan mereka bisa terbantu juga,” tuturnya.

Selain itu, Irma menyebut dirinya bersama anggota Woman Preneur Community juga menyelenggarakan pelatihan kepada UMKM secara daring selama pandemi Covid-19. Pelatihan yang diberikan sebagian besar adalah pelatihan bagaimana memasarkan produk melalui platform digital, tak terkecuali media sosial.

Adapun, program Inkubator Bisnis Woman Preneur sementara dihentikan sampai situasi kembali memungkinkan untuk diselenggarakan kembali.

“Di pelatihan-pelatihan itu pemanfaatan [platform] digital yang ditekankan. Karena tanpa ada platform digital mereka [UMKM] itu tidak bisa bertahan. Saya selalu tegaskan, beralih ke digital atau mati,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengusaha Tips Karir
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top