Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Antonius Tanan

Antonius Tanan

Dosen Universitas Ciputra
email Lihat artikel saya lainnya

Salam Entrepreneur Ciputra

Tiga aksi itu ia sebut sebagai “envision”, “explore” dan “encounter”. Apa artinya?
Bisnis.com - 26 April 2021  |  14:37 WIB
Ciputra di kediamannya di Pondok Indah, Jakarta, Kamis (28/6/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Ciputra di kediamannya di Pondok Indah, Jakarta, Kamis (28/6/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Ciputra ingin menebar semangat entrepreneurship seluas mungkin dan kepada sebanyak mungkin orang. Ia kokoh berpendapat bahwa masa depan akan berubah makin baik bila entrepreneurship menyatu di dalam kehidupan.

Berbagai cara ia pikirkan, berbagai strategi ia kembangkan termasuk memanfaatkan seni budaya yang ia juga cintai. Ciputra pecinta seni patung, ia mencipta ulang tokoh-tokoh di lukisan maestro lukis Hendra Gunawan jadi patung 3 dimensi. Ia kemudian mencipta sendiri sebuah patung “entrepreneur” yang sedang memperagakan sebuah bahasa isyarat yang ia sebut sebagai “salam entrepreneur”.

Patung “entrepreneur” itu berada didalam bentuk sepasang anak muda Indonesia sedang berdiri gagah mengembangkan 3 jari kanannya sebagai tanda salam entrepreneur diatas bulatan bola dunia. Itulah imajinasinya untuk masa depan bangsa, entrepreneur dari Indonesia berkarya di seluruh dunia.

Salam entrepreneur ala Ciputra diungkapkan oleh 3 jari tangan kanan yaitu jari manis, jari tengah dan jari telunjuk yang dikembangan secara horizontal. Ini memiliki arti sesuai pemikiran Ciputra.

Tiga jari tangan kanan yang dikembangkan itu menggambarkan huruf E sebagai huruf pertama untuk kata “entrepreneur”. Ciputra juga kemudian menciptakan sendiri makna dari masing-masing jari itu sebagai sebuah gagasan untuk menjelaskan aksi seorang entrepreneur.

Tiga aksi itu ia sebut sebagai “envision”, “explore” dan “encounter”. Apakah maknanya? “Envision” adalah tentang aksi pertama seorang entrepreneur yaitu membangun visi, membayangkan kemungkinan masa depan yang ingin didapat. Itulah keyakinan Ciputra, entrepreneur harus memiliki visi.

Bukan asal bertindak atau sekadar bekerja keras. Para entrepreneur bergerak ke depan dipandu oleh visi yang indah. Selanjutnya adalah kata “explore”, makna yang dikandung adalah sebuah aksi nyata untuk mencari, mempelajari dan memahami hal-hal yang harus kita ketahui terlebih dahulu.

Dengan kata “explore” ini Ciputra ingin menyampaikan bahwa melalui aksi eksplorasi maka entrepreneur dapat melakukan keputusan-keputusan yang lebih baik sebelum bertindak lebih jauh. Terakhir, “encounter”, ini adalah tentang aksi operasional untuk mewujudkan visi. Dibutuhkan semangat dan percaya diri untuk menghadapi dan melalui tantangan-tantangan yang sulit.

Entrepreneur memang harus jadi sosok yang kokoh, Ciputra pernah mengatakan “entrepreneur sejati gagal 10X bangkit 11x”. Pikiran Ciputra tentang “envision”, “explore” dan “encounter” sesungguhnya adalah sebuah panduan ringkas tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang entrepreneur sejati untuk mewujudkan impian besarnya.

Sebuah panduan yang lahir dari refleksi mendalam seorang Ciputra, sosok yang telah berhasil membuktikan capaian hidupnya sebagai seorang entrepreneur sukses. Sayangnya, tidak ada penjelasan lebih rinci tentang apa saja yang harus dilakukan untuk “envision”, “explore” dan “encounter” itu.

Ciputra tampaknya belum sempat mendokumentasikan. Namun, pertanyaan ini tampaknya bisa dijawab oleh sebuah laporan yang berjudul “EntreComp: The Entrepreneurship Competence Framework” (JRC Science Hub, 2016). Ini merupakan hasil kajian dari Joint Research Center (JRC) bentukan Uni Eropa dengan tujuan membuat sebuah definisi yang jelas tentang kompetensi entrepreneurship yang dapat digunakan untuk pengembangan kompetensi entrepreneurship di Eropa.

Laporan ini menyimpulkan bahwa terdapat 3 area kompetensi entreprenurship yaitu “ide dan peluang” (idea & opportunities), “sumber-sumber” (resources) dan “menuju tindakan” (into action). Ketiga area kompetensi diatas yang digambarkan sebagai sebuah urutan seakan menawarkan penjelasan terhadap salam entrepreneur Ciputra, yaitu “envision”, “explore” dan “encounter”.

Untuk Ciputra yang pertama adalah “envision” dan untuk EntreComp kompetensi yang pertama adalah yang terkait “gagasan & peluang” (idea & opportunity). Di dalam deskripsi EntreComp kemampuan mengembangkan visi harus disertai dan didukung oleh kemampuan untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yaitu dengan cara mampu mengembangkan imajinasi dan menciptakan nilai tambah.

Selanjutnya adalah kemampuan kreativitas atau mengembangkan ide-ide kreatif untuk tujuan tertentu dan yang terakhir adalah keharusan memiliki pemikiran yang etis dan perilaku ramah lingkungan dengan cara mampu memahami konsekuensi, dampak dari ide dan tindakan yang kita lakukan.

Yang kedua untuk Ciputra adalah “explore” dan untuk EntreComp yang kedua adalah kompentensi mengeksplorasi dan mengelola “resources” atau sumber-sumber. EntreComp mengajarkan bahwa yang pertama perlu dieksplorasi adalah diri sendiri.

Diri kita sendiri adalah aset yang dapat dikembangkan terus menerus. Jadi mulai dengan memahami diri, membangun percaya diri, memiliki motivasi pantang menyerah, menjaga fokus serta terus mengembangkan diri.

Yang kedua adalah mampu mengeksplorasi sumber-sumber yang muncul dari orang-orang yang berada bersama kita dengan cara menginspirasi, membangkitkan semangat, dan mengajak orang lain ikut serta dan yang ketiga adalah kesanggupan memobilisasi sumber daya lain yang dibutuhkan termasuk di dalamnya pengetahuan-pengetahuan baru yang harus dimiliki.

Yang terakhir adalah “encounter” dan untuk EntreComp menuliskan yang terakhir adalah “into action” atau dapat menuntaskan tindakan entrepreneurship. Tindakan-tindakan untuk “into action” ini mencakup perencanaan dan pengelolaan. Lebih jelasnya adalah kesanggupan melakukan prioritas, mengelola dan menindaklanjuti walaupun berada di dalam ketidakpastian, ambiguitas dan risiko.

Selanjutnya adalah tentang bekerja dengan orang lain yaitu bekerja sama, berkolaborasi, dan berjejaring dan terakhir adalah tentang bagaimana memetik pembelajaran dari pengalaman-pengalaman yang dilalui.

Inilah sebuah elaborasi yang diharapkan akan dapat memperkaya pemahaman kita tentang tiga tindakan utama entrepreneur menurut Ciputra: “envision”, “explore” dan “encounter”.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra entrepreneur opini
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top