Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Designer Leny Rafael Lebih Pilih Modal Investor Daripada Bank

Sudah lebih dari belasan tahun Leny Rafael berkecimpung di industri fesyen Indonesia. Namanya dikenal sebagai perancang kebaya pernikahan yang mewah dengan harga fantastis.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  16:37 WIB
Leny Anggraeni. Tak hanya kualitas produk, manajemen dari usaha yang dirintis juga harus jelas sehingga memudahkan dalam proses membuat proposal bagi para target sponsor.  - Leny Rafael
Leny Anggraeni. Tak hanya kualitas produk, manajemen dari usaha yang dirintis juga harus jelas sehingga memudahkan dalam proses membuat proposal bagi para target sponsor. - Leny Rafael

Bisnis.com, JAKARTA - Sudah lebih dari belasan tahun Leny Rafael berkecimpung di industri fesyen Indonesia. Namanya dikenal sebagai perancang kebaya pernikahan yang mewah dengan harga fantastis.

Rancangan Leny telah banyak dipakai oleh banyak kalangan ternama dan juga para selebriti kenamaan di Indonesia.

Untuk sampai ke titik sekarang ini, wanita bernama asli Leni Anggraeni tersebut telah melewati banyak tantangan dalam menjalankan bisnisnya. Dan paling utama dalam segi modal.

Wanita yang menggunakan nama anak pertamanya pada labelnya tersebut mengatakan jika modal sangat penting dalam memulai sebuah usaha. Namun untuk mendapatkan modal tersebut ada beberapa alternatif seperti mengajukan peminjaman pada bank atau mencari sponsor. Leny menyatakan bila tidak menjadikan bank sebagai opsi.

"Bank itu kan ada ribanya yah. Dan bunganya akan selalu menghantui. Jadi, designer kerjanya tidak fokus karena pikirannya terasa tebebani. Maka dari itu saya lebih memilih mencari investor," katanya pada Bisnis, Rabu (5/5/21).

Leny menjelaskan bila dengan investor pelaku usaha hanya perlu mengeluarkan produk sesuai dengan budget yang dikeluarkan oleh investor tersebut. Jadi produk yang dibuat menyesuaikan dengan investor tersebut.

Bila mengajukan pinjaman pada bank, target produksi yang harus dicapai dituntut untuk melunasi utang dan bunganya. Dan jika tidak terbayar akan ada sesuatu yang disita untuk melunasinya.

Namun berbeda dengan investor, karena pihak tersebut berperan sebagai pemodal dengan target yang sesuai dengan budjet. Dengan begitu, ketika target penjualan tidak terpenuhi hanya barang yang tidak laku yang akan di ambil oleh pihak investor.

Menurut Leny, strategi tersebut bisa sangat bermanfaat bagi para perintis usaha industri apapun dan masih bingung akan budjet. Maka dari itu produk yang dibuat harus berkualitas dan memiliki tujuan yang jelas sehingga mampu menarik calon investor.

Tak hanya kualitas produk, manajemen dari usaha yang dirintis juga harus jelas sehingga memudahkan dalam proses membuat proposal bagi para target sponsor.

Leny kini memiliki tiga label yang berbeda di bawah naungannya Ketiganya memiliki produk dan target pasar yang berbeda. Jadi semesta karya dari Leny tak hanya untuk busana kebaya mewah saja, namun ada busana muslim dan busana ready to wear.

Hal itu untuk memudahkan para investor dalam memilih produk mana yang akan dijadikan pilihan. "Dengan melebarkan sayap membuka lini usaha lain, akan membuat investor punya aneka pilihan untuk diajak bekerja sama," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion permodalan
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top