Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Strategi Kolaborasi Sage Footwear Jual Ribuan Sepatu dalam Hitungan Jam

Sepatu tersebut memiliki warna beige atau kecokelatan yang diminati oleh anak muda Indonesia. Dalam kolaborasi tersebut, terdapat 1000 pasang sepatu yang terjual habis hanya dalam waktu 3 jam.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 01 September 2021  |  11:54 WIB
Strategi Kolaborasi Sage Footwear Jual Ribuan Sepatu dalam Hitungan Jam
Sage Footwear
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Konsep sustainable fashion tampaknya makin berkembang di Indonesia. Tak sedikit pelaku usaha, termasuk brand lokal yang mulai memanfaatkan produk ramah lingkungan yang memberi dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekologi.

Salah satu brand fesyen lokal yang konsisten mengusung konsep sustainability ialah Sage Footwear. Brand sepatu yang didirikan oleh Hamzah Dwi Putra dan Varian Erwansa pada 2019 ini kerap menggunakan bahan-bahan daur ulang yang ramah lingkungan.

Sage Footwear ini sendiri terlahir dari mimpi besar dari para pendirinya untuk menciptakan sepatu premium yang ramah lingkungan atau sustainable berkualitas tinggi dengan moto “Langkah Baik ke Segala Arah”.

Dalam proses pengembangan bisnis, Sage Footwear menerobos batas dengan berkolaborasi bersama sejumlah beberapa brand lokal dan para pelaku usaha kreatif terutama di masa pandemi seiring dengan menurunnya daya beli masyarakat.

Menariknya, setiap produk kolaborasi Sage Footwear selalu mendapatkan antusiasme positif dari para pecinta sneakers. Tak heran bila produk-produk kolaborasi edisi khusus yang dihadirkan Sage Footwear selalu habis terjual dalam waktu singkat.

Misalnya saja ketika berkolaborasi dengan Teh Botol Sosro memproduksi sepatu menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan recycled cotton dengan proses pewarnaan menggunakan ampas daun teh. Sepatu tersebut memiliki warna beige atau kecokelatan yang diminati oleh anak muda Indonesia.  Dalam kolaborasi tersebut, terdapat 1000 pasang sepatu yang terjual habis hanya dalam waktu 3 jam.

Begitu pula ketika berkolaborasi dengan Hansaplast untuk memproduksi sepatu sneakers yang diberi sentuhan bahan kulit natural yang diberi emboss dengan pola khas plester Hansaplast di bagian velco strap. Saat itu, hanya dalam waktu 2 hari saja terjual hingga lebih dari 2.000 pieces sepatu.

“Dampak pandemi ini memang luar biasa, karenanya kami coba mensiasati dengan menggandeng sejumlah brand untuk berkolaborasi,” ujar Varian.

Terbaru, Sage Footwear kembali berkolaborasi dengan salah satu brand kopi lokal yang juga sedang naik daun, Janji Jiwa. Dalam kolaborasi ini, sepatu yang dihadirkan menggunakan bahan dasar ampas kopi yang dimanfaatkan ulang untuk menjadi pewarna sepatu.

Selain menggunakan ampas kopi sebagai pewarna alami, sepatu edisi khusus ini juga menggunakan ecycledcotton twill yang juga berasal dari katun daur ulang yang terbuat dari potongan potongan kain sisa garmen yang dirajut kembali.

“Kain yang tadinya berwarna putih, dicelupkan dengan ampas kopi Janji Jiwa. Karena ini menggunakan pewarnaan alami maka lama kelamaan warna sepatunya akan memudar tetapi justru akan membuatnya menjadi lebih cantik alami,” tuturnya.

Hingga kini jumlah ampas kopi yang dimanfaatkan sudah hampir mencapai 1 ton yang berasal dari gerai-gerai Janji Jiwa yang terletak sekitar lokasi produksi pencelupan bahan sepatu Sage Footwear yakni di Majalaya, Jawa Barat.

Hamzah Dwi Putra mengatakan keputusannya untuk menggandeng Janji Jiwa karena adanya kesamaan visi tentang sustainability, mereka pun mengusung kampanye Langkah Sejiwa Untuk Bumi.

“Di tengah perubahan prioritas dan rencana di masa yang serba tak pasti ini, kampanye Langkah Sejiwa Untuk Bumi ingin kembali mengingatkan bahwa hal yang mutlak untuk terus dijaga kelestariannya adalah lingkungan kita,” ungkapnya.

Sebagai brand yang mengusung konsep sustainability, Hamzah juga ingin setiap produksi sepatu Sage Footwear dapat menyampaikan pesan bahwa untuk menyayangi bumi bisa dimulai dari langkah paling mudah yaitu memilah limbah atau barang dan mendaur ulang.

Billy Kurniawan, pendiri dari Jiwa Group mengatakan bahwa pemanfaatan daur ulang ampas kopi sebagai komponen utama dan pewarna dari sepatu ini sejalan dengan komitmen perusahaan yang juga ingin berkontribusi mengurangi atau mendaur ulang sampah.

“Kolaborasi ini dicetuskan dengan landasan kesadaran kami akan pentingnya menyebarkan pesan bagi masyarakat untuk Janji lebih mencintai bumi kita,” jelasnya.

Sepatu koleksi Langkah Sejiwa ini akan dijual dengan jumlah terbatas untuk tahap awal produksinya hanya sekitar 250 pasang yang dibanderol seharga Rp389.000, tersedia satu pilihan warna dengan range ukuran mulai 37 hingga 45.

Hamzah mengatakan sepatu ini dapat digunakan baik oleh pria maupun wanita dan sangat cocok dipadupadankan dengan berbagai setelan pakaian. Menggunakan Sage CloudStepTech Foam dengan campuran recycled rubber sebagai insolenya, membuat sepatu ini menjadi makin nyaman digunakan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion sepatu
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top